“Yang Menyingkapkan Rahasia”

💒 Word📖 of God🎚️ Sabtu, 14 Desember 2024

Daniel 2:47
Berkatalah raja kepada Daniel: “Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.”

Seandainya ada seseorang yang memiliki kemampuan supranatural untuk menyingkapkan semua rahasia, tentunya banyak orang akan mencari orang tersebut untuk menemukan jawaban atas setiap persoalan hidup mereka.

Sesungguhnya ada satu Pribadi yang berkuasa dan mampu untuk menyingkapkan segala rahasia. Bahkan seorang raja Babel juga mengakui bahwa Allah yang dikenal dan disembah Daniel adalah Allah yang menyingkapkan rahasia mimpi raja Nebukadnezar melalui Daniel.

Kalau seorang raja yang tidak mengenal Allah, seperti Nebukadnezar saja bisa mengakui bahwa Allah itu Pribadi yang menyingkapkan rahasia-rahasia, bagaimana dengan kita, orang percaya? Seringkali pikiran kita membatasi diri kita untuk menyaksikan dan mengalami Allah yang menyingkapkan rahasia itu bekerja dalam hidup kita.

Mari belajar seperti Daniel, yang memohon kasih sayang Allah semesta langit untuk menyingkapkan rahasia yang tersembunyi dan Allah mendengar doanya.

Ingat doa Daniel:
“Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.” (Daniel 2:22).#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

TUHAN YANG ADIL

💒 Word📖 of God🎚️ Jumat, 13 Desember 2024

Mazmur 129:4 “Tetapi Tuhan adalah adil, Ia memotong tali-tali orang fasik.”

Dalam hidup, kita sering kali menghadapi tantangan dari orang-orang yang berbuat jahat. Namun, Mazmur 129:4 menyatakan bahwa Tuhan adalah adil, dan Ia akan memotong tali-tali orang fasik yang berusaha menghancurkan kita.

Mazmur 129 adalah nyanyian iman yang mengingatkan umat Tuhan bahwa meskipun ada banyak penderitaan yang dialami, Tuhan tetap setia dan adil. Ayat 4 secara khusus memberikan penghiburan bahwa Tuhan tidak membiarkan kejahatan terus berlangsung. Ia akan memotong tali-tali yang mengikat umat-Nya, melepaskan mereka dari penindasan orang fasik.

Pesan ini menguatkan kita untuk tidak menyerah di tengah kesulitan. Tuhan tahu perjuangan kita, dan pada waktu-Nya, Ia akan bertindak untuk menegakkan keadilan. Oleh karena itu, tetaplah bersandar kepada Tuhan dan berharaplah senantiasa akan keadilan-Nya.#FK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Tuhan Tidak Terbatas

💒 Word📖 of God🎚️ Kamis, 12 Desember 2024

Lukas 2:1-7
Cerita ini adalah tentang kelahiran Yesus, Sang Juruselamat yang sudah lama dinantikan. Dia membawa harapan besar, terutama bagi Maria dan Yusuf, orang tuanya. Di tengah kebijakan sensus penduduk yang dilakukan Kaisar Agustus, Lukas, penulis Injil, sengaja mencatat momen ini untuk menunjukkan bahwa Yesus lahir di masa sejarah yang nyata.

Selain itu, hal ini juga membuktikan Yesus berasal dari garis keturunan Daud, sehingga Yusuf dan Maria harus pergi ke Betlehem, kota asal Daud.

Saat semua orang sibuk mencari tempat untuk menginap karena sensus, Maria tiba-tiba harus melahirkan. Tapi karena tidak ada penginapan yang tersedia, Yesus lahir di sebuah tempat sederhana dan dibaringkan di palungan, tempat makan ternak. Kelahiran ini terlihat begitu sederhana, bahkan terkesan menyedihkan. Namun, di balik itu semua, ada pesan besar: harapan tetap hidup.

