Sembahlah Allah

Keluaran 31:1-29

Kisah bangsa Israel yang mendirikan patung lembu emas dan kemudian menyembahnya, merupakan peristiwa yang mengecewakan Tuhan. Betapa tidak, Dia sendiri telah menuntun mereka keluar dari tanah perhambaan di Mesir dengan tuntunan dan penyertaan yang ajaib, namun justru mereka kembali dikuasai oleh budaya Mesir, mereka mendirikan patung lembu emas, sebagaimana di Mesir mereka sering melihat di Mesir lembu dianggap sebagai binatang yang suci dalam mitologi Mesir. Mereka sudah keluar dari Mesir, namun Mesir belum keluar dari hati mereka.

Rupanya setelah sekian lama di bawah pimpinan Musa pengenalan mereka akan Allah masih belum mendalam. Ketika Musa harus menghadap Tuhan untuk menerima aturan-aturan hukum baik moril (yang tertulis dalam dua loh batu), maupun aturan hukum sipil dan aturan agama, mereka mulai kebingungan dan menuntut Harun untuk membuat patung lembu emas.

I Petrus 2:9 mengatakan, bahwa kita telah dipanggil dari kegelapan dunia kepada terang Tuhan yang ajaib, jangan sampai “spirit” duniawi masih menguasai diri kita. Mari sembahlah Allah dan utamakan Dia dalam hidup kita, karena Dialah yang berdaulat dan pegang kendali atas hidup kita. Biar hati kita tetap berpaut kepada Tuhan dan menuyembah Tuhan senantiasa.(YS)

Photo by Carolyn V on Unsplash

Ibadah Paskah 12 April 2020

Selamat datang di blog Ibadah Online GIA Kopo Permai. Ibadah Paskah dimulai pada hari Minggu tanggal 12 April 2020 pukul 07.00.

Dalam rangka mendukung gerakan “Social Distance” dari pemerintah Republik Indonesia untuk mengurangi jumlah penyebaran virus Corona, maka GIA Kopo Permai menyelenggarakan Ibadah Paskah pada tanggal 12 April 2020 secara daring, agar jemaat tetap dapat beribadah pada tanpa harus berkumpul di gereja.

Semoga video ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. Sehat selalu dan kiranya tetap bersukacita. Tuhan memberkati kita semua.

Warta Jemaat dapat diunduh di:
https://giakoper.home.blog/2020/04/10/warta-jemaat-12-april-2020/

Firman Tuhan: Pdt. Yusak Franky

Pendoa Syafaat: Dkn. Tjahjadi Tanuadi

Tim Pemuji: Sdri. Dewi, Sdr. Elyon, Bpk. Edwin, Sdr. Novem

Blog GIA Kopo Permai: https://giakoper.home.blog

Musik Latar Belakang (BGM):
Water Skiing by | e s c p | https://escp-music.bandcamp.com
Sunset Landscape by Keys of Moon | https://soundcloud.com/keysofmoon
Music promoted by https://www.free-stock-music.com
Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/

Ibadah Jumat Agung 10 April 2020

Selamat datang di blog Ibadah Online GIA Kopo Permai. Ibadah Jumat Agung dimulai pada hari Jumat tanggal 10 April 2020 pukul 17.00.

Dalam rangka mendukung gerakan “Social Distance” dari pemerintah Republik Indonesia untuk mengurangi jumlah penyebaran virus Corona, maka GIA Kopo Permai menyelenggarakan Ibadah Jumat Agung pada tanggal 10 April 2020 secara daring, agar jemaat tetap dapat beribadah pada tanpa harus berkumpul di gereja.

Semoga video ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. Sehat selalu dan kiranya tetap bersukacita. Tuhan memberkati kita semua.

Firman Tuhan: Pdt. Yusak Franky

Pendoa Syafaat: Pnt. Gunawan Obadja

Tim Pemuji: Bpk. Edwin, Sdri. Dewi, Sdr. Elyon, Sdr. Novem

Musik Latar Belakang (BGM): Water Skiing by | e s c p | https://escp-music.bandcamp.com Sunset Landscape by Keys of Moon | https://soundcloud.com/keysofmoon Music promoted by https://www.free-stock-music.com Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/

Ibadah Minggu 5 April 2020

Dalam rangka mendukung gerakan “Social Distance” dari pemerintah Republik Indonesia untuk mengurangi jumlah penyebaran virus Corona, maka GIA Kopo Permai menyelenggarakan Ibadah Minggu pada tanggal 5 April 2020 secara daring, agar jemaat tetap dapat beribadah pada hari Minggu tanpa harus berkumpul di gereja.

Semoga video ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. Sehat selalu dan kiranya tetap bersukacita. Tuhan memberkati kita semua.

