THE MAIN RUNWAY

💒 Words📖 of God🎚️ Rabu, 27 November 2024

Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Ketika kita lagi jatuh cinta kepada seorang pria atau wanita, kita pasti rela melakukan segalanya hanya demi membuat dia senang. Kenapa bisa begitu? Karena landasan utama kita dalam melakukan itu adalah cinta. Cinta memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar. Kita rela berubah sesuai yang dia inginkan hanya demi membuat dia senang, dan semua itu dilandaskan oleh cinta kepada orang tersebut.

Kita sadar bahwa landasan utama seseorang ketika ingin melakukan sesuatu dengan segenap hati atau melakukan hal dengan tepat dan benar adalah cinta. Sama halnya dalam kehidupan rohani kita, kita hanya bisa melakukan firman Tuhan dengan benar ketika kita memperbaiki landasan utama kita.

Landasan utama kita dalam melakukan firman Tuhan adalah cinta akan Tuhan; Alkitab membahasakannya dengan kasih kepada Tuhan. Mengasihi Tuhan adalah langkah awal kita dalam melakukan firman Tuhan. Karena bila kita tidak mengasihi Tuhan terlebih dahulu, kita hanya akan melakukan hukum, sama seperti anak-anak dunia ini. Seharusnya kita melakukan firman Tuhan dengan landasan kasih akan Tuhan. Hukum utama kita adalah mengasihi Tuhan. Dengan mengasihi Tuhan kita dapat melakukan firman Tuhan dengan benar. Memperbaiki landasan utama kita dalam melakukan firman Tuhan akan membawa kita kepada kehidupan baru yang benar-benar benar dan sesuai dengan yang Tuhan inginkan. Tanpa kasih, semua yang kita lakukan adalah sia-sia.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Mengasihi Yang Susah Untuk Dikasihi

💒 Word📖 of God🎚️ Selasa, 26 November 2024

Lukas 6:27
“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.”

Tuntutan terberat pengikut Yesus Kristus adalah mengikuti teladan-Nya yang agung. Kita adalah orang yang sepatutnya memberikan terang bagi lingkungan sekitar. Yesus adalah kasih yang menjadi manusia seutuhnya dan dapat dirasakan dampaknya.

Saat kita telah mengenal pribadi Kristus dengan lebih mendalam, maka kita harus belajar menjadi seperti Dia. Kasih yang ada pada-Nya adalah bentuk kasih tertinggi yang pernah ada di muka bumi. Mungkin setiap kita akan memiliki pandangan bahwa Yesus sangat mudah mengasihi sebab Dia adalah kasih itu sendiri. Tetapi saat kita mengambil sudut pandang dari sisi kemanusiaan Yesus, maka kita memliki tantangan yang serupa.

Tema renungan kita hari ini mungkin sangatlah berat bagi beberapa dari kita yang sedang bergumul. Memliki kasih seperti Yesus tidaklah mudah. Belajarlah terus menerus untuk mengampuni, walaupun terasa sangat sulit. Setiap kita diberi Roh Kudus yang adalah kasih itu sendiri. Mengasihi orang yang bersikap baik kepada kita merupakan hal mudah untuk dilakukan. Tapi bagaimana jika kita mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita? menyakiti hati kita? merugikan kita?
Tidak mudah bukan? atau bahkan tidak ingin mengasihi mereka.
Tapi orang yang telah mengenal Kristus haruslah tetap mengasihi meskipun sulit bagi kita.#AH

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Dukacita Menurut Kehendak Allah

💒Words📖 of God🎚️ Senin, 25 November 2024

2 Korintus 7:10a
Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan

Kehidupan kita di dunia ini diwarnai dengan suka dan duka. Tentunya peristiwa dukacita adalah peristiwa yang tidak kita sukai bukan? Tapi tahukah kita, bahwa terkadang Tuhan ijinkan satu peristiwa duka untuk membuat kita mengalami pertobatan.

Satu waktu seorang mandor menjatuhkan beberapa uang koin supaya pekerja yang dibawah menengadah ke atas dan bisa menerima perintah yang dia mau sampaikan. Tapi para pekerja di bawah malah saling tertawa bahagia karena mereka merasa si mandor sedang berbaik hati kepada mereka dengan menjatuhkan uang receh supaya mereka bisa beli makanan atau minuman dengan uang receh tersebut.

Sang mandor tidak kehabisan akal, kali ini dia menjatuhkan batu kecil, dan ketika pekerja dibawah terkena batu, mereka segera menengadah ke atas dengan mata melotot dan siap untuk marah. Dan saat itulah mereka baru sadar bahwa hal itu dilakukan karena sang mandor hendak memberitahukan sesuatu (informasi) kepada mereka.