Yesus lahir di tengah perjalanan penuh tantangan, tapi ini menunjukkan bahwa kuasa Tuhan tidak pernah terhambat oleh situasi apa pun. Bahkan di tempat yang sederhana seperti palungan, Tuhan tetap hadir. Kasih-Nya terlalu besar untuk dibatasi oleh apa pun, termasuk keadaan yang tampaknya tidak ideal.

Buat kamu yang sedang merasa hidup ini berat, yang mungkin cemas akan masa depan, merasa takut, atau kecewa karena kenyataan tidak sesuai harapan, pesan ini adalah pengingat bahwa kasih Tuhan tidak pernah berhenti bekerja. Tuhan tidak akan membiarkan situasi sesulit apa pun menghalangi Dia untuk hadir dan menyatakan kasih-Nya dalam hidupmu.

Ingat, Tuhan selalu punya cara untuk menjangkau dan menguatkanmu, bahkan di tengah keterbatasan.#MK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

SLOW BUT SURE

💒 Words📖 of God🎚️ Rabu, 11 Desember 2024

Mazmur 119:92 Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku.

“Baca Alkitab bingung banget! Nanti ngomongin ukuran kemah, macam-macam korban, silsilah keluarga, aduh, macem-macem deh!” Kalimat ini biasa kita dengar dari teman-teman kita. Bahkan, kita sendiri mungkin merasakan hal yang sama, bukan? Percayalah apa yang kita alami juga dialami oleh banyak orang, termasuk penulis. Penulis sempat kebingungen dengan apa yang ingin disampaikan suatu ayat atau perikop, terutama ayat-ayat Perjanjian Lama. Banyak orang di dunia mengalami hal yang sama dengan yang kita alami.

Tapi itu tidak boleh menjadi alasan kita berhenti membacanya. Meskipun Alkitab belum kita mengerti sepenuhnya hari ini, bukan berarti ia tidak bisa dimengerti selamanya. Ayat yang dilantunkan pemazmur di atas menyatakan rasa syukur sang pemazmur. Rasa syukur ini pasti timbul dari proses panjang sang pemazmur saat belajar Taurat. Bukan tidak mungkin pemazmur mengalami kebingungan saat membaca Taurat seperti kita hari ini. Slow but sure, akhirnya sang pemazmur dapat mengerti dan akhirnya Taurat menjadi kesukaannya.

Firman Tuhan memang tidak selalu mudah dimengerti. Perlu ketekunan mempelajarinya sampai kita mengerti. Teruslah membaca maka suatu hari pasti kita akan mengerti apa maksudnya. Tuhan akan menjelaskan makna bacaan tersebut; entah melalui penjelasan pendeta, buku, situs rohani, atau bahkan suara Roh Kudus sendiri. Supaya suatu hari kita bisa melakukan semua yang Tuhan inginkan. Kalau kita tidak membaca, bagaimana bisa tahu apa yang Tuhan inginkan? Intinya, tetaplah tekun membaca Alkitab, Roh Kudus akan menolong kita.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Hanya Menyembah Allah Saja

💒Word📖 of God🎚️ Selasa, 10 Desember 2024

Matius 9:10
“Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Kehidupan di masa kini sering diwarnai oleh berbagai penyembahan kepada berhala. Pada hakikatnya, sesuatu yang menggantikan posisi Tuhan Allah sebagai objek yang disembah. Berhala yang di maksud ialah hal-hal yang mengarah pada kenyamanan duniawi.

Beberapa hal yang dapat dijadikan berhala di masa kini ialah mengenai materi dan kekayaan; kesenangan atau hobi pribadi; popularitas dan jabatan; penampilan fisik dan kesehatan. Semua hal itu merupakan berhala yang secara tidak langsung banyak disembah oleh orang-orang saat ini.

Tidak dapat dipungkiri juga bahwa berhala semacam ini juga menjadi tantangan bagi pengikut Kristus.
Seperti halnya dalam perikop pertama Injil Matius pasal keempat bahwa Yesus dicobai oleh Iblis di padang gurun.

Beberapa kali Yesus dicobai agar diri-Nya mau untuk menuruti perintah si iblis yang menjebak. Namun kita melihat bahwa Yesus dapat mengalahkan semua pencobaan itu oleh karena ketaatannya kepada Allah Bapa.

Pada kalimat terakhir yang diucapkan Yesus kepada iblis adalah memerintahkan iblis untuk menyembah Allah. Iblis lalu pergi meninggalkan Yesus setelah diperintahkan Yesus untuk menyembah Allah. Iblis menghiraukan perintah tersebut karena ialah tidak senang terhadap Allah. Iblis merasa dirinyalah yang seharusnya disembah dan hal itu dikalahkan seketika oleh kemahakuasaan Yesus yang adalah Anak Allah itu sendiri.

Perintah untuk menyembah kepada Allah saja tentu bukan hanya untuk iblis saja, tetapi kepada seluruh makhluk di muka bumi ini haruslah menyembah Allah. Tidak ada apapun juga yang harus disembah selain kepada Tuhan Allah saja yang kita kenal dalam nama Yesus Kristus melalui Roh Kudus-Nya. 

Jika selama ini kita masih sering menyembah kepada berhala (baik itu sadar maupun tidak sadar), berbaliklah kepada Allah yang benar dan sembahlah Ia di dalam segala pengagunga yang terbaik. Sebab segala kuasa, hormat, dan kemuliaan hanya layak kepada-Nya. (AH)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

ALLAH BERKUASA GENAPI SETIAP JANJINYA

💒Words📖 of God🎚️ Senin, 9 Desember 2024

Roma 4:21
dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan

Pernah kah kita menerima janji dari Tuhan tapi apa yang kita lihat kok sepertinya sangat jauh dari apa yang Tuhan janjikan. Apalagi jika hal tersebut berlangsung cukup lama. Kita mulai galau dan berfikir bahwa apa yang Tuhan janjikan sangat tidak mungkin terjadi.

Jika kita berada di titik itu, mendekatlah pada Tuhan untuk kita minta peneguhan dari Tuhan karena jika betul yang kita terima adalah janji Tuhan, apapun yang kita lihat di depan mata sepertinya mustahil, tapi Tuhan punya kuasa untuk menyatakan penggenapan janji-NYA.

Ketika Tuhan menyatakan bahwa Abraham akan menjadi bangsa yang besar, sepertinya hal ini sangat mustahil karena sampai meninggal, anak yang Tuhan berikan lewat Sara (istri Abraham) hanya 1 orang yaitu Ishak. Jadi bagaimana mungkin janji Tuhan tergenapi? Mau berapa banyak Ishak punya anak sampai keturunan Abraham bisa jadi bangsa yang besar? Ah kalau dipikirkan secara manusia akan mumet dan gak mampu menjawabnya.

Tapi kita lihat sekarang ini, apakah janji Tuhan terhadap Abraham digenapi walaupun anak Abraham dari Sara hanya 1 orang? Ya betul tergenapi bukan? Abraham yang hidup sekian ribu tahun yang lalu, masih menjadi orang besar yang disebut sebagai orang terhormat oleh orang-orang yang hidup di masa sekarang. Tiga agama besar di dunia yaitu Kristen, Yudaisme (agama Yahudi) dan Islam mengakui Abraham sebagai Bapa dari mereka, jadi betapa janji Allah digenapi bahwa keturunan Abraham menjadi bangsa yang besar di muka bumi.

Jadiii percayalah bahwa Tuhan sanggup menyatakan kuasaNYA untuk menggenapi setiap janji-NYA untuk kita. Amin (DT)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

TUHAN MENETAPKAN LANGKAH

💒 Word📖 of God🎚️ Sabtu, 7 Desember 2024

Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya
Mazmur 37:23

Ayat tersebut di atas dijadikan sebuah lagu lama yang sering kita nyanyikan dan menjadi doa kita di hadapan Tuhan. Dalam hidup ini ada banyak pilihan bagi kita untuk melangkah meraih masa depan yang terbaik. Sangat disayangkan ada banyak orang salah pilih dalam melangkah menggapai masa depannya.

