Markus 7:17-23
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, melainkan apa yang keluar dari seseorang itu yang menajiskan. Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. (Mrk 7:21-22). Oleh karena itu biarlah Tuhan yang mengisi hati kita.
Minta Roh Kudus untuk memberi kita hikmat. Bangun relasi yang intim dengan Tuhan. Sehingga dengan demikian hati kita akan selalu dekat dengan Tuhan, dipenuhi oleh kasih Tuhan, sehingga buah Roh, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, kesetiaan, kelembutan dan penguasaan diri senantiasa muncul dari dalam hati kita dan terwujud keluar dalam pikiran dan tindakan kita. Karena sesungguhnya apapun yang kita lakukan atau perkatakan baik yang baik maupun yang tidak baik semuanya mencerminkan apa yang ada di dalah hati kita, karena semua itu merupakan luapan dari apa yang ada di dalam kita. Ingat, semua kita itu „dari dalam ke luar‟, jadi apa yang nampak mencerminkan apa yang tidak nampak yakni hati dan kerohanian kita. (FK)