LUPA AKAN PEMELIHARAAN TUHAN

💒 Word 📖 of God🎚️ Jumat, 15 November 2024

“Lalu bersungut sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: “Apakah yang akan kami minum?””
Keluaran 15:24

Kita tahu bahwa bangsa Israel adalah umat pilihan Tuhan dan Tuhan memelihara mereka secara luar biasa.

Saat umat Israel mengalami penindasan di Mesir, Tuhan tidak tinggal diam, Dia mengutus Musa untuk memimpin umat Israel keluar dari perbudakan di Mesir disertai dengan berbagai mujizat yang membuat orang Mesir akhirnya melepaskan mereka.

Ketika mereka harus menyeberang Laut Teberau saat dikejar oleh Firaun dan tentaranya, Tuhan membuat mujizat, air laut terbelah dua, sehingga umat Israel dapat berjalan di atas tanah kering, sementara ketika tentara Mesir menyusul mereka, laut berbalik kembali dan menenggelamkan mereka.

Saat dalam perjalanan menuju padang gurun Syur, selama tiga hari mereka tidak mendapatkan air; dan pada waktu sampai di Mara mereka mendapatkan airnya pahit tak dapat diminum. “Lalu mereka bersungut-sungut padahal baru saja mereka mengalami kebesaran dan pembelaan Tuhan atas mereka, namun saat menghadapi persoalan kecil, yaitu air yang pahit, mereka langsung bersungut sungut dan lupa akan mujizat dan perbuatan ajaib Tuhan yang baru saja mereka alami.

Jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh umat Israel. Sudah banyak Tuhan menyatakan mujizat danb pemeliharaan-Nya atas hidup kita, namun saat datang masalah yang baru, kita bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan.

Jangan lupa akan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan atas hidup kita, sehingga saat ada maasalah tidak membuat kita bersungut-sungut, namun justru makin teguh dalam keyakinan bahwa tidak ada maslaah yang tak terselesaikan di tangan Tuhan yang menyertai kita.#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

GREATER POWER, GREATER RESPONSIBILITIES

💒 Words📖 of God🎚️ Kamis, 14 November 2024

Matius 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Siapa sih yang tidak tahu film Spiderman? Sepertinya kita semua sudah pernah menonton film tersebut ya… Di film Spiderman 1, terdapat satu scene sebelum kematian uncle Ben (paman dari Spiderman), yaitu adegan di dalam mobil ketika Parker (Spiderman) ingin mencari uang dengan mengikuti pertandingan tinju. Uncle Ben di dalam scene tersebut mengatakan satu kalimat. yaitu “with great power comes great responsibility”, yang memiliki arti “dengan kekuatan yang besar datang tanggung jawab yang besar.”

Dari quotes dalam film Spiderman ini, kita mendapat pelajaran bahwa tanggung jawab besar datang seiring dengan kekuatan yang kita miliki. Tuntutan seseorang juga tergantung seberapa orang tersebut memiliki kemampuan untuk memenuhi tuntutan. Dengan hal ini kita mengerti bahwa terdapat perbedaan tuntutan antara kita yang adalah anak-anak Allah dengan orang yang belum mengenal Kristus.

Kita sebagai anak-anak Allah memiliki tuntutan lebih daripada mereka yang mungkin belum pernah mendengar firman Tuhan dan belum mengenal Kristus. Tuntutan kita adalah hidup harus sempurna seperti Bapa di surga yang adalah sempurna (Mat. 5:48). Dengan pengetahuan (kekuatan) yang kita tahu ini, maka kita pun dituntut (tanggung jawab) lebih dari mereka yang belum mengenal Kristus.

Inilah perbedaan tuntutan antara yang belum mengenal Kristus dengan kita yang adalah anak-anak Allah, Dibutuhkan perjuangan untuk memenuhi tanggung jawab ini karena kita diberi kekuatan lebih, yaitu kesempatan mengenal Tuhan yang lebih besar.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Menghargai Berkat Tuhan dalam Hidup yang Cukup

💒 Word📖 of God🎚️ Rabu, 13 November 2024

Mazmur 37:21-26

Hidup kadang terasa penuh ironi. Ada banyak orang yang hidup jujur, tidak mengambil hak orang lain, namun mereka harus berjuang dalam kesulitan. Sebaliknya, ada juga orang yang hidupnya curang, tidak peduli untuk mencuri atau menipu, tetapi justru mereka hidup nyaman dan berkelimpahan. Kita sering melihat hal ini, seperti kasus-kasus korupsi di mana orang yang haus akan kekuasaan dan uang tidak peduli dengan kesejahteraan orang lain. Lalu, sebagai orang yang percaya pada Tuhan, bagaimana kita harus menyikapi keadaan seperti ini? Apakah Mazmur hari ini masih relevan untuk kita?

