Author: BeeArt_Md
Korban yang Benar
Ibrani 11:1-3
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”
Kejadian 4:3-5 menceritakan bahwa Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya kepada Tuhan dan Habel mempersembahkan anak sulung kambing dombanya. Namun Tuhan mengindahkan persembahan Habel tetapi Kain dan korban persembahannya tidak. Bahkan dalam Ibrani 11:1-3 dikatakan bahwa Habel telah mempersembahkan yang lebih baik daripada Kain.
Apa yang membedakan korban Habel dan korban Kain ? Habel mempersembahkan korban persembahannya karena iman, dan pengenalan yang benar akan Allahnya, berdasarkan apa yang disampaikan orang tuanya (Adam dan Hawa) mengenai peristiwa kejatuhan mereka kemudian Tuhan memberikan kepada mereka pakaian dari kulit binatang, berarti ada binatang yang dikorbankan untuk dapat diambil kulitnya sebagai pakaian bagi manusia. Di sana mereka menyadari bahwa setiap korban harus ada penumpahan darah. Berbeda dengan Kaih yang mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya, sebatas korban ucapan syukur kepada Tuhan.
Biarlah kita menyadari bahwa korban yang benar itu mengandung unsur penebusan, harus ada darah yang ditumpahkan. Bagi kita yang hidup sekarang ini, korban Kristus di kayu salib dimana darah-Nya sudah ditumpahkan untuk pengampunan dosa kita, itu merupakan korban yang benar dan sempurna. (YS)
Ibadah Minggu 9 Agustus 2020
Selamat datang di Ibadah GIA Kopo Permai. Ibadah dimulai pada hari Minggu tanggal 9 Agustus 2020 pukul 08.00 WIB.
Jemaat dapat mengunduh warta jemaat di https://bit.ly/giakoper-warta-09agt20
Siapa yang Disembah
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11:36)
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (Roma 12:1)
“Kau kusembah, Kau kusembah, Kau Kau sembah oh Tuhan…” pernahkah kita mendengar penggalan lagu dengan kata-kata diatas ? Lagu ini sering dinyanyikan. Tapi biarlah bukan cuma lagu itu sering dinyanyikan tapi yang lebih penting adalah kata-kata dari lagu itu, apakah betul kita menyembah Tuhan dalam kehidupan kita? atau itu hanyalah ucapan di bibir saja. Roma 1136 mengatakan “sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia : bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Melalui ayat ini kita di-ingatkan bahwa hanya Tuhanlah yang layak disembah dan dipuji.
Tapi pujian dan penyembahan seperti apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita ? Banyak orang senang memuji Tuhan dan rasanya itu sudah cukup untuk menyenangkan Tuhan, padahal pujian yang sesungguhnya adalah ketika hidup kita adalah hidup yang berkenan kepada Tuhan. Itulah persembahan sejati kita di hadapan Tuhan seperti yang Roma 12:1 katakan bahwa hendaklah kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan berkenan kepada Tuhan. Selamat menyembah Tuhan lewat hidup kita masing-masing. (DT)
Pengenalan Menentukan Kualitas Penyembahan
Ada sebuah kalimat umum “Tak kenal maka tak sayang.” Biasanya kita merasa canggung dengan orang baru, karena kita tidak mengenal lawan bicara kita. Untuk berbuat baik satu kali terhadap orang yang tidak dikenalnya semua orang mampu, namun untuk menunjukan perhatian yang “intens” maka orang tersebut mengenalnya lebih dulu. Yohanes 4:21-24 mengambarkan bagaimana kondisi perempuan Samaria yang diterima oleh Yesus. Pembicaraan Yesus pada perempuan Samaria bukan sekedar basa-basi sebab Yesus mau menyatakan jika Allah sungguh mengasihi dia. Yesus mengetahui sikap hati perempuan yang rindu bertobat ini, tidak hanya membuka rahasia perempuan itu, Yesus juga memperkenalkan diriNya yang adalah Mesias yang ditunggu-tunggu itu. Yesus menjelaskan jika saatnya telah tiba dimana seluruh orang yang percaya akan menyembah Allah tanpa batasan tertentu.
Dari penuturan Yesus tersebut, tergugahlah hati perempuan Samaria ini dimana dia merasa dikenal oleh Mesias itu sendiri. Dengan berani dia memberitakan seluruh yang sedang terjadi kepada banyak orang sebab perempuan ini mengenal Yesus. Kualitas penyembahan kita ditentukan oleh seberapa kita mengenal Allah. (EP)
BeeGen Online Service – 2 August 2020
BeeGen Online Service – 19 Juli 2020
BeeGen Online Service – 12 Juli 2020
BeeGen Online Service – 5 Juli 2020
#BeeHivePodcast Ep.9 Karakter Manusia -Cautious/Melankolis-
OLA! Gimana kabar kalian? Semoga sehat smua! Thankyou guys udah stay tuned terus 🤗