Tetap Sadar Diri di Tengah Sukacita

đź’’Wordsđź“– of God Kamis, 26 Desember 2024

Lukas 1:57-66

Di Lukas 1:57-66, kita melihat sosok Elisabet yang punya iman teguh. Bayangkan, Elisabet adalah seorang wanita yang sudah tua dan bertahun-tahun merindukan seorang anak. Kini, doanya akhirnya dijawab!

Tapi, yang luar biasa adalah Elisabet sadar bahwa anak ini bukan hanya jawaban untuk keinginannya pribadi, melainkan bagian dari rencana besar Tuhan.

Saat upacara penyunatan dan pemberian nama anaknya yang berumur delapan hari, keluarga besar mereka berharap anak itu dinamai “Zakharia,” mengikuti tradisi. Tapi Elisabet tegas! Dia tetap memberi nama “Yohanes,” seperti yang Tuhan instruksikan melalui malaikat.

Bagi Elisabet, kebahagiaan besar karena akhirnya punya anak tidak boleh membuatnya lupa akan rencana Tuhan yang lebih besar.

Saudara, kadang saat kita mengalami kebahagiaan besar, kita bisa terlena dan lupa pada Tuhan. Mungkin kita terlalu sibuk menikmati euforia sehingga lupa bahwa segala hal yang kita dapatkan adalah bagian dari rencana-Nya.

Melalui Elisabet, kita diajak untuk tetap sadar diri di tengah sukacita. Kebahagiaan seharusnya mendekatkan kita pada Tuhan, bukan malah menjauhkan kita dari pekerjaan-Nya.

Jadi, apa pun bentuk sukacita yang kamu alami, ingatlah untuk tetap berpaut pada kehendak Tuhan. Jangan biarkan momen bahagia membuatmu lupa bahwa Tuhan punya rencana besar melalui hidupmu.

Tetap sadar, tetap bersyukur, dan tetap berjalan dalam rancangan-Nya. (MK)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Mazmur Dalam Natal

💒Word📖 of God🎚 Rabu, 25 Desember 2025

Mazmur 98:1
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.”

Sebuah lagu yang sering digaungkan pada saat momen natal ialah “Joy To The World”. Lagu ini diciptakan oleh seorang penyair dan penulis lagu terkemuka di Inggris bernama Isaac Watts. 

Saat Isaac berumur sembilan tahun, dirinya mampu untuk menguasai dua bahasa yaitu Yunani dan Latin. Semakin ia bertambah dewasa, dirinya kemudian mampu untuk berbahasa Ibrani dan sangat fasih dalam bahasa Inggris, Perancis, juga Jerman. Di usia dewasa itu, Isaac juga senang untuk menulis buku-buku filsafat berpengaruh pada abad ke17 dan 18. Terdapat satu hal yang menonjol bahwa minatnya terhadap menulis lebih condong kepada menulis lirik nyanyian.

Bagi Isaac, ia merasa bahwa seringkali dalam Allkitab bahasanya terlalu muluk dan pelik. Pada Akhirnya ia mengubah kata-kata dalam Alkitab menjadi lirik nyanyian.

Pada tahun 1719 terkumpulah 132 lagu yang terinspirasi dari Kitab Mazmur, dan salah satu lagunya ialah “Joy To The World” (dalam bahasa Indonesia “Hai Dunia Gembiralah”).

Lagu tersebut merupakan pengungkapan ulang dari Kitab Mazmur 98.
Pertanyaan yang muncul kini ialah apakah ada hubungannya nyanyian dalam Kitab Mazmur 98 dengan momen natal? Jika kita simak maka korelasi itu mengarah pada sebuah nyanyian yang konteksnya ialah bersorak untuk menyambut sesuatu.

Dalam Mazmur 98, pemazmur menuliskan bahwa Ia bersorak akan perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib yaitu bahwa konteksnya bangsa Israel dibebaskan oleh Raja Koresh untuk kembali pulang dan membangun kembali Bait Allah (ungkapannya mirip seperti di dalam Yesaya 44,52, dan 55). Sorakan yang ada dalam Mazmur 98 tentu memiliki motivasi yang berbeda dengan sorakan pada momen natal, namun yang perlu kita ingat adalah keduanya sama-sama menyorakkan tentang perbuatan ajaib yang dikerjakan Allah.