Ada banyak orang yang tidak melibatkan Tuhan dalam perjalanan hidupnya karena merasa punya skill, kemampuan, relasi yang baik, dan hal-hal lain yang menjadi andalan mereka.

Pemazmur percaya dan mengalami sendiri, bagaimana sejak masa mudanya sampai pada saat usianya mulai lanjut, terbukti bahwa Tuhan selalu menyertai hidupnya.

Kita ingat bahwa Daud bukan manusia sempurna. Dia pernah jatuh dalam dosa perzinahan, pembunuhan dan kesombongan, namun meski demikian, dia cepat menyadari kesalahan dan dosanya, serta segera memohon pengampunan dari Tuhan. Itu sebabnya Tuhan berkenan kepadanya dan menetapkan langkah hidupnya.

Seberapa besar kita rindu disertai Tuhan, ketahuilah dan percayalah nahwa Tuhan lebih rindu untuk menyertai dan menetapkan tiap langkah kita, Itu sebabnya kita harus terus bergantung dan mengandalkan Tuhan senantiasa.

Percayalah bahwa Tuhan menyiapkan yang terbaik bagi kita. Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan masa depan yang penuh harapan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya..#Ys

Team Pastori GIA
Kopo Permai

SEMPURNA SEPERTI BAPA

💒 Words📖 of God🎚️ Jumat, 6 Desember 2024

Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

Tuhan Yesus di dalam Matius 5:48 memberikan satu perintah utama yang seakan-akan mustahil. la mengucapkan perintah tersebut kepada jemaat yang mendengarkan Khotbah di Bukit, dan termasuk untuk kita saat ini. Perintah itu adalah harus sempurna seperti Bapa di surga yang adalah sempurna. Ini adalah perintah yang sepertinya mustahil. Bagaimana bisa sempurna seperti Bapa, jika kesempurnaan Bapa saja kita tidak dapat mengetahuinya? Tetapi, Tuhan Yesus mungkin memberikan sebuah perintah yang tidak mungkin kita lakukan.

Dalam perkataan Tuhan Yesus yang lain kita dapat menangkap bagaimana kita dapat mengetahui kesempurnaan Bapa tersebut. Bahwa siapa yang telah melihat Dia, Yesus, maka telah melihat Bapa. Dengan kalimat ini kita diteguhkan bahwa untuk bisa sempurna seperti Bapa, kita harus meneladani cara hidup Tuhan Yesus Kristus. Memang hal ini terdengar sulit dan mustahil, namun sulit dan mustahilnya itu karena kita tidak dengan serius mengusahakannya di dalam hidup kita. Tuhan pernah berkata bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang percaya. Dengan berjuang keras dan mengandalkan kekuatan Tuhan, kita pasti bisa meraih kesempurnaan itu.

Kita harus melewati prosesnya dengan benar, sekalipun mungkin membutuhkan waktu yang lama. Namun perlahan demi perlahan, sebagian demi sebagian, dengan kesungguhan hati kita berjuang, berdoa, bertanggung jawab di dalam hidup kita, mengasihi orang tua dan sesama, menjadi teman yang baik bagi rekan-rekan kita, dan bagian-bagian hidup kita lainnya kita jadikan medan perjuangan demi meraih kesempurnaan Bapa.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Kesetiaan dalam Proses

💒 Word📖 of God🎚️ Kamis, 5 Desember 2024

Ulangan 35:8-12

Kematian Musa, seorang pemimpin yang diurapi Tuhan, menjadi momen sulit bagi bangsa Israel. Kepergiannya bisa saja melemahkan semangat mereka dalam melanjutkan perjalanan menuju tanah Kanaan. Tapi Tuhan sudah mempersiapkan Yosua untuk melanjutkan tugas besar itu. Bagian akhir kitab Ulangan ini menunjukkan penghormatan besar bangsa Israel kepada Musa. Meski hubungan mereka dengan Musa penuh dinamika, bangsa Israel tetap mengakui Musa sebagai pemimpin dan nabi yang diutus Tuhan. Catatan ini bukan untuk meninggikan Musa secara berlebihan, tapi untuk menghormati perannya dalam sejarah Israel.

