Yesus Berkuasa Mengampuni Dosa

💒 Word📖 of God🎚️ Sabtu, 7 September 2024

Markus 2:5 & 10
“Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
“Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”

Salah satu daerah yang acap kali dikunjungi oleh Yesus dalam pelayanan dan penginjilan-Nya adalah Kapernaum. Jika ditelusuri lebih mendalam, kitab-kitab Injil mencatat bahwa Yesus selalu datang untuk mengajar di sana pada hari-hari Sabat (Luk. 4:31). Jadi sudah pasti banyak mukjizat yang dilakukan oleh Yesus di Kapernaum, salah satunya ialah menyembuhkan orang lumpuh yang diturunkan dari atas atap. 

Kisah kesembuhan yang dialami oleh orang lumpuh ini tidak semata-mata mukjizat yang luar biasa, tetapi sebuah pengakuan implisit dari Yesus bahwa Ia adalah Allah yang berkuasa. Bagi kebanyakan orang yang bertemu dan melihat Yesus menganggap bahwa Ia adalah “Sang Pembuat Mukjizat” tanpa menyadari bahwa Ia adalah Allah. Namun tidak semua orang itu paham mengenai siapa Yesus yang sebenarnya.

Mengacu pada konteks dari kisah Yesus menyembuhkan orang lumpuh di Kapernaum ini, terdapat satu nilai berharga bagi setiap kita orang percaya. Nilai itu adalah bahwa Yesus adalah benar-benar Allah yang berkuasa atas manusia dan seluruh ciptaan-Nya. Bagaimana bisa, Yesus hanyalah seorang guru hebat yang mengajar di rumah-rumah ibadat namun menyatakan sebuah pengampunan dosa?

Pandangan ini dimiliki oleh para ahli Taurat pada masa itu. Saat orang lumpuh itu diturunkan dari atas atap oleh empat temannya, Yesus tidak berkata “sembuhlah engkau” melainkan “dosamu sudah diampuni.” Para ahi Taurat yang mendengar itu tentu paham mengenai siapa yang layak untuk mengampuni dosa seseorang yaitu Tuhan Allah saja. Ahli-ahli Taurat itu berkata dalam hati mereka bahwa Yesus telah menghujat Allah (Mark. 2:7), sebab diri-Nya menyatakan pernyataan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah.

Dibalik semuanya itu, Yesus ingin menyampaikan identitas diri-Nya kepada para ahli Taurat dan orang-orang bahwa Ia adalah benar-benar Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Yesus menyatakan diri sebagai Anak Manusia yang berkuasa untuk mengampuni dosa. 

Mukjizat untuk menyembuhkan orang adalah bagian kecil dari karya Allah yang Ajaib, namun jika melihat pada pengampunan dosa maka tidak ada seorangpun yang menyatakan dirinya mampu untuk mengampuni dosa orang lain. Itulah Tuhan Yesus yang kita sembah yaitu Allah yang menjadi manusia dan berkuasa untuk mengampuni dosa kita semua. Amin.#AH

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

KNOW THE TRUTH

💒 Word📖 of God🎚️ Jumat, 6 September 2024

Yohanes 7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.

Kita harus sadar dan percaya bahwa satu-satunya sumber tertulis untuk mengenal kebenaran hanyalah firman Tuhan, tidak ada yang lain. Teori-teori yang dibuat oleh manusia, apa pun itu tidak boleh kita yakini sebagai kebenaran yang mutlak, karena yang merumuskan teori tersebut adalah manusia, dan manusia itu terbatas. Tapi firman Tuhan adalah murni kebenaran, karena itu berasal dan Tuhan, Sumber Kebenaran.

Alkitab memang ditulis oleh manusia, tetapi manusia-manusia yang menulis Alkitab dipimpin oleh Allah melalui Roh Kudus. Alkitab harus dipercayai sebagai sumber kebenaran firman Tahan, karena yang menulis tidak hanya 1 orang melainkan kurang lebih sebanyak 40 orang, dan seluruh Alkitab dari awal sampai akhir saling berkaitan dan melengkapi satu dengan yang lainnya. Hal ini membuktikan bahwa Alkitab yang kita miliki adalah benar adanya dan memuat kebenaran firman Tuhan yang murni. Maka dari itu, sebagai pengikut Kristus, kita harus belajar firman Tuhan secara mendalam dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari.

Firman Tuhan yang murni akan menuntun kita kepada perbaikan karakter agar kita semakin serupa dengan Tuhan Yesus Kristus. Namun kita tidak boleh hanya percaya dan belajar firman Tuhan, tetapi harus dilakukan dalam kehidupan kita setiap hari agar kebenaran itu hidup di dalam diri kita.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Mau Enak Tanpa Berupaya?

💒 Word📖 of God🎚️ Kamis, 5 September 2024

(Yeremia 37:1-10)

Saudara, apakah anda pernah punya pengalaman bertemu dengan orang yang rajin meminta bantuan tapi jarang memberikan pertolongan? Tentu saja hal itu sangat menyebalkan bukan? Terlebih lagi, ketika ia meminta bantuan dengan tuntutan agar sesegera mungkin terpenuhi. Namun, mungkin saja kita menjadi salah satu pelakunya. Apabila iya, maka saat ini adalah kesempatan yang baik untuk mengevaluasi diri dan melakukan komitmen untuk berubah.

Bacaan kita hari ini menampilkan kepada kita sebuah contoh sikap manusia yang ingin hidup enak tapi tak mau berupaya. Pada ayat 2, catatan kitab Yeremia telah menunjukkan dengan sangat lugas bahwa raja Zedekia dan para pegawai kerajaan tidak bersedia mendengarkan firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia. Artinya, mereka tidak sudi untuk menerima kritik dan membangun sikap hidup yang berlandaskan nilai-nilai kebenaran firman Tuhan. Namun, pada ayat 3 kita justru melihat mereka menuntut Yeremia untuk memohonkan berkat dari Tuhan. Bukankah ini menjadi sebuah sikap iman yang menyebalkan sekaligus tidak bertanggung jawab?
Raja Zedekia beserta jajaran kerajaannya ingin menikmati berkat Tuhan tapi tidak sudi mendengarkan suara-Nya! Tentu saja, permintaan mereka tidak dipenuhi oleh Yeremia dan tidak dikabulkan oleh Tuhan . Yeremia malah menyampaikan kritik yang semakin keras sekaligus sebagai nubuatan kejatuhan mereka akibat segala perilaku, kesombongan dan perilaku yang tidak bertanggung jawab di hadapan Tuhan. Tuhan pun sedang menunjukkan bahwa Ia tidak dapat dimanipulasi.

Saudara yang dikasihi Tuhan , bacaan firman hari ini telah mengajak kita untuk membentuk sikap hidup beriman yang bertanggung jawab di hadapan Tuhan. Kita mungkin dapat memanipulasi manusia namun kita tidak dapat memanipulasi Tuhan, Dengan meminta berkat namun tak bersedia menghidupi nilai-nilai firman-Nya! Keputusan hidup untuk mengikut Tuhan berarti kita bersedia untuk mendengar, menerima dan mengaplikasikan firman-Nya secara konsisten dan adil. Tuhan Yesus Memberkati.#MK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

BERDOA UTK BANGSA

💒Words📖 of God🎚️ Rabu, 4 September 2024

Yehezkiel 22:30
Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Ku.musnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya

Betapa mirisnya kita membaca ayat diatas, dimana sebelum Tuhan memusnahkan satu negeri Tuhan mencari seseorang yang mau mendirikan tembok dan mempertahankan negeri itu di hadapan Tuhan, tapi ternyata idak ada seorang pun. Yang Tuhan minta tidak banyak tapi hanya seorang saja, tapi seorang pun tidak ada.

Kisah ini juga mirip ketika Abraham berdialog dengan Tuhan sebelum Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora, dan Tuhan tidak akan memusnahkan Sodom dan Gomora seandainya saja ada min 10 orang yang berdoa, tapi ternyata tida ada.

Bagaimana jika pertanyaan itu ditujukan kepada bangsa kita ? Maukah kita menjadi “seorang yang Tuhan cari tersebut” sehingga kita berdiri di tembok (berdoa) untuk bangsa kita?

