BERBEDA TAPI SAMA

💒 Words📖 of God🎚️ Kamis, 15 Agustus 2024

Roma 13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Setiap kita tidak mungkin dilahirkan tanpa memiliki potensi. Tuhan Yang Maha adil pasti memberikan kepada tiap kita potensi yang berbeda-beda untuk dipakai bagi kemuliaan- Nya. Potensi tidak berbicara tentang buruk atau bagus, kita tidak dapat berkata kepada orang lain potensinya buruk hanya karena potensi yang Tuhan berikan berbeda satu sama lain. Perbedaan tidak dapat membuat kita menilai suatu potensi adalah buruk. Potensi menjadi buruk kalau potensi tersebut tidak dikembangkan dengan baik dan tidak dipergunakan untuk Tuhan. Dengan perbedaan yang Tuhan berikan kita dituntut untuk saling mengasihi, bukan saling mencala.

Seperti Roma 13:10 yang berkata kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia. yang artinya apa pun perbedaannya kita tidak boleh mencela dan berbuat jahat kepada orang lain. Perbedaan pasti ada, namun kasih menyatukan satu sama lain.

Tuhan menciptakan perbedaan antara satu dengan yang lain bukan untuk memecah belah, tetapi untuk saling melengkapi. Seperti satu band, tanpa pemain piano band itu akan terasa sepi, begitu juga tanpa gitar pasti musik akan terasa kurang. Maka, tidak ada yang patut dibanggakan atau merasa lebih dari yang lain. Potensi boleh berbeda, tetapi kita semua memiliki satu tujuan, yaitu memuliakan nama Tuhan lewat potensi yang diberikan. Berbeda potensi namun memiliki tujuan yang sama.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Tetap Bertahan Di Tengah Pencobaan

💒 Word📖 Of God🎚️ Rabu, 14 Agustus 2024

(Lukas 4:1-8)

Kisah pencobaan Yesus di padang gurun memang diawali dengan narasi yang cukup mudah disalahpahami, yakni seolah-olah Roh Kudus secara sengaja ‘menjebak’ Tuhan Yesus untuk dicobai oleh Iblis. Apakah memang demikian?

Terdapat beberapa hal yang perlu kita pahami untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pertama, catatan tentang Roh Kudus yang berperan membawa Tuhan Yesus ke padang gurun menunjukkan bahwa Tuhan Yesus bertindak di dalam Roh itu sendiri, penegasan identitas-Nya sebagai Anak Allah.

Kedua, masa empat puluh hari di padang gurun menjadi bentuk pengalaman yang begitu erat dengan pengalaman bersejarah bagi bangsa Israel, khususnya saat mereka hidup dalam pengembaraan selama empat puluh tahun di padang gurun.

Ketiga, Roh Kudus tidaklah menghadirkan Iblis untuk mencobai Tuhan Yesus selama di padang gurun, melainkan Iblis menggunakan kesempatan tersebut sebagai celah untuk mencobai Tuhan Yesus.

Masa 40 hari di padang gurun menjadi sebuah proses persiapan dari Tuhan Yesus untuk memulai seluruh rangkaian pelayanan mesianik-Nya. Hal ini pun bukan tanpa makna yang mendalam. Sekali lagi, masa 40 hari itu melekat dengan masa 40 tahun pengembaraan bangsa Israel yang hidup mengembara di padang gurun dan tetap berada dalam perlindungan Tuhan.

Hal ini pula yang tergambar secara jelas dalam kisah 40 hari kehidupan Tuhan Yesus di padang gurun. Iblis memang hadir dan menggunakan praktik berpuasa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus sebagai celah untuk menjatuhkan-Nya ke dalam dosa. Namun, keintiman relasi dan bimbingan dari Roh Kudus adalah ‘tameng’ iman Yesus melawan semua cobaan tersebut.