Terkadang Tuhan ijinkan peristiwa duka terjadi supaya kita menengadah ke atas, menerima perintah dan peringatan Tuhan itu menghasilkan pertobatan untuk kita.

Jadi ketika saat ini ada dukacita yang sedang kita alami, menengadahlah ke atas, barangkali ada sesuatu hal yang ingin Tuhan sampaikan untuk kita. (DT)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

PERKATAAN YANG BAIK

💒 Word📖 of God🎚️ Sabtu, 23 November 2024

Yakobus 3:5-6 “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka”

Kita perlu menyadari bahwa Tuhan mendengar apa yang kita ucapkan setiap harinya. Dia mendengar kita waktu kita memberkati orang-orang, waktu kita beri pujian dan menguatkan mereka, dan waktu kita mendorong mereka untuk maju. Dia juga mendengar waktu kita mengkritik dan membuat masalah dengan ucapan kita.

Yakobus berkata bahwa lidah kita itu seperti api, dan satu percikan bisa membakar satu hutan. Satu kata, bisa membuat sebuah masalah besar atau sebuah berkat yang besar. Kita bisa mulai dengan beberapa api-api yang baik, membangkitkan mimpi-mimpi, pengharapan dan gairah orang di sekitar kita. Kata-kata kita, bisa membuat orang berdiri teguh, menghembuskan nafas kehidupan baru atas mimpi-mimpi mereka. Jangan jadi bagian dari masalah, sebaliknya, jadilah bagian dari solusi.

Ambil keputusan untuk memakai lidah kita untuk menjadi pemberi semangat, pemuji dan penyembuh.#FK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

SAAT KENYATAAN TIDAK SESUAI HARAPAN

💒 Word📖 of God🎚️ Jumat, 22 November 2024

Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah Tuhan dan sujud menyembah………….(2 Samuel 12:20).

Kita tentu bisa membayangkan perasaan Raja Daud saat anaknya sakit kena tulah akibat dosanya. Daud menangis, berdoa dan berpuasa, bahkan sampai berbaring di tanah (ayat 16). Semua pegawainya tahu betapa dia sangat mengasihi anak itu. Itu sebabnya pada hari ketujuh, ketika anak itu meninggal, tidak ada seorangpun berani memberitahunya.

Namun saat Daud mendengar kabar anaknya sudah mati, itu, dia bangun dari lantai, mandi, dan pergi ke rumah Tuhan, serta sujud menyembah-Nya. Setelah pulang ke istana, dia minta disediakan makanan. Menjawab keheranan para pegawainya, Daud menjelaskan bahwa saat anak itu masih hidup, dia memohon pada Tuhan untuk menyembuhkan anak itu. Tetapi, ketika anak itu meninggal, dia tahu tidak ada lagi gunanya dia bersedih. Dia menyadari, bahwa dia yang akan pergi kepada anaknya (ayat 23).

Seringkali kita menghadapi kenyataan yang tidak seperti yang diharapkan, jangan sampai kita kehilangan sukacita dan semangat hidup kita. Kita bisa belajar dari Daud yang menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan dan dapat melanjutkan hidup dan menyelesaikan tugas yang dipercayakan pada kita.

Pada akhirnya Tuhan memberikan seorang anak laki-laki yang akan menggantikan Daud sebagai raja di Israel dan membawa Israel mencapai kejayaannya.

Terimalah kenyataan yang ada, meski tidak sesuai dengan harapan kita, karena kalau itu ada dalam kehendak Tuhan, maka Dia menyediakan sesuatu yang lebih baik.#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Jangan Biarkan Ketakutan Menggoyahkan Imanmu

💒 Words📖 of God🎚️ Kamis, 21 November 2024

Bilangan 14:1-10

Hidup ini seperti perjalanan yang penuh tantangan dan kejutan kadang menyenangkan, tapi juga sering kali menghadirkan situasi sulit yang bikin cemas.

Bersama Tuhan, kita diajak untuk tetap berjalan dalam iman, meskipun kenyataannya sering kali pergumulan hidup membuat kita mudah goyah. Kita mungkin mempertanyakan, meragukan, bahkan mengabaikan peran Tuhan dalam hidup kita.

Hal inilah yang dialami bangsa Israel dalam salah satu momen penting perjalanan iman mereka sebagai umat pilihan.

Bangsa Israel punya masalah besar: mereka sulit menerima kenyataan dan sering bersungut-sungut kepada Tuhan. Ketika melihat tanah Kanaan yang penuh berkat dan janji Tuhan, mereka malah lebih fokus pada tantangan penduduknya yang kuat dan perkasa. Ketakutan itu membuat mereka menyerah bahkan sebelum mencoba. Padahal, tanah itu adalah sesuatu yang sangat berarti bagi masa depan mereka, tapi mereka terlalu takut untuk memperjuangkannya.