Pertama, kita perlu menyadari bahwa berkat Tuhan bukan hanya soal harta atau materi. Banyak orang hanya melihat berkat dalam bentuk uang atau barang, padahal Tuhan memberkati kita setiap saat dengan hal-hal yang lebih dalam. Tapi, kalau kita terlalu fokus pada hal-hal materi, kita sendiri yang akan kesulitan untuk menyadari dan menikmati berkat-berkat dari Tuhan.

Kedua, dalam bacaan Mazmur ini, kita diingatkan bahwa Tuhan memberikan jaminan berkat kepada orang yang setia kepada-Nya, berupa penyertaan yang terus-menerus. Berkat ini lebih dari sekadar harta atau uang.

Melalui Mazmur ini, pemazmur mengingatkan kita bahwa berkat Tuhan bagi orang yang setia berupa kedamaian hati, ketenangan, keselamatan, dan kepastian hidup—hal-hal yang tidak bisa diukur dengan uang. Sayangnya, banyak orang yang terlalu berfokus pada materi sehingga lupa bersyukur, menjalani hidup dengan perasaan kurang, padahal Tuhan sudah mencukupi mereka. Mari kita belajar menghargai dan menikmati berkat Tuhan dalam rasa cukup dan syukur. Tuhan Yesus Memberkati. #MK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

GREATER POWER, GREATER RESPONSIBILITIES

💒 Words📖 of God🎚️ Kamis, 14 November 2024

Matius 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Siapa sih yang tidak tahu film Spiderman? Sepertinya kita semua sudah pernah menonton film tersebut ya… Di film Spiderman 1, terdapat satu scene sebelum kematian uncle Ben (paman dari Spiderman), yaitu adegan di dalam mobil ketika Parker (Spiderman) ingin mencari uang dengan mengikuti pertandingan tinju. Uncle Ben di dalam scene tersebut mengatakan satu kalimat. yaitu “with great power comes great responsibility”, yang memiliki arti “dengan kekuatan yang besar datang tanggung jawab yang besar.”

Dari quotes dalam film Spiderman ini, kita mendapat pelajaran bahwa tanggung jawab besar datang seiring dengan kekuatan yang kita miliki. Tuntutan seseorang juga tergantung seberapa orang tersebut memiliki kemampuan untuk memenuhi tuntutan. Dengan hal ini kita mengerti bahwa terdapat perbedaan tuntutan antara kita yang adalah anak-anak Allah dengan orang yang belum mengenal Kristus.

Kita sebagai anak-anak Allah memiliki tuntutan lebih daripada mereka yang mungkin belum pernah mendengar firman Tuhan dan belum mengenal Kristus. Tuntutan kita adalah hidup harus sempurna seperti Bapa di surga yang adalah sempurna (Mat. 5:48). Dengan pengetahuan (kekuatan) yang kita tahu ini, maka kita pun dituntut (tanggung jawab) lebih dari mereka yang belum mengenal Kristus.

Inilah perbedaan tuntutan antara yang belum mengenal Kristus dengan kita yang adalah anak-anak Allah, Dibutuhkan perjuangan untuk memenuhi tanggung jawab ini karena kita diberi kekuatan lebih, yaitu kesempatan mengenal Tuhan yang lebih besar.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Menghargai Berkat Tuhan dalam Hidup yang Cukup

💒 Word📖 of God🎚️ Rabu, 13 November 2024

Mazmur 37:21-26

Hidup kadang terasa penuh ironi. Ada banyak orang yang hidup jujur, tidak mengambil hak orang lain, namun mereka harus berjuang dalam kesulitan. Sebaliknya, ada juga orang yang hidupnya curang, tidak peduli untuk mencuri atau menipu, tetapi justru mereka hidup nyaman dan berkelimpahan. Kita sering melihat hal ini, seperti kasus-kasus korupsi di mana orang yang haus akan kekuasaan dan uang tidak peduli dengan kesejahteraan orang lain. Lalu, sebagai orang yang percaya pada Tuhan, bagaimana kita harus menyikapi keadaan seperti ini? Apakah Mazmur hari ini masih relevan untuk kita?

