Berkat Pinjaman

Baca: 1 Tawarikh 29:6-16

Saat kami menundukkan kepala untuk berdoa sebelum menikmati makan siang, teman saya Jeff berdoa: ”Bapa, terima kasih telah memberi kami kesempatan untuk menghirup udara-Mu dan menyantap makanan-Mu.” Saat itu Jeff baru saja mengalami masa-masa sulit karena kehilangan pekerjaan, sehingga saya sangat tersentuh oleh kepercayaannya yang penuh kepada Allah dan kesadaran bahwa semua hal adalah milik-Nya. Saya pun berpikir: Apakah saya sejujurnya mengerti bahwa hal-hal yang paling mendasar sekalipun, yang setiap hari hadir dalam hidup saya, sesungguhnya adalah milik Allah, dan Dia sekadar mengizinkan saya menggunakan semua itu?

Ketika Raja Daud menerima persembahan dari bangsa Israel untuk membangun Bait Suci di Yerusalem, ia berdoa, “Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.” Lalu ia menambahkan: “Punya-Mulah segala-galanya” (1Taw. 29:14,16).

Kitab Suci mengatakan bahwa “kekuatan untuk memperoleh kekayaan” dan mencari nafkah pun datangnya dari Dia (Ul. 8:18). Ketika memahami bahwa semua yang kita miliki hanyalah pinjaman, kita akan tergerak untuk mengendurkan pegangan kita terhadap harta dunia ini dan hidup dengan hati serta tangan terbuka—leluasa berbagi dengan sesama karena sangat bersyukur atas kebaikan yang diterima setiap hari.

Allah sangat bermurah hati—begitu besar kasih-Nya kepada kita sehingga Dia memberikan Anak-Nya sendiri “bagi kita semua” (Rm. 8:32). Karena sudah menerima begitu banyak, kita patut mengucap syukur kepada-Nya untuk segala berkat, kecil maupun besar.

Sumber dan gambar: www.santapanrohani.org

Soli Deo Gloria (2018)

Sebuah karya persembahan dari Tim Multimedia dan Pemuda Remaja Gereja Isa Alamasih Kopo Permai untuk Ibadah Perayaan Natal 2018.. Semoga menjadi berkat.. Tuhan Yesus memberkati 🙂

Pemeran: Dhea, Rachel, Vania, Michelle, Theresia, Relly, Samuel, Joshua
Sutradara & Penulis Naskah: Arman Wu
Pemilih Peran: Nicholas
Videografer: Erwin Tanzil, Oden Toby
Tim Teknis Produksi: Garry K., Hendra W., Febrian T.
Tim Produksi Audio: Libby Bennet, Evelyn Melissa

Musik: Acoustic Breeze | Downtown | November | Piano Moment | Punky https://www.bensound.com

Rise Up (2018)

Persembahan untuk Gereja Isa Almasih Kopo Permai dalam rangka ulang tahun yang ke 4..

Pemeran: Nindy V. Dwijora, Yusak Franky, Farench Kaleb, Denny Sitompul, Elyon Pasaribu

Sutradara & Penulis Naskah: Arman Wu

Musik:
“Tutur Kata” (VOG) dinyanyikan ulang oleh: Dewi, Nindy, Elyon, Diana
“Sad Day” dari https://www.bensound.com
“A War without End” dari https://www.youtube.com/watch?v=X_Ws0…

Hadiah Terbaik

Baca: Yohanes 1:43-51

Selama bertahun-tahun, teman saya Barbara telah memberi saya banyak kartu berisi kata-kata yang menguatkan dan hadiah-hadiah kecil yang penuh makna. Setelah saya mengabarinya bahwa saya telah menerima Yesus sebagai Juruselamat, ia memberikan hadiah terbaik darinya: Alkitab pertama saya. Ia berkata, “Kamu akan semakin dekat dengan Allah dan semakin dewasa dalam kerohanianmu jika kamu bertemu dengan Dia setiap hari, membaca Kitab Suci, berdoa, beriman, dan menaati-Nya.” Hidup saya berubah ketika Barbara mengajak saya untuk lebih mengenal Allah.

Barbara mengingatkan saya pada Filipus. Setelah Yesus mengajak Filipus untuk mengikut Dia (Yoh. 1:43), sang murid segera memberi tahu sahabatnya, Natanael bahwa Yesus adalah pribadi “yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi” (ay.45). Ketika Natanael merasa ragu, Filipus tidak membantah, mengkritik, atau meninggalkan sahabatnya itu. Yang ia lakukan hanyalah mengajak Natanael untuk bertemu sendiri dengan Yesus. “Mari dan lihatlah!” katanya (ay.47).Roh Kudus memprakarsai hubungan kita dengan Allah.

Saya dapat membayangkan betapa sukacitanya Filipus ketika ia mendengar Natanael menyebut Yesus sebagai “Anak Allah” dan “Raja orang Israel” (ay.49). Tentu Filipus juga sangat berbahagia saat mengetahui bahwa sahabatnya akan ikut melihat “hal-hal yang lebih besar” yang Yesus janjikan kepada mereka (ay.50-51).

Roh Kudus memprakarsai hubungan kita dengan Allah, lalu Dia hidup di dalam diri setiap orang yang merespons dengan iman. Dia memampukan kita untuk mengenal Allah secara pribadi dan untuk mengajak orang lain agar mau bertemu dengan Dia setiap hari lewat Roh-Nya dan Kitab Suci. Ajakan untuk mengenal Yesus lebih jauh adalah hadiah terbaik yang bisa kita terima dan berikan.

sumber dan gambar: www.santapanrohani.org

Indah Bersama-Mu

[verse]
Hanya dekat Allahku
Rasa Tenang hatiku
Kau sertai jalanku
S’panjang hidupku

Hanya dekat padaMu
Ada kekuatan baru
Kaulah perlindunganku
Kes’lamatanku

[chorus]
Ku ingin s’lalu
Bersekutu denganMu
Menikmati hadiratMu
Biarkan RohMu tinggal dalam hidupku
Sungguh indah bersamaMu, selamanya

Above All

[verse]
Above all powers
Above all kings
Above all nature and all created things
Above all wisdom and all the ways of men
You were here before the world began

Above all kingdoms
Above all thrones
Above all wonders
the world has ever known
Above all wealth
and treasures of the earth
There’s no way to measure
what You’re worth

[chorus]
Crucified
Laid behind the stone
You live to die
Rejected and alone
Like a rose trampled on the ground
You took the fall
And thought of me
Above all

In Christ Alone

[verse 1]
In Christ alone will I glory
Though I could pride myself in battles won
For I’ve been blessed beyond measure
And by His strength alone I’ll overcome
Oh, I could stop and count successes like diamonds in my hands
But those trophies could not equal to the grace by which I stand

[chorus]
In Christ alone
I place my trust
And find my glory
in the power of the cross
In every victory
Let it be said of me
My source of strength
My source of hope
Is Christ alone

[verse 2]
In Christ alone do I glory
For only by His grace I am redeemed
For only His tender mercy
Could reach beyond my weakness
to my need
And now I seek no greater honor in just to know Him more
And to count my gains but losses to the glory of my Lord

Aku Percaya

[verse]
Tiada yang seperti Engkau
Begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup menjawab
Semua seru doaku

Tiada yang seperti Engkau
Begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup melawat
Seluruh kehidupanku

[chorus]
Aku percaya
Tuhanku ajaib
Kau turun tangan memulihkanku
Aku percaya
Tuhanku dahsyat
Kau turun tangan memberkatiku
Kau turun tangan menyembuhkanku

Dengan Sayap-Mu

[verse]
Firman-Mu berkata Kau besertaku
Maka kuat roh dan jiwaku
Tangan-Mu tuhan s’lalu kunantikan
Di setiap langkah ku percaya

[chorus]
Dengan sayap-Mu ku akan terbang tinggi
Di tengah badai hidup ku tak menyerah
Kau kekuatan dan perlindungan bagiku

Pertolonganku di tempat maha tinggi
Ku mengangkat tanganku, aku berserah
Kau kunantikan, Kau yang ku sembah
Yesusku, Rajaku.

Hadirat-Mu Memenuhiku

[verse]
Tuhan hadir di bait kudusNya,
saat umat mencari wajahNya.
Berseru, berdoa, bersujud menyembah,
dan menikmati kehadiranNya.

Tuhan mau dekat dengan umatNya,
yang datang dengan seg’nap hatinya.
Berseru, berdoa, bersujud menyembah,
dan menikmati kehadiranNya.

[chorus]
HadiratMu memenuhiku,
hadirat kudusMu penuhi baitMu.
Dan ‘ku tersungkur menyembahMu,
yang ‘ku nampak hanya kemuliaanMu.