Musa adalah contoh manusia yang setia menjalani proses bersama Tuhan. Saat Tuhan memilihnya, Musa awalnya menolak, bahkan ia pernah melakukan dosa yang membuatnya tidak diizinkan masuk ke tanah perjanjian. Namun, Musa tidak menyerah. Ia terus bertumbuh dalam hubungannya dengan Tuhan, memperbaiki karakter, dan meningkatkan kemampuannya sebagai pemimpin. Pada akhirnya, Musa menyelesaikan perjalanan hidupnya dengan baik, bahkan meski ia tidak sampai ke tanah perjanjian.

Saudara, pengakuan besar yang diterima Musa adalah hasil dari kesetiaannya menjalani proses bersama Tuhan. Musa tidak mencari pengakuan atau kepuasan pribadi, tetapi fokus pada tanggung jawab yang diberikan Tuhan. Sangat disayangkan jika kita lebih mementingkan ego atau pengakuan daripada kesetiaan menjalani proses. Musa mengajarkan kita bahwa kesetiaan pada Tuhan adalah kunci untuk menyelesaikan tugas hidup dengan baik, tanpa mendahulukan keinginan pribadi di atas rencana Tuhan.#MK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

HIDUP KARENA PERCAYA

💒Words📖 of God🎚️ Rabu, 4 Desember 2024

2 Korintus 5:7 – sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat

Apa maksud dari ayat ini? Kita coba renungkan ayat ini melalui kisah hidup Yusuf. Kita semua tahu bagaimana Yusuf diberikan janji oleh Tuhan melalui sebuah mimpi (Kejadian 37:5-8).

Dalam mimpinya diceritakan bahwa Yusuf dan saudara-saudaranya sedang ada di ladang, tapi berkas gandum-nya Yusuf bangkit dan berdiri, kemudian datanglah berkas-berkas gandum saudara – saudaranya mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkas gandum.nya Yusuf. Melalui mimpi tersebut sepertinya Tuhan menjanjikan bahwa Yusuf akan ditinggikan bahkan saudara – saudaranya akan menyembah kepadanya.Tetapi apa yang Yusuf alami dalam kehidupan nyata-nya justru sebaliknya, dimana Yusuf dijual, dijadikan budak, difitnah dan dimasukkan ke penjara.

Tetapi ketika Yusuf hidup karena percaya akan janji Tuhan dan bukan karena melihat apa yang di depan mata, Yusuf menjalani semuanya dengan tetap menjadi Yusuf yang taat dan takut akan Tuhan.

Hasilnya? Sekalipun Yusuf harus mengalami berbagai penderitaan, Yusuf selalu disertai Tuhan. Ketika jadi budak, Yusuf menjadi budak kesayangan. Ketika Yusuf dipenjara dia menjadi kesayangan kepala penjara. Dan pada akhirnya kita semua tahu dimana mimpi Yusuf yang adalah janji Tuhan itu menjadi kenyataan di mana Yusuf menjadi wakil raja dan saudara-saudaranya datang menyembah kepadanya.

Jadi ketika Yusuf menderita, secara manusia itu membuktikan bahwa janji Tuhan sangat mustahil menjadi kenyataan, tapi justru tanpa Yusuf dijual tidak mungkin Yusuf akan berada di Mesir, tanpa Yusuf dipenjara di Mesir tidak mungkin menjadi wakil Firaun. Jadi semua penderitaan yang Yusuf alami justru sebuah proses yang membuat Yusuf semakin dekat dengan penggenapan janji Tuhan.

Jadi… marilah kita hidup karena percaya bukan karena melihat karena apa yang kita lihat mungkin sesuatu yang buruk tapi sesuatu yang buruk itu barangkali sedang membawa kita mendekat pada penggenapan janji Tuhan. (DT)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai