Tuhan memberi kekuatan

⛪ WORD of GOD 📖 Kamis, 7 Mei 2020

Filipi 4:12
Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.

Tuhan tak pernah janjikan langit selalu biru, atau jalan selalu rata. Nyatanya ada banyak kesulitan dan air mata😭 tapi juga tidak sedikit berkat melimpah.🎊

Ayo belajar dari mental baja seorang rasul Paulus.
Rasul Paulus bisa hadapi segala situasi. Dia pernah alami kekurangan, dia juga pernah alami kelimpahan, dia tau apa itu kenyang, dia juga tau apa itu kelaparan… Situasi dan kondisi berubah-ubah, dia bisa hadapi semua, dia bisa bertahan bahkan bisa melewatinya; oleh karena Tuhan yang beri dia kemampuan/ kekuatan (Filipi 4:13)😇💪.

kita juga pasti bisa. Lewat situasi pandemik sekarang ini percayalah .. Tuhan sedang memperkuat karakter kita sebagai orang-orang percaya yang memiliki iman seperti baja. God bless🙏😇

#stayathome#intimacywith✝️#

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Jangan Kuatir

⛪ WORD of GOD 📖
Selasa, 5 Mei 2020

Filipi 4:6
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Bersyukur merupakan salah satu bentuk pernyataan iman yang positif. 👍 Dan pada umumnya orang mengartikan iman sebagai rasa percaya yang bersifat positif. Padahal ada juga percaya yang bersifat negatif, yaitu kekuatiran.🤔😟
Orang yang kuatir adalah orang yang percaya bahwa keadaan yang bersifat negatif akan menimpa dirinya.

Solusi terhadap rasa kuatir ini yang dikemukakan oleh rasul Paulus di dalam Filipi 4:6 ini. Di mana ia memberi nasihat agar orang tidak usah merasa kuatir. Untuk itu ia juga menunjukkan jalan keluar terhadap kekuatiran tersebut, yaitu melalui “doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”🙇‍♀️🤷‍♂️ Tidak hanya sekadar mengutarakan keinginan kita kepada Allah melalui doa dan permohonan, namun kita harus memanjatkannya dengan sikap hati yang bersyukur. Artinya kita yakin bahwa doa dan permohonan kita tidak akan sia-sia.

Itulah sikap iman yang positif, yaitu percaya bahwa Tuhan akan menepati janji-Nya. Sikap hati yang positif ini akan menghapuskan kekuatiran di dalam diri kita.

Tim Pastori GIA KoPer

Kembali kepada Tuhan

Word of God Sabtu, 2 Mei 2020

Ulangan 4: 30
Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada Tuhan, Allahmu dan mendengarkan suaraNya”.

Terkadang 🤔… jika semuanya aman-aman saja kita lupa dengan Tuhan✝️..dan kita baru ingat saat kondisi terdesak.😭

Ayat ini begitu pas dengan kondisi saat ini.
Di Eropa .. ada begitu banyak 💒 gereja kosong dan dijual karena sudah lama tidak ada jemaat yang hadir👩‍👩‍👦‍👦. Dengan kemajuan teknologi… seakan Tuhan✝️ tidak diperlukan lagi…

Tapi hanya dengan virus yang bahkan tidak terlihat.🦠dunia “tersentak” bahwa ✝️ Tuhanlah Sang Pemilik alam semesta dan kehidupan….

Orang mulai berbalik dan mencari Tuhan🙋‍♂️🙇‍♀️.🙏.bahkan di pinggir jalanpun tanpa pendeta yang memimpin ..jalanan berubah menjadi “acara doa bersama” 🙇‍♂️🙇‍♀️dengan kehadiran “jemaat” yang banyak. Tanpa musik, tanpa WL .. tapi hati mereka mengagungkan kebesaran Tuhan.💖🎶
Yaa.. ternyata Tuhan ijinkan suatu keadaan begitu terjepit, hanya untuk membawa kita kembali kepada Tuhan. …… Karena itu bersyukurlah 🙋‍♀️untuk apapun yang kita alami saat ini, karena Tuhan✝️ tidak pernah ijinkan sesuatu terjadi tanpa ada tujuan terbaik yang Tuhan rancangkan dibalik semuanya itu.🌈

#stayathome#intimacywith✝️#

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Tenang Dekat Allah

Word of God Kamis, 30 April 2020

Mazmur 62:2-3

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

Gunung batu dan kota benteng adalah gambaran perlindungan zaman dulu. Kalau di zaman sekarang mungkin seperti polisi, tentara, satpam, memiliki asuransi, memiliki tabungan, dan sebagainya. Bisa juga ibarat APD yang dipakai tim medis menangani pasien Covid.

Bayangkan jika tak ada polisi, tentara, dan pelindung hukum, apa jadinya negeri kita? Pasti kacau balau.

Seseorang yang memiliki asuransi dan tabungan pasti lebih tenang hidupnya daripada yang tidak punya. Tanpa APD seorang dokter pun takut mendekati pasien Covid.

Namun bagi kita orang percaya, Tuhan lah ‘asuransi kita’, Tuhan lah polisi kita. Dialah APD bagi kita, pelindung dan penjaga yang tidak pernah tertidur atau terlelap. Dia perkasa dan maha Kuat, tak ada yang bisa menembus pagar perlindungan-Nya. Sebab itu jangan takut, jagalah hubungan yang baik dengan penjamin keselamatan kita. (Team pastori GIA KoPer).