Beberapa minggu lalu, kita baru saja merayakan hari kemerdekaan bangsa kita, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, biarlah sebagai bentuk kasih kita kepada bangsa kita, kita tampil berdiri di hadapan Tuhan untuk membawa setiap doa-doa kita untuk Bangsa Indonesia, bangsa kita tercinta.
Selamat berdoa syafaat utk bangsa tercinta 🙏(DT)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

PEMELIHARAAN TUHAN

💒 Word📖 of God🎚️ Selasa, 3 September 2024

1Raja-raja 17:2-4
Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”

Kita seringkali diperhadapkan dengan berbagai kebutuhan hidup yang semakin hari dirasa semakin berat. Apalagi di zaman sekarang yang namanya biaya hidup, biaya pendidikan, biaya kesehatan semuanya sangat mahal dan rasanya banyak orang mulai merasa beban berat kehidupan sudah sulit ditanggungnya.

Hari ini kita diingatkan akan kisah Elia yang dipelihara Tuhan di tepi sungai Kerit saat kekeringan melanda seluruh negeri (1 Raja 17:1).

Janji pemeliharaan Tuhan untuk Elia masih berlaku untuk kita orang percaya hingga hari ini. Bukankah Yesus pernah berkata kepada murid-murid-Nya, “Karena itu, Aku berkata kepadamu: Janganlah khawatir tentang hidupmu, mengenai apa yang hendak kamu makan, dan janganlah khawatir tentang tubuhmu, mengenai apa yang hendak kamu pakai…..” (Lukas 12:22,).

Sadarilah bahwa hidup ini tidak pernah bebas dari masalah, dari hari ke hari masalah selalu datang dan pergi tiada henti, yang terpenting adalah bagaimana cara kita menyikapi setiap masalah dan pergumulan hidup kita.

Seringkali kita kecewa saat berharap pada pertolongan manusia, namun jika kita berserah dan berharap pada TUHAN, Dia mampu menolong kita, seperti Dia memerintahkan burung untuk memberi makan nabi Elia.

Jangan pernah mempertanyakan, bagaimana cara TUHAN menolong kita, namun percayalah bahwa TUHAN punya banyak cara untuk menolong umat-Nya.#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

PENTINGNYA MEMILIKI KOMUNITAS ROHANI

💒 Word📖 of God🎚️ Senin, 2 September 2024

Markus 2:3 (TB) “ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.”

Dalam pembacaan kita pada Injil Markus 2 :1-12. Kita diingatkan pentingnya memiliki komunitas rohani, komunitas orang yang bisa berempati dan bergerak untuk menolong, di lingkungan gereja kita dikenal dengan istilah Family Care (F-care).

Melalui peristiwa seseorang yang sakit lumpuh atau lemah secara jasmani atau ada masalah dalam hidupnya, kita bisa melihat ada kesatuan hati dari 4 orang yang menolong dan menggotong orang yang sakit tersebut sehingga bisa bertemu dengan Tuhan Yesus.

Bila kita tidak memiliki teman atau komunitas rohani, maka akibat keterpurukan karena sakit lumpuh itu akan makin menekan kehidupan kita. Sebaliknya, jika kita mempunyai komunitas rohani, maka kita akan memiliki teman sejati. Mencari teman saat kita sukses secara materi maka akan mudah bagi kita untuk memiliki teman sebanyak-banyaknya, tetapi saat kita susah atau menderita ada teman-teman yang mau mendekat untuk menolong, maka inilah yang disebut teman sejati. Orang bijak berkata teman saat kita susah adalah teman sejati.

Selain itu, kita juga akan memiliki teman yang mau menderita bersama dan teman yang bisa mendukung kita untuk bangkit dan maju kembali. Contohnya seperti orang lumpuh yang ada dalam nats Alkitab yang mengalami segala keterpurukan karena lumpuh, maka kemampuanya akan sangat terbatas untuk bergerak. Bersyukur karena perjuangan 4 orang temannya, maka bisa bertemu dengan Tuhan Yesus yang memulihkan kesehatan jasmani dan rohaninya (5, 12).