Saudara yang terkasih, kisah ini semestinya cukup untuk menyadarkan setiap umat Tuhan bahwa kehidupan ini penuh dengan segala bentuk pencobaan yang dapat menjatuhkan kita ke dalam dosa. Hal ini bukan serta-merta kita harus membenci kehidupan maupun membenci dunia. Justru, kita perlu memaknai seluruh kehidupan ini sebagai proses kehidupan, pengembaraan yang membutuhkan ketahanan uji sebagai umat percaya. Kita tidak perlu khawatir atas semua kemungkinan hadirnya Iblis yang selalu berupaya untuk menghancurkan relasi dan iman kita kepada Tuhan. Kehadiran Roh Kudus yang selalu memberikan bimbingan dan keintiman relasi dengan Tuhan adalah pertahanan untuk menghadapi berbagai model pencobaan.#MK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

MELAYANI TUHAN DENGAN SUKACITA

💒 Words📖 of God🎚️ Selasa, 12 Agustus 2024

Efesus 6:5-7 (TB) Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

Mengapa orang Kristen harus melayani dengan penuh sukacita? Alasannya adalah karena kita mengerjakannya atas dasar CINTA kepada Yesus.
Bahkan melayani Tuhan dengan sukacita itulah yang membuat kita tidak lagi menghabiskan waktu untuk berpikir tentang semua yang kita ingin miliki dalam dunia ini.
Sukacita dan kerelaan hati dalam melayani, akan berdampak besar dalam hidup kita karena Tuhan berkenan akan pelayanan kita.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Efesus yang secara khusus ditujukan kepada para hamba dan tuan, mengingatkan setidaknya ada empat karakteristik yang Paulus ingatkan kepada mereka. Pertama, seorang hamba harus menaati dan melayani tuannya dengan hormat dan tulus hati (ay. 5).
Kedua, pelayanan yang mereka lakukan haruslah dilakukan dengan bersungguh-sungguh (ay. 6a).
Ketiga, melakukannya dengan teliti, dalam arti mereka tidak boleh bertindak hanya untuk menyenangkan hati manusia dan seolah-olah tidak peduli untuk menyenangkan hati Allah (ay. 6b).
Keempat, apa yang mereka kerjakan haruslah dilakukan dengan perasaan yang senang hati, dalam arti melayani tuan mereka seperti apa yang Allah kehendaki untuk mereka lakukan, tidak dengan enggan dan terpaksa, melainkan dengan penuh kerelaan dan senang hati.

Melalui 4 karakterisitik ini marilah kita juga bersama-sama belajar untuk menjadi anak-anak Tuhan yang melayani-Nya dengan hor

mat, tulus hati, bersungguh-sungguh, teliti dan bersukacita, biarlah segala hormat pujian dan kemuliaan hanya bagi Tuhan kita Yesus Kristus. Amin (YHN)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

TAK BERKESUDAHAN KASIH SETIA TUHAN

💒 Word📖 of God🎚️ Senin, 12 Agustus 2024

Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:22,23).

Setiap kali menghadapi masalah dalam hidup kita, ingatlah selalu, bahwa sebagaimana malam gelap akan digantikan fajar pagi yang merekah, sedemikian itu juga seharusnya keyakinan iman kita, bahwa Tuhan akan menggantikan semua beban pergumulan kita dengan sukacita kemenangan di dalam Tuhan.
Hal ini yang coba diungkapkan oleh nabi Yeremia sesuai nats kita hari ini. Saat umat Allah begitu merasa putus asa saat Yerusalem diserang oleh pasukan Babel, nabi Yeremia berkata bahwa mereka tetap memiliki alasan untuk berharap menerima kasih setia dan rahmat dari Tuhan.

Ingatlah akan sebuah pujian yang seringkali kita nyanyikan, … “seperti pelangi sehabis hujan, itulah janji setia-Mu Tuhan….”

Jangan biarkan kekecewaan atau rasa duka karena pergumulan hidup yang kita hadapi menghalangi kita untuk merasakan kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan.

Setiap hari yang baru memberikan kepada kita alasan yang baru untuk menikmati kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan.#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

MENJADI BERKAT BAGI KOTA DAN BANGSA

💒 Word📖 of God🎚️ Sabtu, 10 Agustus 2024

Ester 9:22 “Karena pada hari-hari itulah orang Yahudi mendapat keamanan terhadap musuhnya dan dalam bulan itulah dukacita mereka berubah menjadi sukacita dan hari perkabungan menjadi hari gembira, dan supaya menjadikan hari-hari itu hari perjamuan dan sukacita dan hari untuk antar-mengantar makanan dan untuk bersedekah kepada orang-orang miskin.”