Stay at Home

Word of God Selasa, 28 April 2020

Amsal 22:3

“Kalau orang bijak melihawt malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.”

“Stay at home” atau “di rumah saja” merupakan himbauan pemerintah saat ini ketika menghadapi pandemi covid 19. Lakukan segala aktifitas dari rumah:

  • bekerja dari rumah
  • belajar dari rumah
  • ibadah pun dari rumah

Tetapi tidak semua orang dengan sukarela mentaati himbauan pemerintah tersebut. “….. saya kan punya Tuhan, masa saya kalah sama corona? “…. saya kan masih muda, jadi imunitas saya masih bagus, jadi masih bisa menangkal corona”, dan berbagai alasan lainnya.

Amsal 22:3 mengingatkan kita, sekalipun kita punya Tuhan yang hebat, tapi Tuhan juga meminta kita agar bisa bertindak bijaksana. Jika ada malapetaka yang mengincar kita, bersembunyilah.

Ayat ini juga memeguhkan kita bahwa taat pada aturan pemerintah untuk “di rumah saja” adalah merupakan tindakan bijak, karena Tuhan pun mau kita “bersembunyi dari malapetaka, bukan “berjalan terus tapi akhirnya kena celaka.”

Mari dia di rumah saja dan taati himbauan pemerintah sesuai dengan firman Tuhan hari ini. – (Team Pastori GIA KoPer)

 

Serahkan Kuatirmu pada Tuhan

Word of God Sabtu, 25 April 2020

I Petrus 5:7

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Sebagai manusia yang memiliki banyak kekurangan dan sering merasakan kekuatiran, jangan pernah berhenti berharap kepada sang Pemberi dan Pemilik kehidupan ini.

Karena Tuhan adalah pemberi dan pemilik hidup kita, jangan pernah meragukan Tuhan untuk bekerja di dalam memelihara hidup kita.

Dengan wabah yang saat ini sedang melanda Indonesia, yakni Covid-19, jangan pernah kuatir akan hal itu.

Kita sebagai manusia harus memiliki iman yang besar, maka dari itu harus menyerahkan segala kekuatiran kita kepada-Nya. biarlah Tuhan melakukan bagian-Nya dan kita sebagai manusia melakukan kewajiban kita, yaitu berserah penuh kepada-Nya.

Yang harus diingat adalah miliki iman dan pengharapan yang besar kepada-Nya karena Dia berkuasa atas hidup kita.

Keadaan sekitar mungkin membuat kita semakin resah dan kuatir, tetapi tetaplah percaya bahwa Tuhan akan selalu memelihara kita hari demi hari. (Team Pastori GIA KoPer)

Pemeliharaan Tuhan Sempurna

Yosua 5:12

“Lalu berhentilah manna itu,  pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu……”

Manna yang dinikmati selama 40 tahun di padang gurun, berhenti setelah umat Israel makan hasil panen. Luar biasa pemeliharaan Tuhan.

Mari renungkan kebaikan Tuhan: Mereka tidak bekerja selama 40 tahun, dan selama itu pula Tuhan menyediakan makanan untuk mereka. Bukan berarti Tuhan ingin mereka tak perlu bekerja atau bermalas-malas saja, tetapi memang mereka masih dalam perjalanan. Sewaktu-waktu tiang awan dan tiang api naik, mereka harus berjalan lagi. ketika sudah di negeri Kanaan, pada saat mereka mulai menikmati hasil tanah negeri itu, maka berhentilah manna itu.

Di masa krisis seperti sekarang ini, percayalah Tuhan juga akan memelihara kita semua. Jika memang masih bisa bekerja, lakukan yang terbaik. Jika benar-benar tidak bisa bekerja lagi karena PSBB/lockdown, percayalah bahwa Tuhan akan menyediakan berkat-Nya bagi kita. (Team Pastori GIA KoPer – Word of God 23 April 2020)

Tenanglah, Jangan Takut!

Hari-hari ini kita banyak diliputi dengan ketakutan.

…. takut terpapar virus corona, takut di PHK, takut ga bisa makan, takut orang jahat dan banyak lagi ketakutan-ketakutan lainnya.

“Ah saudaraku….., makanya jangan kirim-kirim WA dengan berita yang menakutkan dong.”  Itulah yang sebagian orang katakan hari-hari ini.

Mazmur 43:6

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Di ayat tersebut, Daud berkata kepada jiwanya sendiri, supaya jiwanya tenang, tidak gelisah dan dia ingatkan jiwanya… ayo bangun, jangan gelisah lagi, jangan takut lagi, sebentar lagi pasti aku akan bersyukur lagi karena Tuhan lah penolongku dan Allahku.

Saudaraku, kita bisa meminta teman kita untuk tidak kirim berita yang menakutkan, tetapi kita gak bisa menjamin bahwa ketakutan kita akan lenyap karena begitu banyak berita yang datang dan ga bisa dibendung semuanya.

Jadi, jiwa kitalah yang harus bangun, katakan kepada jiwa kita seperti yang Daud katakan: “Hai jiwaku, tenanglah, jangan takut, jangan gelisah, tetapi mendekatlah engkau hai jiwaku kepada Tuhan, karena Dialah Allahku dan Penolongku yang dahsyat. (Team Pastori GIA Koper #Dh) Word of God 20 April 2020