Rasa takut dan minder sebenarnya wajar kita semua mengalaminya. Bahkan sebagai umat Tuhan, ketakutan adalah bagian dari kemanusiaan kita. Tapi masalah utama bangsa Israel adalah mereka mudah sekali lupa siapa Tuhan yang menyertai mereka. Bukannya percaya dan terus maju bersama Tuhan, mereka malah meragukan kuasa-Nya dan mengabaikan janji-Nya.

Kisah ini mengajarkan kita untuk lebih hati-hati menghadapi ketakutan. Saat menghadapi situasi yang bikin gentar, kita punya pilihan: menyerah pada ketakutan atau menyerahkan diri pada Tuhan. Jangan sampai ketakutan membuat kita menjauh dari Tuhan atau meragukan firman-Nya. Justru di tengah rasa takut itulah, kita dipanggil untuk semakin mengandalkan-Nya. Perjalanan hidup kita adalah kesempatan untuk terus melatih iman, bukan untuk menyerah hanya karena realita terlihat menakutkan. Tuhan sudah berjanji, dan Dia selalu setia menyertai kita. (MK)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

ALL OUT!

💒 Words📖 of God🎚️ Rabu, 20 November 2024

Matius 19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Cerita mengenai orang kaya yang muda cukup menjelaskan bahwa seseorang yang ingin memiliki hidup sempurna harus benar-benar all out dalam mengikut Tuhan. Orang muda yang kaya ini memiliki kualitas moral yang baik dalam kacamata manusia. Dia telah melakukan perintah-perintah dalam hukum Taurat dengan baik dan benar. Namun Tuhan Yesus berkata bahwa untuk memiliki hidup yang sempurna tidak cukup hanya dengan melakukan hukum.

Ternyata untuk mengikut Tuhan Yesus dibutuhkan pengorbanan demi mencapai kesempurnaan. Orang muda itu harus menjual segala miliknya sebelum mengikut Tuhan. Orang ini harus mengorbankan hartanya sebelum mengikut Tuhan untuk bisa sempurna. Tuhan Yesus ingin menyampaikan kepada kita semua melalui kebenaran ini bahwa untuk mengikut Tuhan, kita tidak boleh setengah-setengah. Kita harus berani all out dalam mengikut Tuhan.

Dunia ini sudah tidak ideal lagi, dan kita harus benar- benar berani untuk berkata “TIDAK” pada kenyamanan dunia yang sementara ini agar kita bisa mengikut Tuhan dengan benar dan bersekutu dengan-Nya. Tidak ada cara lain selain all out untuk ikut Tuhan. Menjadi seorang Kristen yang benar harus rela memberikan segalanya untuk Tuhan. Tanpa kesediaan ini maka kita hanya akan menjadi Kristen agama saja. Kita harus siap untuk memberi segalanya dan rela all out untuk bisa mengikut Tuhan. Dibutuhkan komitmen dan keberanian untuk dapat mengikut Tuhan. Inilah bukti kasih kita yang sungguh kepada Tuhan.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Perma

Tak Akan Dibiarkan Sendiri

💒 Word📖 of God🎚️ Selasa, 19 November 2024

Ulangan 31:6
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

Terdapat sebuah film yang biasanya tayang di televisi untuk menghibur masyarakat Indonesia pada momen natal, film tersebut berjudul “Home Alone”. Film ini menceritakan tentang seorang anak usia 8 tahun bernama Kevin, tak sengaja tertinggal oleh keluarganya yang pergi berlibur ke Perancis. Saat Kevin sendirian, dua orang pencuri berusaha membobol rumahnya. Kevin pun harus melakukan berbagai strategi agar dua pencuri tersebut tidak berhasil melakukannya. 

 Latar suasana yang terlihat di dalam film tersebut adalah kesendirian seorang anak di rumahnya namun ia harus berusaha menjaga rumahnya dari pembobolan dua pencuri. Setiap kita adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendirian. Saat merasa sendirian, kita perlu ingat sosok pribadi yang selalu ada bersama-sama dengan kita. Pribadi itu adalah Tuhan Allah yang kita kenal di dalam nama Yesus Kristus. Melalui Roh Kudus-Nya kita merasakan kehadiran dan kehangatan bersama Dia. 

Nasihat yang diberikan oleh Musa kepada Yosua adalah “kuatkan dan teguhkan hatimu” agar mampu untuk menghadapi tantangan kehidupan. Yosua menjadi pengganti Musa tentu saja ada perasaan takut menghadapi tantangan sebagai pemimpin. Sekalipun demikian, Musa sangat yakin dengan penyertaan Tuhan Allah selama ia mempimpin bangsa Israel. Tuhan Allah selalu ada bersama-sama dengannya untuk memberikan penyertaan dan perlindungan.

Pengalaman itulah yang menjadi pesan Musa bagi Yosua saat nanti akan memimpin bangsa Israel.

Adakah di antara kita saat ini yang merasakan kesendirian dalam menghadapi tantangan kehidupan? Merasa sendiri karena tidak ada dukungan dari orang-orang sekitar mungkin saja kita rasakan saat ini, tetapi Tuhan Allah tidak akan pernah membiarkan kita berjalan sendirian. Sedetik pun Allah tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Percayalah bahwa setiap waktu kita selalu berada dalam dekapan kasih dan perlindungan Tuhan Yesus Kristus. Amin.#AH

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

KITA BERHARGA DI MATA TUHAN

💒Words📖 of God🎚️ Senin, 18 November 2024

Yesaya 43:4a
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau…

Sebagian dari kita pasti pernah mendengar kisah Nick Vujicic. Seorang motivator kelas dunia yang tidak memiliki tangan dan kaki. Ketika Nick lahir, pastilah awalnya terlintas Nick adalah orang yang tidak berharga. Seandainya sebelum Nick lahir, Tuhan menawarkannya pada beberapa pasangan, siapa yang mau jadi orang tua Nick ? pastilah semua menolak.

Tapi kita tahu sekarang kisah hidup Nick melebihi orang normal sekalipun. Nick yang secara manusia “tidak berharga” Tuhan ubahkan menjadi “orang yang sangat berharga”.

Jika saja Nick memiliki tubuh yang normal, mungkin Nick hanya menjadi motivator di lingkup kecil karena tidak ada yang istimewa, tapi ketika dengan keterbatasan tubuh dia mampu melakukan hal-hal diluar ekpetasi yang orang-orang perkirakan, disitulah orang melihat bahwa Nick orang yang luar biasa (orang yang sangat berharga).

Adakah saat ini diantara kita yang merasa bahwa saya ini beda dengan orang-orang pada umumnya? mungkin kita memiliki kelemahan yang luar biasa parah dibanding yang lainnya. Jangan terpuruk! Justru engkau diciptakan “limited edition” untuk sebuah tujuan besar yang Tuhan berikan untukmu. Lewat kehidupanmu, Tuhan hendak menyatakan karya agung-NYA, karena engkau berharga di mata-NYA.Amin (DT)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

TUHAN ADALAH KEKUATAN DI TENGAH KEGELISAHAN

💒 Word📖 of God🎚️ Sabtu, 16 November 2024

Mazmur 108:2 “Hatiku siap, ya Allah, aku mau menyanyi, aku mau bermazmur, juga dengan segenap jiwaku.”

Setiap kita pasti pernah menghadapi masa-masa sulit dalam hidup. Ada hari-hari saat perasaan gelisah, cemas, dan khawatir seakan memenuhi pikiran kita, dan kesehatan mental kita mulai terguncang. Ketika keadaan sekitar terasa berat, mudah sekali untuk merasa lelah dan kehilangan arah. Namun, Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa di tengah badai hidup, ada satu hal yang tetap: hati yang siap untuk bermazmur.

Mazmur 108:2 mengajarkan kita untuk datang kepada Tuhan dengan hati yang siap, bahkan saat dunia seakan runtuh di sekeliling kita. Mazmur ini menunjukkan bahwa kekuatan dan damai sejahtera sejati tidak datang dari keadaan yang selalu ideal, melainkan dari hati yang fokus kepada Tuhan. Ketika kita menghadapi pergumulan mental, kita diajak untuk mengalihkan pandangan dari kekacauan dan menaruh fokus kita kepada Allah.

Mengatasi kesehatan mental bukan berarti kita mengabaikan perasaan atau masalah yang ada, melainkan kita membawa semua itu ke hadapan Tuhan. Saat kita berani menyanyi dan bermazmur, meski dalam kondisi yang berat, kita sedang mengizinkan Tuhan masuk ke dalam situasi kita.

Allah adalah penolong yang tidak pernah meninggalkan, dan firman-Nya dapat menjadi sumber penghiburan dan kekuatan di setiap aspek kehidupan kita, termasuk kesehatan mental.

Mari kita bersama belajar untuk mendekatkan diri kepada Tuhan di setiap musim kehidupan, termasuk saat jiwa kita sedang gelisah. Seperti pemazmur, biarkan hati kita selalu siap untuk memuji Tuhan, dan biarkan firman-Nya menyembuhkan setiap luka batin kita. Ajaklah Dia untuk berjalan bersama dalam setiap perjalanan kesehatan mental yang kita hadapi. Sebab dalam Dia, kita menemukan kekuatan yang melampaui segala pengertian, Amin

Fokuslah kepada Allah, bukan kepada masalah.#FK

Team Pastori
GIA Kopo Permai