Kisah Ester dan Mordekhai ini sungguh menarik dan penting, dari bukan siapa-siapa akhirnya menjadi orang penting di kota dan bangsanya. Diawali dengan Tuhan memakai Mordekhai untuk menegaskan dan mengkonfirmasi panggilan Ester sehingga Ester dapat melihat adanya sebuah tanggung jawab yang Tuhan taruh dalam dirinya. Ester terus mengikuti panggilan itu dan berjalan dalam kebenaran.

Bahkan sampai saat sudah menjadi ratu, Ester tetap bersikap benar dan mengandalkan Tuhan, tetap menghormati raja sebagaimana seharusnya kita lakukan dalam hidup kita. Hal yang sama hendaknya kita lakukan, menghormati Tuhan dan juga pemerintah atau orang yang berkuasa di atas kita, dan menghormati juga keluarga yang ada di sekeliling kita. Ester melakukan apa yang bisa dia lakukan dalam kehidupannya, dan Tuhan melakukan jauh melebihi dari apa yang dapat Ester lakukan.

Pada hari ini, marilah kita membuat komitmen untuk senantiasa berjalan dalam kebenaran Tuhan, taat dan setia pada kehendak-kehendak-Nya. Biar janji-janji Tuhan digenapi dalam hidup kita, dan kita bisa menjadi berkat buat kota dan bangsa, serta nama Tuhan Yesus Kristus saja yang dimuliakan.#FK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

BUKAN MILIK KITA

💒 Words📖 of God🎚️ Jumat, 9 Agustus 2024

Lukas 14:11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Alkisah, ada seorang bernama Jason. Dia adalah seorang anak yang berprestasi bukan hanya di bidang akademis, namun juga cerdas di bidang non akademis. Dia mendapatkan juara di kelasnya setiap tahun berturut-turut, juara dalam perlombaan di bidang olahraga dan juga ia dapat bermain musik dengan baik. Namun Jason tidak disukai oleh teman-temannya karena kesombongannya, setiap pembagian kelompok di Kelas Jason jarang sekali dipilih oleh teman-temannya untuk menjadi teman belajar karena sifatnya yang angkuh. Bukan hanya itu, ketika Jason ditanya oleh teman-temannya mengenai pelajaran, dia pun tidak segan-segan menolak untuk mengajarkan kepada orang lain.

Dari kisah di atas, apa yang dilakukan Jason mengingatkan kita supaya harus terus menyadari bahwa apa yang ada pada kita, yaitu potensi kita, bukanlah untuk meninggikan nama kita, tapi kembali lagi untuk memuliakan Tuhan dan memang potensi kita adalah milik Tuhan dan untuk Tuhan. Kita tidak berhak untuk mencari kemuliaan bagi diri kita sendiri, kita harus sadar bahwa kita hidup hanyalah menjadi pelayan-Nya. Semua yang kita lakukan hanya untuk menjadi berkat bagi setiap orang, sehingga orang lain dapat melihat Tuhan di hidup kita.

Maka, janganlah angkuh dengan apa yang ada pada kita saat ini, khususnya potensi yang Tuhan berikan untuk kita, karena semua yang ada padа kita adalah milk-Nya dan hanya untuk-Nya.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Api Semangat Yang Mulai Padam

💒 Word📖 Of God🎚️ Kamis, 8 Agustus 2024

Roma 12:11
“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Salah satu pesan Rasul Paulus kepada jemaat di daerah Roma ialah mengenai semangat mereka dalam melayani Tuhan. Keadaan jemaat di Roma terlihat mengalami sebuah penurunan semangat untuk melayani Tuhan.

Rasul Paulus menyampaikan pesan yang diawali dengan kata “janganlah”. Hal ini menandakan bahwa Rasul Paulus memberikan larangan yang tegas kepada jemaat di Roma untuk menghindarinya keterangan setelah kata tersebut.

Dengan hikmat dan otoritas dari Allah, Rasul Paulus berkata tentang kerajinan jemaat yang “kendor”. Adapun makna dari kerajinan yang kendor ini mengarah pada kemalasan jemaat karena sudah mulai kehilangan gairah dalam melayani Tuhan. Seperti di dalam Alkitab versi Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), dikatakan bahwa “Bekerjalah dengan rajin. Jangan malas”.