Jemaat dapat mengunduh warta jemaat di
https://giakoper.home.blog/2020/04/04/warta-jemaat-5-april-2020/

Firman Tuhan:
Bpk. Farench Kaleb

Tim Pemuji:
Sdri. Dewi Yulianti & Sdr. Elyon Pasaribu

Instagram GIA Kopo Permai:
https://www.instagram.com/gia_kopoper

Musik Latar Belakang (BGM):
Water Skiing by | e s c p | https://escp-music.bandcamp.com
Sunset Landscape by Keys of Moon | https://soundcloud.com/keysofmoon
Music promoted by https://www.free-stock-music.com
Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/

Memberitakan Injil dengan Kasih

Kisah 20:24
“Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah”

Pernahkan anda mendengar kisah kehidupan seorang penginjil bernama John Paton? Ia adalah seorang misionaris yang melayani dipulau kanibal di Vanuatu. Melayani satu tahun di pulau itu membuat ia kehilangan istri dan anaknya karena suatu penyakit, setiap hari ia harus bertemu dengan orang-orang yang siap membunuh dan memakannya, tentu bukan hal yang mudah untuk dijalani. Sampai akhirnya karena ia memaksakan diri untuk terus menginjil. Paton jatuh sakit dan harus dibawa ke skotlandia, hingga sampai di perjalanan menuju skotlandia ia meninggal. Kisah ini mengingatkan kita pada satu tokoh Alkitab yang terkenal dengan jiwa penginjilannya yaitu Rasul Paulus. Ia rela kehilangan segalanya untuk dapat memberitakan Injil. 

Satu-satunya yang dapat menggerakkan api penginjilan seperti contoh diatas adalah Kasih. Kekuatan kasih akan menghilangkan rasa ketakutan, kekhawatiran dan tawar hati. Oleh karena itu sebelum menjadi pemberita Injil Tuhan hendaklah kita memohon kasih Tuhan memenuhi kita sehingga penginjilan kita bukan didasarkan motivasi lain namun karena Kasih kepada Tuhan dan sesama. (NV)

Photo by Carolyn V on Unsplash

Injil untuk Semua Orang

Roma 1:7-18

Renungan pada hari ini mengingatkan kita bahwasanya berita Injil itu ditujukan untuk semua orang, tanpa pandang bulu. bahkan di ayat 16, Paulus dengan tegas menyatakan bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang dapat menyelamatkan semua orang. Keyakinan Paulus ini didasarkan apa yang dia dapat dari Tuhan, bagaimana setelah pengalaman perjumpaan pribadinya dengan Tuhan Yesus, kemudian Paulus mengambil waktu selama kurang lebih tiga tahun mempelajari Injil (Galatia 1:15-18). Dari situ timbul keyakinan Paulus bahwa berita Injil adalah berita yang memiliki kuasa untuk membawa setiap orang mengalami perjumpaan dengan Tuhan lewat karya penebusan-Nya di atas kayu salib.

Yohanes 1 : 12 juga menyatakan bahwa setiap orang yang menerima Yesus diberi hak untuk menjadi anak-anak Allah. Hal ini menjadi keyakinan buat setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, bahwa hidup mereka sudah menjadi milik Kristus dan memperoleh jaminan keselamatan di dalam Dia. Dengan memahami hal tersebut, seharusnya kita bangga dan lebih berani untuk menyaksikan berita Injil kepada semua orang, supaya merekapun dapat diselamatkan melalui berita Injil yang didengar oleh mereka. (YS)

Photo by Carolyn V on Unsplash

Hukum yang Terutama

Matius 22:34-40

Kasih merupakan dasar utama dari hidup yang mulia. Karena pada hakikatnya intisari dari kehidupan manusia adalah relasi yang ia jalin semasa hidupnya. Baik relasi antara dirinya dengan Tuhan, dengan diri sendiri maupun dengan sesama. Oleh sebab itu, sebagai contoh, mutu kehidupan suatu rumah tangga sangat ditentukan oleh kualitas relasi yang terjalin di dalamnya. Kalau relasi suami istri berkualitas tinggi, maka mutu rumah tangga itu tinggi pula. Sedangkan relasi yang bermutu tinggi adalah relasi dalam kasih, bukan relasi dalam kebencian, dendam atau yang sejenisnya. Itulah sebabnya orang yang hidup di dalam kasih adalah orang yang hidupnya mulia.

Pentingnya relasi kasih inilah yang dikemukakan Tuhan Yesus di dalam Matius 22. Saat itu Tuhan Yesus menjawab pertanyaan dari seorang Ahli Taurat, Dia mengajarkan tentang bagaimana kita mengasihi Tuhan dan sesama sebagai hukum yang terutama. Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama manusia merupakan dasar yang utama dan yang terpenting bagi hidup manusia. Oleh karena itu semua tindakan kita, baik kepada Allah atau kepada sesama manusia, harus dilandaskan pada kasih. Hanya dengan demikian barulah hidup kita akan menjadi hidup yang mulia. (DN)

Photo by Carolyn V on Unsplash

Hidup dalam Kasih

Roma 12:18

“Sedapat-dapatnya kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang”. Firman yang dikutip dari Roma 12 : 18 ini mudah dibaca namun begitu sukar untuk diaktualisasikan. Bagaimana tidak, dalam sebuah hubungan kita akan selalu bersinggungan dengan orang lain. Tidak hanya bersinggungan tetapi juga saling menajamkan satu dengan lainnya. Perselisihan bisa terjadi dimana saja dan pada siapa saja, namun mirisnya perselisihan justru kerap terjadi pada orang terdekat, bahkan pada situasi dimana mestinya perselisihan dihindari sebab berkaitan dengan tali persaudaraan atau hubungan suami istri. Keadaan inilah yang mendorong Paulus untuk menyampaikan bahwa sebagai orang percaya kita harus menghindari perselisihan dan memperjuangkan kedamaian. Kasih Allah atas dunia jadi terang bagi hati kita saat situasi gelap datang menghampiri. Terang damai itu akan menjadi penunjuk jalan bagi penyelesaian masalah kita.

Kembali lagi pada kita, kedamaian harus diusahakan dan lahir dari kerinduan untuk hidup rukun pada semua orang. Saat melakukan kehendak Allah tidak ada pengecualian, saat Firman berkata; “Pada semua orang kita harus mengusahakan keserasian”, maka tanpa memandang rupa kita harus hidup dalam kedamaian tersebut. KarenaNya kerjakan kedamaian bagi semua orang sehingga engkau menerima upah sesuai dengan Firman Allah, yaitu damai sejahtera dalam kehidupanmu. (EP)

Photo by Carolyn V on Unsplash

Meresponi Kasih Allah

Mazmur 111

Ketaatan adalah salah satu respons kita terhadap kasih Allah, ketaatan juga membuktikan bahwa kita mengasihi Allah. Teladan mengasihi itu berasal dari Allah sendiri. Tanpa kasih Allah, manusia tidak akan mengenal Allah, atau mengasihi-Nya. Allah sudah memutuskan untuk mengasihi kita, karena itu, kita harus meresponi kasih Allah supaya kita memperoleh keselamatan.

Mazmur 111, mengajarkan bahwa hubungan Allah dengan Bangsa Israel adalah hubungan yang dimulai dari Allah dulu. Ia memakai Musa untuk membebaskan Bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Ini adalah kasih dan anugrah yang besar bagi Bangsa Israel. Dalam Mazmur 111:7-10, kasih Allah harus diresponi oleh Bangsa Israel dengan ketaatan kepada-Nya. Ketaatan itu sebagai bukti bahwa Bangsa Israel mengasihi Allah juga. Mazmur 111:10 memberi pengertian, hanya dengan ketaatan kepada Allah, Bangsa Israel memiliki hikmat untuk mendapatkan hidup yang diberkati. Kita “Bangsa Israel” rohani, bagaimanakah kita meresponi kasih Allah yang sudah menebus kita dari maut di dalam Kristus? Ya kita harus mempunyai ketaatan, karena ketaatan pada Tuhan adalah bukti kita meresponi kasih-Nya, dan dari ketaatan itu kita bisa merasakan dan menerima kasih Allah yang tak berkesudahan. (YHN)

Photo by Carolyn V on Unsplash

Tuhan Yesus Kasih yang Sesungguhnya

Roma 5:8

Ketika kita berbicara mengenai kasih, maka sudah seharusnya mata kita tertuju kepada Tuhan Yesus Kristus, sebab di dalam Dialah kita bisa melihat wujud kasih yang sesungguhnya. Dia adalah Bapa yang memelihara kita sampai detik ini. Bahkan Firman Tuhan berkata di dalam Roma 5:8 ; Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Kristus Yesus menjadi wujud nyata kasih Allah yang sempurna di dalam kehidupan kita bukan hanya karena Ia yang memelihara kita sampai saat ini, tetapi juga karena Ia telah mati untuk kita orang berdosa. Satu-satunya alasan bagi Dia untuk mati di atas kayu salib bukanlah karena kita layak, melainkan karena Dia mengasihi kita dengan kasih yang sempurna.

Kasih-Nya sempurna nyata karena Ia mati ketika kita masih menjadi seteru Allah. Bahkan Dia mati juga untuk orang-orang yang menyiksa, menyalibkan, dan membunuh Dia pada waktu itu. Hanya kasih yang sempurna yang mampu memberi bahkan memberikan nyawanya untuk orang yang menjadi seterunya, dan kita melihat kasih tersebut di dalam pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Dia mengasihi kita tanpa syarat dan tanpa batas, karena memang Dia adalah Kasih yang sesungguhnya.(FK)

Photo by Carolyn V on Unsplash