Pada momen natal ini, keajaiban yang dikerjakan Allah itu hadir dalam wujud seorang bayi yang lahir di kandang domba, di kota Bethlehem itu. Sosok bayi itu adalah Yesus Kristus adalah Allah itu sendiri yang karena kasih-Nya rela mengambil rupa sebagai seorang manusia. 

Mari saudara-saudara, kita sorakkan nyanyian kita untuk perbuatan Allah yang ajaib. (AH)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

MELUPAKAN UNTUK MEMPERBAIKI

💒 Words📖 of God🎚 Selasa, 24 Desember 2024

Matius 19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Jika kita jujur mengevaluasi diri kita selama tahun 2024, kita pasti menemukan banyak kesalahan yang telah kita lakukan, dan mungkin kesalahan sangat membekas dalam diri kita, sampai kita tidak bisa memaafkan diri sendiri karena hal tersebut.

Kita merasakan penyesalan yang mendalam ketika memikirkan kesalahan yang telah kita lakukan. Rasa menyesal karena telah berbuat kesalahan terhadap Tuhan merupakan hal yang baik di satu sisi, karena dengan demikian kita menyadari bahwa ada yang kurang pada diri kita. Namun di sisi lain akan menjadi buruk jika kita menghukum diri kita berlebihan.

Justru, rasa menyesal kita harus diikuti dengan pertobatan, yang artinya memperbaiki diri untuk tidak melakukan kesalahan tersebut di tahun yang baru nanti. Tuhan masih memberikan kita kesempatan yang baru untuk dapat memperbaik diri. Kita harus belajar untuk melupakan kesalahan yang telah kita perbuat.

Cara terbaik untuk melupakan adalah dengan memaafkan. Ya, memaafkan diri sendiri. Setelah kita memaafkan diri kita maka kita harus berkomitmen kepada Tuhan agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi di tahun yang baru dan memperbaiki kesalahan tersebut.

Komitmen kita harus dijalani dengan serius. Selain itu, kita harus menjalani komitmen tersebut dengan sungguh, yaitu berani meninggalkan kesalahan tersebut. Bila kita hanya menyesali kesalahan kita, tetapi tidak berubah atau tidak mau bertobat dengan sungguh, maka penyesalan itu tidak ada gunanya, Ingat, penyesalan saja tidak akan mengubah apa pun. (PI)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Yang kuat menanggung yang lemah

💒Word📖 of God🎚 Senin, 23 Desember 2024

Roma 15:1
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri

Ayat renungan hari ini mengingatkan kita bahwa yang kuat WAJIB menanggung yang lemah. Jika ayat ini diberikan kepada kita hari ini, berarti ayat ini untuk kita (saya).

Jadi coba kita merenung, sekarang ini kita punya kekuatan apa, apakah materi, apakah kepintaran, apakah perhatian, apakah kreatifitas, apakah jabatan, apakah keberhasilan dalam pekerjaan atau apa yang sekarang ini menjadi sesuatu yang kuat yang Tuhan berikan untuk kita.

Jika sudah merenung dan kita menemukan kekuatan kita, sekarang kita merenung kembali, adakah orang-orang di sekitar kita (keluarga kita, tetangga, temen kerja, temen gereja atau orang-orang lainnya di sekitar kita) yang lemah secara materi, kreatifitas, iman pengenalan akan Tuhan, tidak punya teman (orang yang memperhatikan dia), pendidikan atau kelemahan lainnya ?

Sekarang lah waktunya kekuatan kita berikan untuk membantu mereka yang lemah. Jangan tunggu waktu lagi, jika Roh Kudus sudah tunjukkan apa kekuatan kita dan siapa yang harus kita bantu, SEGERA lakukah hari ini juga karena ayat renungan hari ini mengatakan siapa yang kuat WAJIB membantu yang lemah.

Selamat membantu siapapun yang butuh bantuanmu hari ini ! 🙏(DT)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

TUHAN MAHA BESAR

💒 Word📖 of God🎚 Sabtu, 21 Desember 2024

Mazmur 135:5 “Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah.”

Dalam ilmu pengetahuan, ada prinsip antropis, yang mengungkapkan bahwa setiap detail yang terdapat dalam alam semesta telah dirancang dengan ketepatan yang sempurna untuk memungkinkan manusia hidup.
Misalnya, jarak antara bumi dengan matahari, yang berjarak sekitar 148 juta km. Jika jarak bumi dengan matahari lebih jauh, maka planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil, sehingga bisa mengakibatkan manusia tidak dapat bertahan hidup. Jika jaraknya lebih dekat, maka  planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil, dan hal ini juga  bisa mengakibatkan manusia tidak dapat bertahan hidup

Jadi jarak bumi dengan matahari telah diatur oleh Tuhan sedemikian rupa untuk menjaga kita tetap dalam keadaan baik. Bukankah ini sesuatu yang menunjukkan kebesaran Tuhan bagi hidup kita?

Dalam Nats Alkitab yang kita baca hari ini dikatakan bahwa pemazmur tahu Tuhan itu Maha Besar dan Tuhan itu melebihi segala allah. TUHAN melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya; Oleh karena itu pemazmur bisa melihat karya kebesaran Tuhan di dalam kehidupan bangsa Israel, yang memberikan kepada mereka pertolongan dan kemenangan yang besar.

Permasalahannya adalah banyak orang percaya hanya tahu saja Tuhan itu Maha Besar, tetapi tidak ada pengakuan dan iman kepada kebesaran Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari, sehingga banyak dari antara orang percaya tidak pernah melihat mujizat Tuhan, bahkan pada akhirnya meragukan Tuhan.

Hari ini, jika kita mengetahui dan mengakui Tuhan itu Maha Besar, maka seharusnya tindakan kita adalah hidup dalam iman dan ketaatan kepada kehendak Tuhan (Mazmur 135:6). Kita harus  banyak memuji dan memuliakan Tuhan serta mengucap syukur di dalam segala hal kepada Tuhan. Sebab kita percaya Tuhan sedang bekerja di dalam segala sesuatu untuk menunjukkan kebesaran-Nya di dalam hidup kita.#FK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Praktik “SALING

💒 Word📖 of God🎚 Jumat, 20 Desember 2024

Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik (Ibrani 10:24).

Setiap orang percaya dipanggil untuk terlibat dalam membangun tubuh Kristus, melalui gereja dan komunitas orang percaya di sekitar kita. Gereja seharusnya menjadi wadah yang efektif untuk mempraktikkan apa yang dinasihatkan oleh penulis surat Ibrani.

Hal ini paling mudah dilakukan lewat kelompok kecil (di gereja kita disebut Family care atau disebut F-care), di mana setiap orang percaya bisa saling memperhatikan, saling mendorong dalam kasih dan bekerja sama dengan baik.

Paulus dalam pelayanannya tidak pernah pergi sendiri. Dia selalu bekerja dengan rekan lainnya. Memang sulit untuk menemukan orang yang memiliki visi sama. Dibutuhkan keterbukaan dan kerendahan hati untuk saling memahami dan sepakat membangun visi bersama seperti apa yang telah Tuhan taruh dalam diri pemimpin kita.

Percayalah kalau kita mau mempraktikkan prinsip saling ini, maka Tuhan akan membawa kita dalam sebuah perjalanan dan pencapaian yang jauh lebih berarti dan membuat kita makin bersemangat dalam mengiring Tuhan.

Marilah kita terus saling menopang dan bekerja sama dalam pelayanan kita kepada Tuhan dengan kasih dalam mempraktikkan prinsip “saling” .#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Jangan Angkuh!

💒Word📖 of God🎚 Kamis, 19 Desember 2024

Amsal 16:18
“Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”

Di Amerika Serikat ada seorang pemeran film, model, dan juga penyanyi yang sangat terkenal di tahun 1950-1960an bernama Marilyn Monroe. Dirinya adalah sosok bintang yang tersohor melalui film-film besar di Hollywood pada tahun itu. Seluruh perhatian mediapun seringkali menyoroti kehidupannya yang terkenal tersebut.

Suatu ketika pada saat dirinya akan melakukan sebuah pertunjukan yang diperankannya, seorang pendeta besar dari Amerika bernama Billy Graham mendatanginya. Billy Graham menyatakan bahwa dirinya digerakan oleh Roh Kudus untuk datang kepada Marilyn dan menyampaikan Injil kepadanya. Namun setelah Billy Graham menyampaikan pesan Firman Tuhan, Marilyn memberikan respon dengan berkata bahwa “I don’t need your Jesus” (“aku tidak memerlukan Yesusmu”). Seminggu setelah itu, Marilyn Monroe ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya akibat terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan atau yang sering dikenal dengan “overdosis”.

Melalui kisah tragis seorang artis dari Amerika tersebut, setiap kita perlu belajar bahwa setiap kita jangan pernah bersikap angkuh. Keangkuhan manusia seringkali mudah muncul karena didorong oleh ketenaran, kekayaan, bahkan kehebatan yang berada di atas rata-rata. Sifat angkuh inilah yang dibenci oleh Allah, sebab hal tersebut adalah kekejian bagi-Nya (Ams. 16:5). 

Kehidupan manusia banyak diwarnai oleh sifat angkuh ini oleh karena manusia senang untuk mendapatkan pusat perhatian dari banyak orang. Saat seseorang telah dikuasai oleh rasa angkuh, bersiaplah bahwa ia akan merasakan dampak yang akan menjatuhkan dirinya sendiri.

Kini setiap kita yang sudah mengenal Kristus Yesus harus meminta ampun terlebih dahulu jika kita merasa memiliki sifat ini. Lalu kita meminta pertolongan Tuhan untuk memberikan kerendahan hati yang senantiasa membutuhkan pertolongan Tuhan dalam seluruh kehidupan kita.

Pernyataan Marilyn Monroe merupakan pembelajaran bagi kita bahwa tidak ada satu manusiapun yang tidak butuh sosok pribadi ilahi dalam hidupnya. Tidak peduli seberapa banyak kekayaan, popularitas, kedudukan yang manusia miliki, tetaplah kita semua adalah manusia biasa yang membutuhkan Tuhan. Berdoalah kepada-Nya senantiasa untuk memimpin kehidupan kita dan percayalah kepada seluruh perlindungan-Nya bagi keselamatan kita. Amin (AH)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Iri Hati

💒Word📖 of God🎚 Rabu, 18 Desember 2024

Yakobus 3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat

Iri hati dan mementingkan diri sendiri sepertinya sebuah dosa kecil. Toh itu hanya berhubungan dengan diri sendiri dan tidak mencelakakan orang lain bukan?

Pemahaman ini salah, karena justru apa yang muncul di pikiran kita akan terwujud dalam tindakan kita. Ketika hati kita dipenuhi dengan perasaan iri hati dan mementingkan diri sendiri, hal ini akan mendorong kita untuk melakukan sesuatu yang bisa saja membuat rugi atau mencelakakan orang lain.

Ketika kita iri hati pada seseorang, terkadang muncul pikiran jahat kita untuk menjatuhkan orang tersebut. Ketika mementingkan diri sendiri menguasai hati kita, apapun yang kita perbuat selalu berfokus untuk saya dan saya. Tidak peduli orang lain dirugikan atas tindakan kita yang penting saya diuntungkan. Oleh karena itu ayat diatas menyatakan ketika ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, pastilah akan muncul kekacauan.

Setiap kita diciptakan sebagai mahluk sosial dan sebagai anak-anak Tuhan, kita digambarkan sebagai Tubuh Kristus. Bagaimana gak kacau jika kita sebagai “tangan” kita iri pada “mata” dan selalu mengganggu mata dengan cara apapun (dicolok dll)….. kacau sekali bukan?

Jadi….. ketika perasaan iri dan mementingkan diri sendiri sedang muncul dalam pikiran kita, cepatlah minta kekuatan Roh Kudus untuk membuangnya, sebelum kekacauan demi kekacauan terjadi. (DT)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Tuhan Tidak Terbatas

💒 Word📖 of God🎚 Selasa, 17 Desember 2024

Lukas 2:1-7

Cerita ini adalah tentang kelahiran Yesus, Sang Juruselamat yang sudah lama dinantikan. Dia membawa harapan besar, terutama bagi Maria dan Yusuf, orang tuanya.

Di tengah kebijakan sensus penduduk yang dilakukan Kaisar Agustus, Lukas, penulis Injil, sengaja mencatat momen ini untuk menunjukkan bahwa Yesus lahir di masa sejarah yang nyata. Selain itu, ini juga membuktikan Yesus berasal dari garis keturunan Daud, sehingga Yusuf dan Maria harus pergi ke Betlehem, kota asal Daud.

Saat semua orang sibuk mencari tempat untuk menginap karena sensus, Maria tiba-tiba harus melahirkan. Tapi karena tidak ada penginapan yang tersedia, Yesus lahir di sebuah tempat sederhana dan dibaringkan di palungan, tempat makan ternak. Kelahiran ini terlihat begitu sederhana, bahkan terkesan menyedihkan. Namun, di balik itu semua, ada pesan besar: harapan tetap hidup.
Yesus lahir di tengah perjalanan penuh tantangan, tapi ini menunjukkan bahwa kuasa Tuhan tidak pernah terhambat oleh situasi apa pun.

Bahkan di tempat yang sederhana seperti palungan, Tuhan tetap hadir. Kasih-Nya terlalu besar untuk dibatasi oleh apa pun, termasuk keadaan yang tampaknya tidak ideal.

Buat kamu yang sedang merasa hidup ini berat, yang mungkin cemas akan masa depan, merasa takut, atau kecewa karena kenyataan tidak sesuai harapan, pesan ini adalah pengingat bahwa kasih Tuhan tidak pernah berhenti bekerja. Tuhan tidak akan membiarkan situasi sesulit apa pun menghalangi Dia untuk hadir dan menyatakan kasih-Nya dalam hidupmu.

Ingat, Tuhan selalu punya cara untuk menjangkau dan menguatkanmu, bahkan di tengah keterbatasan.#MK

Team Pasori
GIA Kopo Permai

IDE DAN PROSES PENGERJAAN

💒 Words📖 of God🎚 Senin, 16 Desember 2024

2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Segala sesuatu di bumi ini diciptakan melalui dua tahap, yaitu penciptaan secara ide. setelah itu barulah dikerjakan. Contohnya software Microsoft buatan Bill Gates. Microsoft pasti dimulai dengan ide dalam otak Bill Gates. Gates tidak mungkin langsung membuat Microsoft tanpa ide atau konsep yang jelas. Pasti setelah ide dalam kepala Bill Gates langkap, barulah ia memulai proses pengerjaan Microsoft dibantu oleh teman atau karyawannya suatu hari.

Kurang lebih cerita ini bisa sedikit menggambarkan bagaimana Alkitab ditulis. Memang Alkitab ditulis oleh para nabi dan murid Yesus yang adalah manusia. Namun hal itu tidak berarti bahwa Alkitab bukan firman Allah. “Ide” Alkitab berasal dari Allah, tetapi dalam proses pengerjaannya, Allah memakai orang-orang pilihan-Nya. Allah ibarat Bill Gates yang memberikan ide dan para penulis ibarat teman-teman Gates yang membantunya menciptakan software itu. Meskipun manusia yang menulis, tapi “ide”nya berasal dan Roh Kudus yang adalah Allah itu sendiri. Jadi tetap harus dikatakan bahwa Alkitab adalah firman Allah. Karena idenya berasal dari Allah.

Mengapa tidak Roh Kudus langsung menulis dan menurunkan Alkitab dari surga? Karena semua ada aturannya. Alkitab harus ditulis oleh manusia sebagai kesaksian bahwa ada orang yang benar-benar melihat Tuhan dan memahami ajaran-Nya. Kalau Alkitab ditulis dari surga, maka bisa diragukan kebenarannya. karena siapa yang bisa tahu apakah itu dari surga atau bukan? Makanya, Alkitab ditulis dengan ilham Roh melalui manusia yang ditentukan Tuhan.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Permai