Setelah peringatan Rasul Paulus ini, maka keterangan surat selanjutnya ialah memberitahukan setiap pembaca surat agar memiliki “roh yang menyala-nyala”. Maksudnya adalah Roh Kudus yang ada pada setiap orang-orang percaya harus selalu bersemangat dan bergairah senantiasa.

Mungkin secara manusiawi seringkali kita memberikan toleransi untuk memadamkan Roh Kudus itu di dalam hati kita. Namun secara tegas Rasul Paulus ingin agar setiap jemaat Tuhan tetap memiliki Roh yang menyala-nyala itu.

Pada akhirnya, Rasul Paulus memberikan tujuan yang jelas dari nasihatnya itu bahwa semuanya itu untuk melayani Tuhan. Seluruh kehidupan Rasul Paulus setelah perjumpaan dengan Tuhan Yesus secara pribadi itu adalah hidup untuk melayani-Nya. Semangat Rasul Paulus dalam membenci orang-orang percaya telah tergantikan oleh semangat dari Roh Kudus yang menuntunnya menjadi penginjil yang luar biasa.

Rasul Paulus memberikan contoh teladan semangat yang menyala-nyala untuk terus melayani Tuhan dan memberitakan kabar keselamatan itu kepada banyak orang. Dari renungan ini, hendaknya kita pun kembali menyalakan api semangat itu dari Roh Kudus untuk melayani Tuhan di manapun kita ditempatkan. Wajar jika kita mengalami rasa malas itu, namun biarlah Roh yang daripada Tuhan itu senantiasa menyala-nyala agar kita memliki semangat dan bergairah untuk selalu melayani-Nya. Amin.#AH

Team Pastori,
GIA Kopo Perma

Jangan Menahan Kebaikan

💒 Word📖 Of God🎚️ Rabu, 7 Agustus 2024


Amsal 3:27-35

   Darimana asal hikmat? Bagaimana manusia dapat menjadi sungguh-sungguh bijak? Pertanyaan-pertanyaan ini terjawab ketika kita membaca kitab Amsal.

   Seperti kitab hikmat lainnya, kitab Amsal sebagaimana kita membacanya dari Pasal 1, tidak banyak berbicara tentang sejarah, hukum, atau kehidupan keagamaan Israel namun secara umum, amsal-amsal memberikan gambaran yang jelas tentang hidup, juga memperlihatkan bahwa tindakan-tindakan tertentu selalu menghasilkan akibat-akibat tertentu.

    Dalam bacaan kita saat ini, Salomo hendak menyampaikan bagaimana seharusnya kita sebagai anak-anak Tuhan selalu berbuat apa yang baik dan yang lebih penting “Tidak Menahan Kebaikan”. Mulai dari ayat 27 sampai ayat 32, kita diingatkan tentang hal ini. Menahan kebaikan padahal kita mampu melakukannya menunjukkan bahwa kita bukan anak Tuhan yang setia. Selanjutnya, Rangkaian tiga ucapan dalam ayat 33 – 35, membandingkan hal yang positif dan negatif. 

   Tuhan akan memberkati orang yang bijak, tetapi orang bodoh yang mengejek Tuhan pada akhirnya akan dicemooh sebagaimana dikatakan Petrus : ”Allah menentang orang yang sombong, tetapi mengasihani orang yang rendah hati” (1 Petrus 5 : 5 BIMK).

 Saudara yang terkasih, manusia pada hakekatnya adalah baik dan Allah telah melengkapi hidup kita dengan nurani untuk berbuat baik. Kebaikan tidak selalu bersifat materiil. Kita tidak dinilai baik hanya jika kita membantu orang lain dengan harta. Namun, memberi nasehat kepada seseorang yang membutuhkannya sehingga dia tidak jadi melakukan kejahatan, juga adalah perbuatan baik. Kebaikan tidak selalu bersifat materiil namun memiliki aspek-aspek yang sangat luas. Orang yang melakukan kebaikan tidak harus punya banyak harta, punya jabatan tinggi, ataupun orang yang terkenal. Kebaikan bisa dilakukan siapa saja mulai dari anak kecil hingga orang lanjut usia. Sebagai orang muda kita diajarkan untuk selalu berbuat kebaikan sekecil apapun kepada orang-orang di sekitar kita terlebih kepada orang tua yang membutuhkan pertolongan. Begitu juga sebagai orang yang tua, kita dituntut untuk melakukan kebaikan agar anak-anak bisa meniru sehingga mereka tumbuh menjadi orang yang baik dan suka menolong. Kita tidak akan rugi karena berbuat baik. 

