GURU PALSU

💒 Word📖 of God🎚️ Selasa, 3 Desember 2024

2 Petrus 2:1 “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.”

Di mana ada yang asli, di situ ada yang palsu. Di mana ada ajaran yang benar, di situ pasti ada ajaran yang palsu. Di sepanjang  sejarah yang tercatat di Alkitab, ketika Allah mengutus nabi-nabi-Nya, Iblis juga mengutus nabi-nabi palsu dalam Perjanjian Lama, rasul-rasul palsu, dan para guru penyesat dalam Perjanjian Baru, untuk menyesatkan, memperdayai dan membinasakan .

Tugas mereka adalah untuk membawa masuk berbagai kekeliruan dan menghancurkan. Bila kita tidak memiliki kepekaan membedakan yang benar dan yang palsu seseorang mungkin akan terjebak untuk memilih dan mengikuti yang palsu. Demikian pula dengan ajaran kebenaran dan ajaran sesat.

Firman Tuhan juga mengingatkan “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas (Matius 7:15).

Mari kita benar-benar memperkuatkan iman kita dengan banyak membaca Firman Tuhan untuk menumbuhkan iman kita.
Semakin mengerti Firman-Nya semakin sulit diperdaya oleh pengajaran palsu. Tekunlah dengan Firman-Nya.#FK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Allah Yang Menyediakan

💒 Words📖 of God🎚️ Senin, 2 Desember 2024

Kejadian 22:8
“Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama – sama.”

Setiap kita sudah tahu bahwa tokoh di dalam Alkitab yang mendapat julukan sebagai “bapa orang beriman” ialah Abraham. Dialah sosok pribadi yang menjadi bapa leluhur bagi orang Israel, yang oleh karena perjanjiannya dengan Allah maka lahirnya generasi bangsa Israel yaitu umat pilihan Allah.

Kisah hidup Abraham adalah bukti dari makna iman yang sesungguhnya kepada Allah. Di saat dirinya dalam keadaan yang mustahil sekalipun, Abraham memlih untuk tetap percaya dan berserah kepada Allah sepenuhnya. Setelah Allah menjanjikan keturunan bagi Abraham (Kej. 17), maka dengan iman ia tetap percaya.

Apakah mungkin seorang yang sudah lanjut umurnya dapat memiliki keturunan? Jawabannya tentu “tidak” bagi manusia, namun “iya” bagi Tuhan Allah. Istri Abraham dikatakan sudah “mati haid” atau yang dikenal sebagai “menopause” (berakhirnya siklus menstruasi pada Wanita). Hal itu tidak memungkinkan bagi mereka untuk dapat memiliki seorang anak. Tapi Allah mengaruniakan bagi mereka seorang anak yaitu Ishak di masa tua.

Setelah lahir seorang anak yang dinantikan itu, maka Allah menguji kesetiaan Abraham kepada-Nya. Abraham diperintahkan Allah untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran. Tanpa sepengetahuan Ishak, Abraham berangkat ke tanah Moria bersama Ishak dengan maksud untuk mempersembahkan Ishak bagi Tuhan.

Persembahan korban bakaran haruslah melibatkan unsur darah, artinya ada yang harus mati. Sudah sewajarnya kambing domba atau lembu menjadi korban bakaran itu. Dalam kebingungan Ishak, ia bertanya kepada Abraham bahwa di manakah ank domba untuk korban bakaran itu. Jawaban Abraham inilah yang benar-benar menjadi renungan firman kita pada hari ini yaitu bahwa “Allah yang akan menyediakan”.

Apakah saat menjawab itu Abraham telah benar-benar melihat wujud seekor anak domba untuk korban bakaran? Tentu tidak. Abraham hanya melihat bahwa anaknya itulah yang menjadi korban bakaran bagi Allah. Imannya berkata bahwa Allah akan menyediakan domba itu meski ia tida melihatnya saat itu.

Pada akhirnya, tepat sebelum Ishak disembelih oleh Abraham, tampaklah seekor domba jantan yang disediakan Allah untuk menjadi korban bakaran bagi-Nya.

Ingatlah bahwa Allah yang menyediakan domba bagi Abraham juga Allah yang kita imani dan kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus melalui Roh Kudus. Segala yang kita perlukan pasti Tuhan sediakan asalkan kita mau percaya kepada-Nya secara penuh.#AH

Team Pastori,
GIA Kopo Perma

Pelindung yang Terpercaya

💒 Words📖 of God🎚️ Sabtu, 30 November 2024

Mazmur 68:5
Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;

Keadaan yang tidak baik bisa saja menghampiri kita sekarang ini. Mungkin keadaan ekonomi sedang tidak baik, pekerjaan atau bisnis mengalami goncangan, atau bahkan tidak punya pekerjaan. Keadaan-keadaan ini selalu terjadi dan kita tidak menduganya. Kita menjadi bingung dan kesulitan untuk menghadapi itu semua. Namun dalam semua keadaan dan kondisi yang tidak baik sekalipun, kita patut bersyukur sebab ada Tuhan yang begitu senang melindungi kita dari keadaan-keadaan tidak baik ini.

Firman-Nya berkata di dalam Mazmur 68:5 Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;

Kita bisa lihat dari ayat ini bahwa Tuhan berkenan menjadi pelindung anak yatim dan para janda namun hal ini tidak berarti dia kurang melindungi yang lain diluar anak yatim dan para janda. Setiap kita yang mengasihiNya, yang selalu dekat dan bersandar kepadaNya, pasti akan dilindungi. Yang terpenting dalam keadaan yang serba tidak menentu ini, kita selalu berdoa kepada Tuhan, tetap menaruh percaya dan harapan kepadaNya.

Sekalipun mungkin pekerjaan tergoncang tapi setidaknya kita masih bisa bekerja, dengan demikian kita harus bersyukur. Sekalipun ada banyak goncangan, tantangan dan kendala dalam hidup, mintalah tuntunanNya agar kita mengerti langkah-langkah yang harus kita ambil. Kita harus yakin bahwa harapan dan kepercayaan kita kepada Tuhan tidak pernah mengecewakan.

IA adalah pelindung yang terpercaya, bagi siapa saja yang menaruh percaya dan harap kepada-Nya. #FK

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Tuhan Tahu yang Kita Perlu

💒 Word📖 of God🎚️ Jumat, 29 November 2024

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
(Matius 6:8).

Seringkali kita berpikir bahwa doa yang dijawab Tuhan adalah doa yang diucapkan dengan detail dan teratur, juga dengan bahasa yang enak didengar. Namun lewat nats hari ini Tuhan Yesus mengajar kita bagaimana seharusnya berdoa. Bukan bertele-tele, tetapi doa yang disampaikan dengan penuh penyerahan. Doa dengan suatu keyakinan bahwa Allah pasti melakukan yang terbaik untuk anak-anak-Nya.

Itu sebabnya pada ayat-ayat selanjutnya, Allah mengajar kita agar tidak kuatir tentang segala hal, sebaliknya kita diajar untuk mengucap syukur apapun jawaban doa yang diberikan Tuhan. Bukankah Tuhan tahu yang terbaik dan yang kita butuhkan?

Injil Matius pasal 6 ini mengajar kita bagaimana seharusnya berdoa kepada Tuhan. Beberapa hal yang harus kita pahami saat berdoa:

  • Berdoalah secara tersembunyi, karena Allah mengetahui apa yang kita doakan. ,(ay. 8; Filipi 4:19) “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus”
    •Allah sudah menyediakan jawabannya, termasuk apa yang tidak pernah dilihat, tidak pernah didengar, dan tidak timbul dalam halam hati (1 Korintus 2 :9). “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah di dengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang di sediakan Allah ……”.
  • Ada jaminan jawaban doa ketika kita berdoa kepada Tuhan dengan didasari keyakinan iman di dalam Yesus.

Yakin dan percayalah bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu yang kita perlukan dan Dia sudah menyiapkan segala yang terbaik untuk kita. Itu sebabnya berdoalah senantiasa dan berserah penuh pada Tuhan.#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Perma

Doa adalah Tindakan Iman dan Kerendahan Hati

💒 Word📖 of God🎚️ Kamis, 28 November 2024

Matius 7:7-11

Doa itu seperti napas untuk orang yang percaya kepada Tuhan. Tapi, sering kali kita cuma menganggap doa sebagai rutinitas atau kebiasaan harian tanpa makna mendalam. Padahal, Tuhan menginginkan doa menjadi cara kita membangun hubungan yang indah dengan-Nya, seperti hubungan ayah dengan anak.

Yesus bilang, “Mintalah, carilah, dan ketoklah!” Tiga kata ini bukan sekadar perintah, tapi ajakan untuk terus mendekat kepada Tuhan. Kita diminta untuk percaya bahwa Dia mendengar, meski kadang jawaban-Nya berbeda dari yang kita harapkan. Saat doa kita tidak dijawab sesuai keinginan, apakah kita langsung kecewa atau menyerah? Sering kali, kita lupa kalau apa yang kita anggap baik belum tentu yang terbaik menurut Tuhan.

Doa sebenarnya adalah bukti bahwa kita percaya dan rendah hati di hadapan Tuhan. Kita mengakui bahwa kita butuh Dia dan percaya bahwa rencana-Nya selalu lebih baik. Jadi, teruslah berdoa, bukan hanya untuk meminta sesuatu, tapi untuk semakin dekat dengan Tuhan.#MK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

THE MAIN RUNWAY

💒 Words📖 of God🎚️ Rabu, 27 November 2024

Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Ketika kita lagi jatuh cinta kepada seorang pria atau wanita, kita pasti rela melakukan segalanya hanya demi membuat dia senang. Kenapa bisa begitu? Karena landasan utama kita dalam melakukan itu adalah cinta. Cinta memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar. Kita rela berubah sesuai yang dia inginkan hanya demi membuat dia senang, dan semua itu dilandaskan oleh cinta kepada orang tersebut.

Kita sadar bahwa landasan utama seseorang ketika ingin melakukan sesuatu dengan segenap hati atau melakukan hal dengan tepat dan benar adalah cinta. Sama halnya dalam kehidupan rohani kita, kita hanya bisa melakukan firman Tuhan dengan benar ketika kita memperbaiki landasan utama kita.

Landasan utama kita dalam melakukan firman Tuhan adalah cinta akan Tuhan; Alkitab membahasakannya dengan kasih kepada Tuhan. Mengasihi Tuhan adalah langkah awal kita dalam melakukan firman Tuhan. Karena bila kita tidak mengasihi Tuhan terlebih dahulu, kita hanya akan melakukan hukum, sama seperti anak-anak dunia ini. Seharusnya kita melakukan firman Tuhan dengan landasan kasih akan Tuhan. Hukum utama kita adalah mengasihi Tuhan. Dengan mengasihi Tuhan kita dapat melakukan firman Tuhan dengan benar. Memperbaiki landasan utama kita dalam melakukan firman Tuhan akan membawa kita kepada kehidupan baru yang benar-benar benar dan sesuai dengan yang Tuhan inginkan. Tanpa kasih, semua yang kita lakukan adalah sia-sia.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Perma

Mengasihi Yang Susah Untuk Dikasihi

💒 Word📖 of God🎚️ Selasa, 26 November 2024

Lukas 6:27
“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.”

Tuntutan terberat pengikut Yesus Kristus adalah mengikuti teladan-Nya yang agung. Kita adalah orang yang sepatutnya memberikan terang bagi lingkungan sekitar. Yesus adalah kasih yang menjadi manusia seutuhnya dan dapat dirasakan dampaknya.

Saat kita telah mengenal pribadi Kristus dengan lebih mendalam, maka kita harus belajar menjadi seperti Dia. Kasih yang ada pada-Nya adalah bentuk kasih tertinggi yang pernah ada di muka bumi. Mungkin setiap kita akan memiliki pandangan bahwa Yesus sangat mudah mengasihi sebab Dia adalah kasih itu sendiri. Tetapi saat kita mengambil sudut pandang dari sisi kemanusiaan Yesus, maka kita memliki tantangan yang serupa.

Tema renungan kita hari ini mungkin sangatlah berat bagi beberapa dari kita yang sedang bergumul. Memiliki kasih seperti Yesus tidaklah mudah. Belajarlah terus-menerus untuk mengampuni, walaupun terasa sangat sulit. Setiap kita diberi Roh Kudus yang adalah kasih itu sendiri. Mengasihi orang yang bersikap baik kepada kita merupakan hal mudah untuk dilakukan. Tapi bagaimana jika kita mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita? menyakiti hati kita? merugikan kita?
Tidak mudah bukan? Atau bahkan tidak ingin mengasihi mereka.
Tapi orang yang telah mengenal Kristus haruslah tetap mengasihi meskipun sulit bagi kita.#AH

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Allah Yang Menyediakan

💒 Words📖 of God🎚️ Senin, 2 Desember 2024

Kejadian 22:8
“Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama – sama.”

Setiap kita sudah tahu bahwa tokoh di dalam Alkitab yang mendapat julukan sebagai “bapa orang beriman” ialah Abraham. Dialah sosok pribadi yang menjadi bapa leluhur bagi orang Israel, yang oleh karena perjanjiannya dengan Allah maka lahirnya generasi bangsa Israel yaitu umat pilihan Allah.

Kisah hidup Abraham adalah bukti dari makna iman yang sesungguhnya kepada Allah. Di saat dirinya dalam keadaan yang mustahil sekalipun, Abraham memilih untuk tetap percaya dan berserah kepada Allah sepenuhnya. Setelah Allah menjanjikan keturunan bagi Abraham (Kej. 17), maka dengan iman ia tetap percaya.

Apakah mungkin seorang yang sudah lanjut umurnya dapat memiliki keturunan? Jawabannya tentu “tidak” bagi manusia, namun “iya” bagi Tuhan Allah. Istri Abraham dikatakan sudah “mati haid” atau yang dikenal sebagai “menopause” (berakhirnya siklus menstruasi pada Wanita). Hal itu tidak memungkinkan bagi mereka untuk dapat memiliki seorang anak. Tapi Allah mengaruniakan bagi mereka seorang anak yaitu Ishak di masa tua.

Setelah lahir seorang anak yang dinantikan itu, maka Allah menguji kesetiaan Abraham kepada-Nya. Abraham diperintahkan Allah untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran. Tanpa sepengetahuan Ishak, Abraham berangkat ke tanah Moria bersama Ishak dengan maksud untuk mempersembahkan Ishak bagi Tuhan.

Persembahan korban bakaran haruslah melibatkan unsur darah, artinya ada yang harus mati. Sudah sewajarnya kambing domba atau lembu menjadi korban bakaran itu. Dalam kebingungan Ishak, ia bertanya kepada Abraham bahwa di manakah ank domba untuk korban bakaran itu. Jawaban Abraham inilah yang benar-benar menjadi renungan firman kita pada hari ini yaitu bahwa “Allah yang akan menyediakan”.

Apakah saat menjawab itu Abraham telah benar-benar melihat wujud seekor anak domba untuk korban bakaran? Tentu tidak. Abraham hanya melihat bahwa anaknya itulah yang menjadi korban bakaran bagi Allah. Imannya berkata bahwa Allah akan menyediakan domba itu meski ia tida melihatnya saat itu.

Pada akhirnya, tepat sebelum Ishak disembelih oleh Abraham, tampaklah seekor domba jantan yang disediakan Allah untuk menjadi korban bakaran bagi-Nya.

Ingatlah bahwa Allah yang menyediakan domba bagi Abraham juga Allah yang kita imani dan enal dalam nama Tuhan Yesus Kristus melalui Roh Kudus. Segala yang kita perlukan pasti Tuhan sediakan asalkan kita mau percaya kepada-Nya secara penuh.#AH

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Tuhan Tahu yang Kita Perlu

💒 Word📖 of God🎚️ Jumat, 29 November 2024

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
(Matius 6:8).

Seringkali kita berpikir bahwa doa yang dijawab Tuhan adalah doa yang diucapkan dengan detail dan teratur, juga dengan bahasa yang enak didengar. Namun lewat nats hari ini Tuhan Yesus mengajar kita bagaimana seharusnya berdoa. Bukan bertele-tele, tetapi doa yang disampaikan dengan penuh penyerahan. Doa dengan suatu keyakinan bahwa Allah pasti melakukan yang terbaik untuk anak-anak-Nya.

Itu sebabnya pada ayat-ayat selanjutnya, Allah mengajar kita agar tidak kuatir tentang segala hal, sebaliknya kita diajar untuk mengucap syukur apapun jawaban doa yang diberikan Tuhan. Bukankah Tuhan tahu yang terbaik dan yang kita butuhkan?

Injil Matius pasal 6 ini mengajar kita bagaimana seharusnya berdoa kepada Tuhan. Beberapa hal yang harus kita pahami saat berdoa:

  • Berdoalah secara tersembunyi, karena Allah mengetahui apa yang kita doakan. ,(ay. 8; Filipi 4:19) “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus”
    • Allah sudah menyediakan jawabannya, termasuk apa yang tidak pernah dilihat, tidak pernah didengar, dan tidak timbul dalam halam hati (1 Korintus 2 :9). “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah di dengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang di sediakan Allah ……”.
  • Ada jaminan jawaban doa ketika kita berdoa kepada Tuhan dengan didasari keyakinan iman di dalam Yesus.

Yakin dan percayalah bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu yang kita perlukan dan Dia sudah menyiapkan segala yang terbaik untuk kita. Itu sebabnya berdoalah senantiasa dan berserah penuh pada Tuhan.#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Doa adalah Tindakan Iman dan Kerendahan Hati

💒 Word📖 of God🎚️ Kamis, 28 November 2024

Matius 7:7-11

Doa itu seperti nafas untuk orang yang percaya kepada Tuhan. Tapi, sering kali kita cuma menganggap doa sebagai rutinitas atau kebiasaan harian tanpa makna mendalam. Padahal, Tuhan menginginkan doa menjadi cara kita membangun hubungan yang indah dengan-Nya, seperti hubungan ayah dengan anak.

Yesus bilang, “Mintalah, carilah, dan ketoklah!” Tiga kata ini bukan sekadar perintah, tapi ajakan untuk terus mendekat kepada Tuhan. Kita diminta untuk percaya bahwa Dia mendengar, meski kadang jawaban-Nya berbeda dari yang kita harapkan. Saat doa kita tidak dijawab sesuai keinginan, apakah kita langsung kecewa atau menyerah? Sering kali, kita lupa kalau apa yang kita anggap baik belum tentu yang terbaik menurut Tuhan.

Doa sebenarnya adalah bukti bahwa kita percaya dan rendah hati di hadapan Tuhan. Kita mengakui bahwa kita butuh Dia dan percaya bahwa rencana-Nya selalu lebih baik. Jadi, teruslah berdoa, bukan hanya untuk meminta sesuatu, tapi untuk semakin dekat dengan Tuhan.#MK

Team Pastori
GIA Kopo Permai