Ibadah Besar Kelas Besar – 29 Maret 2020

Dalam rangka mendukung gerakan “Social Distance” dari pemerintah Republik Indonesia untuk mengurangi jumlah penyebaran virus Corona, maka GIA Kopo Permai menyelenggarakan Ibadah Minggu pada tanggal 29 Maret 2020 secara daring, agar jemaat tetap dapat beribadah pada hari Minggu tanpa harus berkumpul di gereja.

Video ini dikhususkan bagi jemaat Sekolah Minggu kelas Besar.

Semoga video ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. Sehat selalu dan kiranya tetap bersukacita. Tuhan memberkati kita semua.

Ibadah KAA Kelas Balita – 29 Maret 2020

Dalam rangka mendukung gerakan “Social Distance” dari pemerintah Republik Indonesia untuk mengurangi jumlah penyebaran virus Corona, maka GIA Kopo Permai menyelenggarakan Ibadah Minggu pada tanggal 29 Maret 2020 secara daring, agar jemaat tetap dapat beribadah pada hari Minggu tanpa harus berkumpul di gereja.

Video ini dikhususkan bagi jemaat Sekolah Minggu kelas Balita.

Semoga video ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. Sehat selalu dan kiranya tetap bersukacita. Tuhan memberkati kita semua.

Ibadah Minggu 29 Maret 2020

Dalam rangka mendukung gerakan “Social Distance” dari pemerintah Republik Indonesia untuk mengurangi jumlah penyebaran virus Corona, maka GIA Kopo Permai menyelenggarakan Ibadah Minggu pada tanggal 29 Maret 2020 secara daring, agar jemaat tetap dapat beribadah pada hari Minggu tanpa harus berkumpul di gereja.

Semoga video ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. Sehat selalu dan kiranya tetap bersukacita. Tuhan memberkati kita semua.

Jemaat dapat mengunduh warta jemaat di https://giakoper.home.blog/2020/03/28/warta-jemaat-29-maret-2020/

Firman Tuhan:
Pdt. Yusak Franky S. (Gembala Sidang)
https://www.instagram.com/yusak_fs/

Tim Pemuji:
Sdri. Dewi Yulianti & Sdr. Elyon Pasaribu

Instagram GIA Kopo Permai:
https://www.instagram.com/gia_kopoper

Musik Latar Belakang (BGM):
Water Skiing by | e s c p | https://escp-music.bandcamp.com
Sunset Landscape by Keys of Moon | https://soundcloud.com/keysofmoon
Music promoted by https://www.free-stock-music.com
Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/

Taat Karena Kasih

Filipi 2:8
“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Ayat ini menyatakan ketaatan yang luar biasa dari Yesus yang adalah Allah sendiri tapi karena kasihNya kepada umat manusia, Dia rela menderita dan mati di kayu salib supaya manusia yang berdosa ditebus, diselamatkan dan menerima hidup kekal. Hal ini juga memberikan teladan kepada kita bahwa karena kasih bisa membuat kita menjadi orang yang taat, taat yang tulus tanpa menggerutu dan tanpa terpaksa.

Bukankah itu yang sering terjadi dalam kehidupan kita, dimana kita taat pada pemimpin kita di kantor bukan karena kasih. Sehingga jika satu waktu kita melakukan sesuatu yang dia perintahkan kepada kita, terkadang kita melakukannya dengan menggerutu dan mengomel. Tapi kita bersikap  begitu karena Pemimpin kita tersebut kebetulan adalah seorang pemimpin yang tidak baik, yang otoriter, arogan, pelit, kasar dan banyak sifat jelek lainnya dari dia. Tapi bukankah Tuhan Yesus pun menebus kita di kayu salib bukan karena kita orang baik ? Semua dari kita, apakah kita seorang penipu, pelacur, pembohong, penjilat, dll semuanya Tuhan tebus dengan darahNya dan ketaatanya sampai Dia mati di kayu salib karena kasihNya kepada kita. (DT)

Photo by Emmanuel Phaeton on Unsplash

Allah Otoritas dan Kita

Ayat Alkitab: Yeremia 32:1-2

Pengabdian kepada Allah dibuktikan melalui ketaatan kita kepada-Nya. dengan apapun harga yang harus dibayar untuk itu. Seorang abdi yang benar-benar menghayati keberadaan dirinya sebagai seorang hamba akan menempatkan dirinya di bawah otoritas dari tuan yang memiliki hidupnya. Oleh karena itu apapun yang diperintahkan oleh sang tuan kepada dirinya akan ia lakukan dengan sepenuh hati. Hal yang sama yang akan dilakukan oleh seorang yang mengabdikan diri kepada Allah.

Sikap pengabdian kepada Allah seperti itulah yang dicontohkan oleh Nabi Yeremia dalam Kitab Yeremia 32: 1,2. Allah menyuruh Yeremia untuk menyampaikan peringatan akan datangnya pengepungan oleh tentara Raja Babel terhadap kota Yerusalem. Nubuatan yang sangat tidak disukai oleh Zedekia, Raja Yehuda. Alhasil ia menyuruh agar Yeremia di tahan. Walaupun  Yeremia mengetahui besarnya resiko yang akan ia hadapi apabila dirinya menyampaikan nubuatan itu namun ia tetap mentaati perintah Tuhan tersebut. Sikap inilah menunjukkan kesungguhan pengabdian dirinya kepada Allah, bahwa ia benar-benar mentaati perintah Allah, dan dengan itu pula Allah akan memberikan kepadanya otoritas yaitu menyampaikan nubuatan. (DN)

Photo by Marc-Olivier Jodoin on Unsplash

Kehancuran dari Pemberontakan

Ayat Alkitab: Yesaya 1:20

Memberontak merupakan sikap ketidaktaatan pada otoritas yang ada diatasnya. Tidak sedikit dari anak Tuhan yang menunjukan pemberontakan tanpa mengerti maksud rencana Allah karena merasa dirugikan oleh situasi. Sesungguhnya pemberontakan adalah ketidak percayaan pada sesuatu. Saul, ketika menjadi raja ia hidup dalam ketidaktaatan dengan sering memberontak kepada otoritas Allah. Saul sendiri yang memberi kesempatan pada Iblis untuk masuk dan meracuni hatinya sehingga dia lebih memilih jadi pemberontak. Samuel menegurnya dengan keras, “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah Tuhan, Allahmu, yang diperintahkanNya kepadamu; sebab sedianya Tuhan mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap.” Akibat memberontak kepada Tuhan kehidupan Saul berakhir dengan kehancuran.

Melihat kisah Saul, janganlah  pernah memberontak pada rencana Tuhan. Kehidupan Kristen didasari oleh ketaatan. Perhatikan Yesus, Dia adalah Anak Tunggal Bapa, tetapi Dia bersedia dengan taat menanggung murka Allah dengan mati diatas kayu salib. Hendaklah ketaatan jadi bagian dari karakter kita sebab ada ganjaran bagi mereka yang melakukannya yaitu memakan hasil yang baik. (EP)

Photo by Cristina Gottardi on Unsplash

Mengapa Harus Tunduk?

Ayat Alkitab: Ibrani 13:17-25

Penulis surat Ibrani mengajarkan kita untuk taat dan tunduk kepada para pemimpin. Mengapa demikian? Dijelaskan oleh penulis bahwa tanggung jawab seorang pemimpin rohani cukup berat, yakni sebagai orang yang harus berjaga-jaga atas jiwa mereka yang dipimpinnya. Hal ini berarti bahwa seorang pemimpin harus memperhatikan dan membimbing mereka yang dipimpinnya agar dapat terus bertumbuh di dalam iman kepada  Tuhan. Lebih detail lagi dijelaskan oleh Petrus dalam I Petrus 5:1-4, bahwa pemimpin rohani harus menggembalakan kawanan domba Allah yang dipercayakan kepadanya dengan sukarela dan dengan pengabdian diri, serta menjadi  teladan bagi mereka.Terhadap para pemimpin seperti inilah, penulis surat Ibrani menasihati jemaat agar taat dan tunduk kepada mereka.sehingga mereka melakukan tugasnya dengan gembira karena mendapatkan dukungan dari mereka yang dipimpinnya. Pemimpin yang memperoleh dukungan dari anggotanya, akan lebih maksimal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Mari belajar untuk taat dan tunduk kepada para pemimpin yang bertanggung jawab atas hidup kita di hadapan Tuhan., supaya mereka melakukan itu semua dengan sukacita dan pengabdian diri mereka (YS)

Photo by Kyle Glenn on Unsplash

Tetap Taat

Ayat Alkitab: 1 Petrus 2:18
“Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.”

Hari ini, kita belajar mengenai penghormatan akan para pemimpin kita, baik itu pemimpin rohani, pemimpin di dunia pekerjaan, maupun pemimpin di dalam keluarga. Apabila pemimpin kita adalah pemimpin yang penuh kharisma, penuh perhatian atau baik hati, tentu saja perintah ini mudah  untuk dilakukan. Akan tetapi apabila pemimpin kita adalah pemimpin yang kurang hebat, yang tidak peduli atau pemimpin yang tidak baik di dalam pandangan kita, apakah kita masih dapat taat kepada mereka? Dalam hal ini kita harus belajar dari pengajaran Alkitab, “Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.” (1 Petrus 2:18).

Alkitab mengajarkan bahwa kita harus selalu tunduk kepada pemimpin kita, sekalipun pemimpin kita bukanlah pemimpin yang kita suka. Sebab melalui semua pemimpin yang Tuhan tetapkan di dalam hidup kita, Tuhan mau terus membentuk kita menjadi seperti yang Tuhan ingini. Mulai saat ini belajarlah untuk tetap taat kepada pemimpin kita selama hal itu tidak bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan. Taat sekalipun tidak mudah dan lihatlah bagaimana cara Tuhan menolong serta membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. (FK)

Photo by Mark Duffel on Unsplash

Ibadah KAA Kelas Batita dan Balita – 22 Maret 2020

Dalam rangka mendukung gerakan “Social Distance” dari pemerintah Republik Indonesia untuk mengurangi jumlah penyebaran virus Corona, maka GIA Kopo Permai menyelenggarakan Ibadah Minggu pada tanggal 22 Maret 2020 secara daring, agar jemaat tetap dapat beribadah pada hari Minggu tanpa harus berkumpul di gereja.

Video ini dikhususkan bagi jemaat Sekolah Minggu kelas 1, 2, dan 3.

Semoga video ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. Sehat selalu dan kiranya tetap bersukacita. Tuhan memberkati kita semua.

Firman Tuhan: Ibu Linda

Ibadah KAA Kelas 123 – 22 Maret 2020

Dalam rangka mendukung gerakan “Social Distance” dari pemerintah Republik Indonesia untuk mengurangi jumlah penyebaran virus Corona, maka GIA Kopo Permai menyelenggarakan Ibadah Minggu pada tanggal 22 Maret 2020 secara daring, agar jemaat tetap dapat beribadah pada hari Minggu tanpa harus berkumpul di gereja.

Video ini dikhususkan bagi jemaat Sekolah Minggu kelas 1, 2, dan 3.

Semoga video ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. Sehat selalu dan kiranya tetap bersukacita. Tuhan memberkati kita semua.

Firman Tuhan: Ibu Linda