  Maka hari ini, berbuatlah yang baik agar kebaikan juga menghampiri kita, sebab, kita dinilai bukan dari apa yang kita selalu katakan, namun dari apa yang kita lakukan. Lakukan Kebaikan! Semoga Tuhan Menolong Kita.#MK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

BERSUNGGUH DALAM BERPUASA

💒 Words📖 of God🎚️ Selasa, 6 Agustus 2024

Zakharia 7:5, Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?

Mengapa orang seringkali tidak mendapatkan manfaat dari disiplin berpuasa? Donald S. Whitney dalam bukunya Spiritual Discipline for The Christian Life berpendapat hal itu dikarenakan banyak orang berpuasa tanpa tujuan rohani. _Akibatnya, puasa tidak berbeda dengan “diet” untuk menurunkan berat badan. Tanpa tujuan rohani yang jelas, berpuasa hanya akan menjadi sesuatu yang menyengsarakan.

Tampaknya orang-orang Yahudi di Betel juga kehilangan tujuan rohani dalam melakukan ibadah puasa mereka. Selama tujuh puluh tahun mereka berpuasa meratapi kehancuran Yerusalem dan Bait Tuhan, akibat dosa-dosa mereka. Kini setelah mereka kembali ke tanah air dan sedang membangun kembali Bait Tuhan, mereka ragu apakah mereka masih harus terus berpuasa seperti itu (ayat 3).

Jawaban Tuhan mengejutkan. Puasa mereka selama ini tidak memperkenankan-Nya. Selama 70 tahun rupanya puasa bangsa itu hanya ritual belaka, bukan ditujukan untuk menyatakan pengabdian mereka kepada Tuhan serta penyesalan yang sungguh-sungguh atas dosa-dosa mereka yang mendukakan hati-Nya (ayat 5). Betapa sia-sianya puasa tanpa tujuan yang berpusat pada Tuhan!

Disiplin berpuasa dapat menolong pertumbuhan rohani kita. Jika tidak bermanfaat, Tuhan Yesus tentu tidak akan mengajar kita berpuasa (lihat Matius 6). Kita dapat berpuasa untuk memperkuat permohonan khusus, mengungkapkan pertobatan, maupun menyatakan kasih dan pengabdian kepada Tuhan.

Jika Tuhan mendorong kita untuk berpuasa, maukah kita melakukannya? Bukan sebagai ritual tanpa makna, tetapi sarana untuk memperdalam hubungan kita dengan-Nya. Amin (YHN)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

From Zero to Hero

💒 Words📖 of God🎚️ Senin, 5 Agustus 2024

1 Samuel 22:2 Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang

Satu waktu ketika Daud dikejar-kejar Saul, akhirnya Daud berteman dengan orang-orang yang bermasalah (orang yang dikejar tukang piutang, orang yang sakit hati dll) dengan jumlah yang cukup banyak yaitu 400 orang.

Dan ketika sudah terhimpun sekian banyak orang, Daud memimpin kelompok itu sehingga akhirnya orang-orang yang awalnya adalah orang-orang tidak berguna dan bermasalah, dibawah kepemimpinan Daud mereka menjadi tentara-tentara pertamanya Daud bahkan beberapa mereka menjadi beberapa pahlawan yang sangat berjasa dalam setiap kali peperangan yang dilakukan.

Dari kisah ini kita bisa melihat, ketika sekumpulan orang-orang yang bermasalah sekalipun ketika dididik dengan dengan benar, Tuhan ubahkan menjadi orang-orang yang Tuhan pakai.

Sebuah sinergi yang luar biasa, mereka bukan saja berubah menjadi orang-orang yang bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri, bahkan mereka menjadi orang-orang yang lebih dari itu, mereka menjadi prajurit-prajurit yang luar biasa dan nama mereka dikenal sebagai pahlawan-pahlawan perang dibawah kepemimpinan Daud.

Jadi mari kita ber.sinergi satu dengan yang lainnya untuk menghasilkan karya besar untuk kemuliaan Tuhan. (DT)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai