💒Word📖 of God🎚 Rabu, 25 Desember 2025
Mazmur 98:1
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.”
Sebuah lagu yang sering digaungkan pada saat momen natal ialah “Joy To The World”. Lagu ini diciptakan oleh seorang penyair dan penulis lagu terkemuka di Inggris bernama Isaac Watts.
Saat Isaac berumur sembilan tahun, dirinya mampu untuk menguasai dua bahasa yaitu Yunani dan Latin. Semakin ia bertambah dewasa, dirinya kemudian mampu untuk berbahasa Ibrani dan sangat fasih dalam bahasa Inggris, Perancis, juga Jerman. Di usia dewasa itu, Isaac juga senang untuk menulis buku-buku filsafat berpengaruh pada abad ke17 dan 18. Terdapat satu hal yang menonjol bahwa minatnya terhadap menulis lebih condong kepada menulis lirik nyanyian.
Bagi Isaac, ia merasa bahwa seringkali dalam Allkitab bahasanya terlalu muluk dan pelik. Pada Akhirnya ia mengubah kata-kata dalam Alkitab menjadi lirik nyanyian.
Pada tahun 1719 terkumpulah 132 lagu yang terinspirasi dari Kitab Mazmur, dan salah satu lagunya ialah “Joy To The World” (dalam bahasa Indonesia “Hai Dunia Gembiralah”).
Lagu tersebut merupakan pengungkapan ulang dari Kitab Mazmur 98.
Pertanyaan yang muncul kini ialah apakah ada hubungannya nyanyian dalam Kitab Mazmur 98 dengan momen natal? Jika kita simak maka korelasi itu mengarah pada sebuah nyanyian yang konteksnya ialah bersorak untuk menyambut sesuatu.
Dalam Mazmur 98, pemazmur menuliskan bahwa Ia bersorak akan perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib yaitu bahwa konteksnya bangsa Israel dibebaskan oleh Raja Koresh untuk kembali pulang dan membangun kembali Bait Allah (ungkapannya mirip seperti di dalam Yesaya 44,52, dan 55). Sorakan yang ada dalam Mazmur 98 tentu memiliki motivasi yang berbeda dengan sorakan pada momen natal, namun yang perlu kita ingat adalah keduanya sama-sama menyorakkan tentang perbuatan ajaib yang dikerjakan Allah.
Pada momen natal ini, keajaiban yang dikerjakan Allah itu hadir dalam wujud seorang bayi yang lahir di kandang domba, di kota Bethlehem itu. Sosok bayi itu adalah Yesus Kristus adalah Allah itu sendiri yang karena kasih-Nya rela mengambil rupa sebagai seorang manusia.
Mari saudara-saudara, kita sorakkan nyanyian kita untuk perbuatan Allah yang ajaib. (AH)
Team Pastori,
GIA Kopo Permai