Sebagai orang percaya sudahkan kita memiliki komunitas rohani? Dengan memiliki komunitas rohani maka kita bisa saling bantu di antara sesama kita. Teman saat kita susah adalah teman sejati. Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara. (Ams 18:24)#FK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Kembali Kepada Sang Pemberi Hidup

💒 Word📖 of God🎚️ Sabtu, 31 Agustus 2024

Pengkhotbah 12:7
dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Salah satu misteri yang tidak akan pernah dapat dijawab oleh manusia ialah mengenai hari kematiannya. Tidaklah asing bagi kita jika datang ke sebuah rumah duka dan di sana terdapat sebuah istilah yang sering diucapkan. Istilah yang sering digunakan untuk orang Kristen saat seseorang telah tiada ialah “kembali pulang ke rumah Bapa di Sorga.” Arti dari istilah tersebut menjelaskan kepada kita semua bahwa setiap kita memiliki asal mulanya.

Jelas bahwa dalam kitab Kejadian, Tuhan Allah secara jelas menciptakan manusia dari debu tanah (Kej. 2:7). Lalu Allah “menghembuskan nafas hidup”, maka terciptalah manusia. Betapa luar biasanya jika Allah menciptakan manusia dengan unik dan berbeda dari ciptaan lainnya. Hanya manusia yang disebutkan bahan pembentuknya dan yang dihembuskan nafas kehidupan.

Jika kita menghembuskan “nafas terakhir” (meninggal dunia), maka nafas kehidupan itu akan kembali kepada Sang Pemberi Agung yaitu Tuhan Allah. Tubuh jasmani kita akan hancur lalu kembali menjadi debu tanah. Namun roh yang ada di dalam diri kita akan kembali kepada Tuhan Allah itu di kehidupan kekekalan nanti. Ingatlah bahwa suatu saat nanti seluruhnya akan lenyap dan ketahuilah bahwa kita akan kembali kepada Tuhan Allah yang mengaruniakan kehidupan itu kepada semua manusia. Amin.#AH

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Mengasihi Tuhan Melalui Penampilan yang Baik Dan Sopan(Amsal 11:22-31)

💒 Word📖 Of God🎚️ Jumat, 30 Agustus 2024

Penting bagi kita untuk mengetahui apa yang Allah benci dan apa yang Allah senangi, supaya kita bisa mengatur diri sesuai dengan-Nya, menghindari hal-hal yang tidak disukai-Nya dan mengabdikan diri untuk menyenangkan hati-Nya.

Di sini kita diberi tahu bahwa tidak ada yang lebih menyakiti hati Allah seperti kemunafikan dan bermuka dua. Di mana orang melakukan tipu muslihat, yaitu berpura-pura berlaku adil tetapi bermaksud jahat, berjalan di jalan-jalan yang berbelit-belit, supaya tidak ketahuan. Orang yang serong hatinya bertindak berlawanan dengan apa yang baik, sambil mengajarkan apa yang baik.

Hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, lebih daripada orang-orang berdosa mana pun. Tidak ada yang lebih menyenangkan hati Allah daripada ketulusan dan kejujuran: Orang yang tak bercela, yang tujuan dan tindakannya jujur, yang perilakunya di dunia dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah, mereka inilah yang disenangi oleh Allah.

Di sini kita harus memahami apa yang kita lakukan melalui perbuatan dan penampilan kita sesungguhnya merupakan tindakan susila, aturan agama sekaligus anugerah. Maka seperti yang dicontohkan Amsal, perempuan yang tidak susila berarti seorang perempuan dengan perilaku yang bebas dan tidak tahu aturan.

    Melalui bacaan kita saat ini kita dapat belajar, bahwa kecantikan dan ketampanan secara jasmani itu seperti anting-anting emas, sesuatu yang sangat berharga, dan kalau ada hikmat dan anugerah yang melindungi dari godaannya, maka itu merupakan perhiasan yang sangat baik. Laksana kebajikan yang tampil istimewa dan agung saat disertai kecantikan dan ketampanan. Tetapi orang yang bodoh dan tidak susila, dengan sikap yang menganggap remeh, cocok dibandingkan dengan seekor babi, walaupun dia sangat cantik. Dia berkubang dalam lumpur hawa nafsu yang kotor, yang mencemarkan pikiran dan hati nurani, dan walaupun dimandikan akan kembali lagi ke situ.

    Kecantikan dan ketampanan yang kita miliki hendaklah jangan disalahgunakan, seperti yang dilakukan oleh mereka yang kecantikannya tidak disertai kesopanan. Mereka seperti anting-anting emas di jungur babi, yang dipakainya untuk membongkar timbunan kotoran, karena tidak mengerti bahwa hal itu sangat bernilai. 

Sangat disayangkan jika orang memiliki karunia dan kelebihan jasmani tetapi tidak memiliki kebijaksanaan untuk menggunakannya dengan baik. Apa yang kita miliki saat ini adalah anugerah Tuhan yang harus kita jaga dengan baik. Menjaga kesopanan dalam berpenampilan, menjaga perkataan kita, sikap kita dan kerendahan hati kita. itu tanda bahwa kita mensyukuri dan menghargai pemberian Tuhan.#MK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

MENCURAHKAN ISI HATI

💒 Word📖 of God🎚️ Kamis, 29 Agustus 2024

Tetapi Hana menjawab: “Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN. (1 Samuel 1:15).

Dalam hidup ini tentunya tiap orang punya pergumulan yang berbeda-beda, termasuk bagaimana dia berusaha mengatasinya. Hari ini kita membaca kisah. Hana, bagaimana ia selalu diejek oleh madunya setiap hari karena dianggap sebagai wanita yang kena kutuk dan mandul. Hana kemudian mencurahkan isi hatinya pada Tuhan dengan hati yang ancur.

Saat kita menghadapi pergumulan hidup yang membuat kita kuatir, tertekan, dan merasa putus asa, mari datanglah kepada Tuhan dan curahkanlah isi hati kita kepada-Nya. Nantikan jawaban Tuhan atas setiap doa dan permohonan yang kita naikkan kepada-Nya dengan tetap bersabar, bertekun, beriman dan mengandalkan Dia senantiasa. Tuhan kita adalah Tuhan yang mau peduli dan mendengar curahan isi hati kita.

Baalah seluruh persoalan dan pergumulan kita kepada Tuhan dalam doa, permohonan yang disertai dengan ucapan syukur .#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

MEMILIKI HATI NURANI YANG BERSIH

💒 Words📖 of God🎚️ Rabu, 28 Agustus 2024

Kejadian 3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Manusia adalah makhluk yang Tuhan ciptakan dengan hati nurani. Hati nurani memiliki nilai nilai atau value dalam kehidupan ini, yaitu cara memandang sesuatu. Nilai-nilai ini terbangun sejak kecil, ketika seorang anak manusia mulai memiliki kesadaran. Orang pertama yang mengajarkan nilai-nilai adalah orang tua, Keluarga adalah tempat pendidikan hati nurani yang pertama. Dalam keluarga, seorang anak manusia mulai memiliki kesadaran mengenai yang baik dan buruk, indah dan tidak indah, menguntungkan dan merugikan, membahagiakan dan tidak membahagiakan, memilili nilai tinggi dan tidak bernilai, mulia dan hina, sopan dan tidak sopan, dan sebagainya.

Dalam beberapa ayat, Alkitab menunjukkan bahwa hati nurani juga berfungsi sebagai pengawas dan pengontrol kehidupan seseorang. Hati nurani seperti polisi kehidupan yang menunjukkan kesalahan dan langkah yang harus ditempuh. Dalam Roma 13:5 tertulis: Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. Suara hati yang timbul dari hati nurani adalah yang mengingatkan kita untuk melakukan atau sebaiknya mengurungkan sebuah tindakan, Di antara kita pasti pernah mengalami keraguan, apakah kita boleh melakukan sesuatu atau tidak.

Biasanya, Tuhan akan memperingatkan kita melalui suara hati untuk mencegah kita berbuat dosa. Jangan abakan suara tersebut! Cobalah belajar peka dengan suara hati kita dan asah terus dengan belajar Firman.#PI

Team Pastori,
GIA Kopo Permai