Pertama, kita perlu menyadari bahwa berkat Tuhan bukan hanya soal harta atau materi. Banyak orang hanya melihat berkat dalam bentuk uang atau barang, padahal Tuhan memberkati kita setiap saat dengan hal-hal yang lebih dalam. Tapi, kalau kita terlalu fokus pada hal-hal materi, kita sendiri yang akan kesulitan untuk menyadari dan menikmati berkat-berkat dari Tuhan.

Kedua, dalam bacaan Mazmur ini, kita diingatkan bahwa Tuhan memberikan jaminan berkat kepada orang yang setia kepada-Nya, berupa penyertaan yang terus-menerus. Berkat ini lebih dari sekadar harta atau uang.

Melalui Mazmur ini, pemazmur mengingatkan kita bahwa berkat Tuhan bagi orang yang setia berupa kedamaian hati, ketenangan, keselamatan, dan kepastian hidup—hal-hal yang tidak bisa diukur dengan uang. Sayangnya, banyak orang yang terlalu berfokus pada materi sehingga lupa bersyukur, menjalani hidup dengan perasaan kurang, padahal Tuhan sudah mencukupi mereka. Mari kita belajar menghargai dan menikmati berkat Tuhan dalam rasa cukup dan syukur. Tuhan Yesus Memberkati. #MK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

TUHAN INGIN KITA BERBUAH

💒Words📖 of God🎚️ Selasa, 12 November 2024

Yohanes 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah

Dalam pengiringan kita pada Tuhan, Tuhan bukan hanya ingin kita bertumbuh tapi juga berbuah.

Bertumbuh adalah sesuatu yang dinikmati oleh diri sendiri, sementara berbuah adalah sesuatu yang dinikmati oleh orang lain.

Makanya seringkali orang hanya ingin bertumbuh dan bertumbuh tapi seringkali orang lupa bahwa target Tuhan selanjutnya setelah kita bertumbuh adalah berbuah.

Banyak orang yang berpindah gereja dengan alasan saya kurang bertumbuh di gereja A sehingga saya pindah ke gereja B. Padahal mungkin di gereja A orang ini sudah bertumbuh, dan sudah saatnya dia berbuah di gereja A. Tapi ketika saatnya dia berbuah di gereja A dia gak mau berbuah karena fokus dia terus saja kepada diri sendiri (alias orang ini ingin terus bertumbuh).

Ayat renungan hari ini mengingatkan kita, ternyata target yang Tuhan bidik dalam kehidupan kita bukan hanya bertumbuh tapi berbuah, bahkan ayat diatas mengatakan setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotongNYA. Waduuh ?? sudahkah Anda bertumbuh sekarang ini ? Jika sudah, segeralah berbuah karena Tuhan menantikan buahmu muncul dan menjadi buah yang dinikmati oleh orang-orang di sekitarmu.

Selamat bertumbuh dan berbuah 🙏 (DT)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Menyapa Sang Pencipta

💒 Word📖 of God🎚️ Senin, 11 November 2024

Markus 1:35
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”

Penduduk Indonesia menduduki peringkat kedua negara paling ramah sedunia. Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk yang ramah sejak lama. Itu juga dibuktikan dalam survei terbaru Local Friendliness 2024. Kabar Baik, Indonesia Peringkat Kedua Negara Paling Ramah …

Melalui informasi di atas, kita merasakan bahwa keramahan penduduk Indonesia sering ditandain dengan sapaan yang hangat. Menyapa dapat menjadi pemicu permulaan interaksi antarsesama. Dengan sapaan yang hangat maka akan memunculkan suatu relasi yang akan terbangun. Tidak hanya sapaan kepada saudara, teman, atau tetangga, tetapi juga kita harus menyapa pencipta kita.

Allah sebagai pencipta seisi dunia ini sudah seharusnya terlebih dahulu mendapat sapaan hangat dari kita. Seperti yang dilakukan oleh Yesus saat pagi-pagi benar, di mana Ia pergi untuk berdoa.
Melalui doa itulah Yesus mengajarkan kita untuk menyapa Sang Pencipta kita. Belajarlah untuk menyapa Sang Pencipta saat hendak memulai aktivitas setelah kita beristirahat. Berilah sapaan hangat kepada Tuhan Yesus di setiap pagi kita. Inilah bentuk komunikasi orang percaya dengan penciptanya. Sampaikanlah sapaan hangat untuk mewujudkan sebuah relasi yang lebih intim lagi. Amin.#AH

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

MENJAGA MULUT KITA

💒 Word📖 of God🎚️ Sabtu, 10 November 2024


Amsal 13:3 “Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.”

Seseorang mungkin memerlukan kata-kata yang memulihkan dari kita hari ini. Kenapa kita tidak memulainya dari keluarga kita? Kapan terakhir kali kita memuji pasangan kita dengan mengucapkan “Aku mengasihi kamu; Aku bersyukur punya kamu”. Jangan biarkan orang lain memberi pujian kepada pasangan kita lebih dari pada kita. Jangan biarkan guru, dosen, pelatih atau pun teman membuat anak kita lebih merasa spesial daripada karena perkataan kita.

Berkati anak-anak kita setiap hari dengan perkataan kita. Katakan betapa bangganya kita kepada mereka. Katakan hal-hal yang baik dan luar biasa bagi masa depan mereka. Ingatkan mereka bahwa mereka diciptakan serupa dan segambar dengan Allah Yang Maha Kuasa. Keluarkan benih-benih ilahi dan kebesaran yang ada di dalam mereka dengan perkataan kita. Sudah terlalu banyak orang-orang yang mengatakan kepada mereka kalau mereka tidak bisa jadi ini atau itu yang baik dan luar biasa.

Mungkin mereka juga alami dan hadapi berbagai macam penghinaan atau cemoohan, kata-kata negatif lewat sosial media, dan orang-orang yang mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. Tapi ketika kita mengatakan bahwa kita mengasihi mereka dan bangga kepada mereka, itu bukan sekadar menyembuhkan luka-luka, tapi juga melindungi hati dan jiwa mereka. Itu yang membantu mereka untuk menolak dan terbebas dari kata-kata yang menyakitkan itu membelenggu mereka.

Teruslah menabur benih ilahi dengan perkataan kita. Bangun kebiasaan mengucapkan perkataan yang memberi kehidupan kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita.
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. [Amsal 18:21].# FK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

MEMULIHKAN HUBUNGAN

💒 Word📖 of God🎚️ Jumat, 8 November 2024

Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni (Efesus 4:32).

Bersikap ramah kepada orang yang sudah dikenal adalah hal yang umum. Setiap kita berjumpa dengan orang yang kita kenal, kita pasti akan bercakap-cakap dan bisa bergurau dengannya. Ramah terhadap orang yang belum kita kenal merupakan sesuatu hal yang diluar kebiasaan umum.

Sebagai orang yang telah mengalami kasih Tuhan seharusnya kita bisa menunjukkan kasih Tuhan itu kepada orang-orang di sekitar kita. Kalau ada orang yang membenci atau pernah bersalah pada kita, kita harus mengampuni sama seperti Tuhan sudah mengampuni kita.

Keramahan dan pengampunan merupakan langkah awal untuk untuk memulihkan hubungan antara kita dengan orang yang memusuhi kita.

Biarlah kita meneladani Kristus yang ramah terhadap semua orang dan mengampuni orang yang membenci dan memusuhi kita..#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Ukuran Tuhan vs Ukuran Manusia

💒 Words📖 of God Kamis, 7 November 2024

2 Korintus 5:16 “Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian”

Sebagai pengikut Kristus seharusnya kita tidak lagi menilai segala sesuatu menurut ukuran manusia, karena ukuran yang Kristus pakai sangat berbeda dengan ukuran yang manusia pakai.

Kesuksesan manusia selalu diukur secara materi, tapi kesukesan menurut Tuhan selalu diukur dari nilai-nilai kerajaan Allah. Tapi hal ini masih saja kita lakukan sampai sekarang. Kita akan melihat seseorang sukses bukan dari karakternya tapi dari jabatan-nya, rumahnya, mobilnya serta materi lain-nya.

Bahkan tidak terkecuali ukuran yang diberikan kepada seorang pendeta sekalipun kita melihatnya dari sesuatu ukuran menurut penilaian manusia yaitu dari gedung gerejanya, jumlah jemaatnya, mobilnya serta penampilannya. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk mengubah paradigma kita.

Jadi jika saat ini kita sudah sukses menurut ukuran manusia, mari kita sekarang mengejar sukses menurut ukuran Tuhan karena sukses secara manusia tidak akan menghasilkan apapun yang bisa kita bawa dalam kekekalan, tapi kesukesan di mata Tuhan akan mendatangkan upah yang Tuhan sudah sediakan bagi kita dalam kekekalan. Amin (DT)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai