SALING MENGUATKAN HATI

💒 Word📖 of God🎚️ Kamis, 19 September 2024


“Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya.”. 2 Samuel 10:12

Seringkali saat menghadapi persoalan yang melanda hidup kita, kita cenderung untuk mengasihani diri sendiri dan menarik diri dari orang-orang di sekitar kita.

Seharusnya sebagai orang percaya kita harus belajar menguatkan hati kita, seperti yang pernah dialami oleh Daud ketika rakyat hendak melempari dia dengan batu karena istri dan anak-anak mereka ditawan oleh orang Amalek (1 Samuel 30:6). Ketika Daud menguatkan hati dan kepercayaannya kepada Tuhan, dia bisa memberi semangat dan pengaruh positif bagi rakyat dan pasukannya, sehingga mereka berhasil merebut kembali istri dan anak-anak mereka.

Lewat renungan hari ini, kita juga melihat bagaimana Yoab saling menguatkan hati dengan Abisai, adiknya dan menguatkan hati pasukan mereka untuk menghadapi bani Amon dan para sekutunya, dan hasilnya orang Israel dapat meraih kemenangan.

Dari kedua kisah di atas, kita belajar untuk terus saling menguatkan hati satu sama lain, sekalipun ada banyak persoalan dan tantangan yang harus dihadapi, namun ketika kita saling menguatkan hati, maka ada semangat positif yang membuat kita mendapat kekuatan baru untuk menghadapi itu semua dan keluar sebagai pemenang.

Marilah kita saling menguatkan hati dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada, sehingga memberikan kekuatan dan semangat yang baru dan menolong kita untuk terus mengandalkan Tuhan dan menikmati pertolongan-Nya.#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Kemuliaan TUHAN dinyatakan kepada mereka yang berkenan

💒 Word📖 of God🎚️ Rabu, 18 September 2024

Bacaan: Kisah Para Rasul 10:22-31

Dalam hidup ini kita sering mendengar; mengapa proses hidup kita sulit, mengapa keadaan kita seperti tidak ada hal yang istimewa bahkan mengapa doa kita sering kali (menurut kita) tidak dijawab oleh Tuhan. Jawabannya sederhana; mungkin saja kita tidak memiliki perkenanan TUHAN atas kita.

Mari kita belajar dari sifat pribadi seorang Kornelius; seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik. Satu pesan Tuhan yang luar biasa mengajarkan kepada kita bahwa selama kita tulus hati, hidup takut akan Allah, dan terkenal baik; artinya selalu dikenal memiliki kepribadian yang baik; maka di situlah letaknya perkenanan TUHAN dinyatakan atas kita.

Dan hal yang luar biasa; Alkitab mencatat bahwa saking begitu berkenannya hati TUHAN terhadap Kornelius; TUHAN mengutus malaikat menjumpai Kornelius dan meneguhkan imannya bahwa TUHAN telah mendengarkan doanya. Pernyataan yang disampaikan malaikat itu sangat luar biasa: “Kornelius, doamu telah didengarkan Allah dan sedekahmu telah diingatkan di hadapan-Nya.

Saudara yang dikasihi Tuhan Jika kita ingin melihat hari kita dipenuhi dengan pernyataan kemuliaan TUHAN; milikilah ketulusan hati, milikilah roh yang takut (menghormati kehadiran) Allah dalam hidup kita, dan teruslah berjuang menjadi orang baik . Sebab di mana hati TUHAN disukakan dengan kepribadian kita yang memuliakan nama TUHAN; maka di situlah pasti TUHAN mengerjakan perkara ajaib dan dahsyat dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus Kristus memberkati.#MK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Yesus Yang Mengangkat Nilai Hidupku

💒 Word📖 of God🎚️ Selasa, 17 September 2024

*Lukas 19:10 *
“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Apakah kita pernah melihat orang terkenal yang sedang berada di sebuah tempat makan yang pernah kita kunjungi sebelumnya?

Ada seorang ibu yang mengeluhkan bahwa harga menu makanan di tempat biasa ia makan menjadi naik. Ibu ini sudah berlangganan untuk memesan makanan dari tempat tersebut. Namun akhir-akhir ini saat dia ingin memesan makanan di tempat tersebut, ternyata harga-harganya sudah mengalami peningkatan. Ibu ini kebingungan karena tidak ada berita di pasar yang menyatakan bahwa harga pangan nasional meningkat atau ada krisis kenegaraan lainnya.

Setelah ibu ini bertanya kepada orang-orang di sekitar tempat makan tersebut akhirnya ia mendapatkan informasi yang menjawab keluhannya. Jadi tempat makan itu baru saja di kunjungi oleh bapak Presiden Joko Widodo dan beliau makan di tempat tersebut bersama keluarganya. Kedatangan beliau membuat tempat makan ini menjadi ramai pengunjungan dan juga viral di media sosial. Maka dari itu, pemilik tempat makan menaikkan harga makanannya karena sosok pemimpin tertinggi Republik Indonesia baru saja makan di sana.

Demikian lah pula kisah seorang Zakheus yang berjumpa dengan Yesus. Ia seorang pemungut cukai, di mana dirinya bersekongkol dengan orang Romawi yang memeras harta masyarakat kecil di Yerikho. Secara strata sosial, Zakheus adalah orang yang sangat berada dan bahkan berkelimpahan. Hal ini karena ia juga seringkali memeras uang masyarakat di sana (Luk. 19:8). Pada ayat kedelapan, kita bisa melihat bahwa masyarakat menyatakan bahwa Zakheus orang berdosa (Luk. 19:7).

Pandangan semacam ini banyak dimiliki oleh orang Yahudi sebab mereka membenci pekerjaan dari pemungut cukai yang memeras masyarakat. Orang-orang memandang Zakheus sebagai orang berdosa karena pekerjaannya tersebut. Tetapi kisah di dalam kitab Injil mencatat bahwa Yesus benar-benar menumpang di rumah Zakheus orang berdosa itu. Lalu Zakheus diubahkan oleh Yesus karena kehadiran-Nya di dalam tempat tinggalnya.

Nilai kehidupan yang dimiliki oleh Zakheus bukan lagi menjadi pemeras, tetapi pemberi. Inilah yang disebut dengan “Mengangkat Nilai Hidup”, bukan tentang strata sosialnya yang diangkat, tapi mengenai karakter pribadinya.

Apapun keadaan kita saat ini, percayalah Yesus mampu menaikkan nilai hidupmu secara ajaib. Ingatlah dan ketahuilah ketika setiap kita menyambut Yesus dalam hati kita dan mempersilakannya untuk tinggal maka nilai hidupmu akan diangkat oleh-Nya. Amen.#AH

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

HARAPAN DALAM KEGELAPAN

💒 Words📖 of God – Senin, 16 September 2024

Yesaya 11:1 (TB) “Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.”

Dalam Yesaya 11:1, nubuat ini mengungkapkan kedatangan Mesias yang akan membawa pemulihan bagi umat-Nya. Di tengah kejatuhan dan penghukuman yang dihadapi Israel, ada janji bahwa dari tunggul Isai (keturunan Daud), akan muncul seorang Raja yang adil dan bijaksana, yaitu Yesus Kristus. Pesan ini membawa penghiburan bagi kita, bahwa sekalipun dalam keadaan yang paling hancur, Tuhan masih dapat menumbuhkan sesuatu yang baru dan penuh harapan.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita mungkin berada dalam masa-masa dengan hidup terasa seperti “tunggul”—kering, hampa, dan tanpa kehidupan. Mungkin kita menghadapi kegagalan, kekecewaan, atau pergumulan yang begitu berat. Namun, ayat ini mengingatkan bahwa di tengah kegelapan, ada harapan. Tuhan bisa memunculkan kehidupan baru dari situasi yang tampak mati.

Tidak ada kondisi yang terlalu rusak atau hancur bagi Tuhan untuk dipulihkan. Sama seperti tunas baru yang muncul dari tunggul, Tuhan bisa menumbuhkan harapan di tengah keputusasaan kita. Ketika kita berserah kepada-Nya dan percaya pada rencana-Nya, kita akan melihat bagaimana Dia bekerja untuk mendatangkan kebaikan bahkan dari situasi yang paling sulit.

Percayalah, Tuhan mampu mengubah “tunggul” kehidupan kita menjadi sesuatu yang penuh kehidupan dan berbuah. (FK)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

PENYERTAAN-NYA SEMPURNA

💒 Word📖 of God🎚️ Sabtu, 14 September 2024

Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 28:20)

Seringkali kita merasa bahwa kehidupan kekristenan yang kita jalani sangat membosankan dan nothing special karena tidak ada bedanya dengan mereka yang tidak mengenal Tuhan.

Seharusnya kita menyadari bahwa Tuhan yang berjanji akan menyertai kita sampai pada akhir zaman. Bukan berarti semua hidup kita diatur seperti dengan remote kontrol, namun dengan kehendak bebas yang Tuhan beri kepada kita, Dia mau kita melakukan pekerjaan yang sudah Tuhan siapkan bagi kita..

Jangan takut atau kuatir saat Tuhan ijinkan kita mengalami situasi yang sulit, karena Tuhan selalu ada bagi kita, menyertai kita, karena Dialah Imanuel (Allah beserta kita).. Dia tidak pernah meninggalkan kita.

Saat melewati perjalanan hidup yang sulit, Dia mau menggendong kita dan tidak membiarkan kita menghadapi kesukaran tanpa kehadiran dan penyertaan-Nya.

Mari renungkan kembali perjalanan hidup kita selama ini, lihatlah bagaimana penyertaan Tuhan nyata dalam hidup kita.

Jalani setiap hari dengan optimis karena ada Tuhan yang menyertai langkah hidup kita, apapun kondisi yang kita hadapi..#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

HIDUP ADALAH KRISTUS

💒 Word📖 of God🎚️ Jumat, 13 September 2024

Filipi 1:21
“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”

Ayat ini mengatakan Hidup adalah Kristus, apa maksudnya? Ketika Paulus mengatakan hidup adalah Kristus berarti hidupnya dia harus seperti Kristus.

Apakah kita pun berani mengatakan seperti itu?
Hidup seperti Kristus adalah hidup yang tidak berpusatkan kepada diri sendiri, tetapi hidup yang menghasilkan buah-buah roh yang dinikmati oleh orang-orang yang ada di sekitar kita.

Hidup seperti Kristus adalah hidup yang siap “menyalibkan” segala kedagingan kita dan digantikan dengan karakter Kristus, bahkan ketika kita disakiti, kita diminta membalas orang yang menyakiti kita dengan segala kebaikan.

Hidup seperti Kristus adalah hidup yang “menghamba” bahkan ketika kita memiliki posisi / jabatan tinggi sekalipun, kita harus siap mengosongkan hati kita untuk siap “diperlakukan tidak baik dan tidak hormat” sekalipun kita tidak melakukan satu perbuatan jahat/kesalahan yang membuat kita layak menerima perlakuan tersebut… dsb … dsb… masih banyak lagi hidup seperti Kristus yang rasanya “beraaaat banget secara manusia”.

Oleh karena itu Paulus mengatakan kalimat selanjutnya yaitu “karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. Jadi kematian justru keuntungan karena kita sudah menyelesaikan segala tugas kita di dunia dan siap bertemu Tuhan Yesus di surga. Tapi…. sebelum kematian yang adalah keuntungan tersebut menjemput kita, marii… kita ingat kembali hidup adalah Kristus, nyatakan bahwa Kristus hidup didalam hidup kita, baik hari ini, esok dan selama nafas kehidupan menyertai kita. Amin (DT)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Manakah Lebih Penting, Iman atau Logika?

💒 Word📖 of God🎚️ Kamis, 12 September 2024

(Bacaan: Kejadian 17:17-21)

Persoalan iman dan logika seringkali menjadi bahan perdebatan yang tak kunjung usai. Ada orang yang berusaha menolak keberadaan TUHAN melalui beragam alur berpikir yang dianggap ilmiah untuk mengatakan bahwa keberadaan TUHAN tidaklah dapat dibuktikan secara sains.

Namun, tidak jarang seorang beriman pun mengalami kegaduhan kepercayaannya secara personal ketika ia menganggap janji maupun firman TUHAN tidaklah masuk akal untuk dipertahankan. Biasanya, kondisi hidup yang penuh dengan pergumulan dan segala macam tekanan yang terjadi dapat memicu kemunculan pikiran-pikiran yang menganggap peran TUHAN menjadi tidak logis untuk diterima.

    Kondisi ini memanglah menjadi sebuah kenyataan yang sangat manusiawi. Bahkan, kita dapat menganggapnya sebagai tegangan-tegangan beriman yang tidak melulu perlu disikapi secara sinis. 

Setiap umat TUHAN yang merasa sedang berada dalam kondisi iman yang demikian memang perlu membangun kewaspadaan yang lebih tinggi, meski tidak perlu juga memberikan penghakiman yang terlalu keras kepada diri sendiri. Hal yang lebih penting untuk dilakukan adalah menyikapinya dengan kerendahan hati dan kesediaan untuk mendengarkan perkataan TUHAN secara lebih gigih.

Abraham yang dianggap sebagai ‘bapa orang percaya’ pun pernah mengalami tegangan beriman yang menganggap perkataan TUHAN tidak dapat diterima secara logika manusia. Janji tentang lahirnya keturunan kandung dari isterinya yang sah, Sara, dianggap Abraham sebagai sesuatu yang terlalu konyol untuk dipercaya. Hal yang menarik dalam catatan ini adalah TUHAN tidak murka atau pergi meninggalkan Abraham dalam kebimbangan iman karena pertimbangan logika yang sedang kacau menghadapi kenyataan hidupnya pada saat itu. TUHAN justru memberikan penegasan lebih lanjut agar pola pikir Abraham dapat mendukung keimanannya terhadap perkataan TUHAN.

   Saudara yang dikasihi Tuhan, sebagai manusia yang berpikir dalam menjalani kehidupan memang ada potensi bagi seorang umat TUHAN mengalami ketegangan iman akibat logika yang tidak sejalan untuk percaya terhadap segala janji dan perkataan TUHAN. Beragam pergumulan dan tekanan hidup pun dapat menjadi pemicu yang begitu besar dalam menciptakan ketegangan tersebut.

Namun, permenungan pada hari ini telah menghantarkan kita pada sebuah tindakan kasih TUHAN yang penuh sabar untuk meneguhkan iman dan logika kita kembali pada kesetiaan terhadap perkataan-Nya. Tuhan serta Kita! (MK)

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Janji Disertai Allah

💒 Word📖 of God🎚️ Rabu, 11 September 2024

Yosua 1:5
“Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

Sosok Musa adalah tokoh besar dalam karya pembebasan bangsa Israel dari tanah Mesir ke tanah Perjanjian. Musa memimpin dengan penuh kharisma dan penyertaan Tuhan yang luar biasa. Dalam masa kepemimpinannya dikisahkan bahwa penyertaan Tuhan muncul secara ajaib dan dahsyat, misalnya pada saat Musa membelah laut. Adapun penyertaan Tuhan dalam wujud tiang awan dan tiang api (Kel. 13:21).

Musa juga tetaplah seorang manusia yang juga memilki masa hidup yang terbatas. Pada akhirnya, munculah sosok pengganti Musa yang bernama Yosua. Tuhan Allah memilih Yosua (abdi Musa) untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan untuk membawa bangsa Israel ke tanah Perjanjian. Adapun Yosua yang jugq mendapatkan janji penyertaan Allah.

Allah berjanji kepada Yosua bahwa Dia akan menyertainya seperti Dia menyertai Musa. Janji ini adalah janji penyertaan yang mengiringi Yosua hingga ia dapat menginjakkan kaki di tanah Perjanjian itu. Tantangan yang dihadapi oleh Yosua juga sama beratnya dengan tantangan yang dialami oleh Musa. Namun janji penyertaanNya senantiasa mengiringi langkah Yosua dalam memimpin bangsa Israel.

Apalagi kita orang yang menaruh iman pengharapan kita pada Allah yang kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Janji penyertaan Allah kepada Yosua juga menjadi milik kita semua orang percaya. Walaupun tantangan yang sedang kita hadapi saat ini cukup berat, percayalah pada janji penyertaan Tuhan. Jika Allah yang menyertai kita maka apalagi yang harus kita takutkan. God always be with us. Amen.#AH

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

MENGHARGAI PERBEDAAN

💒 Words📖 of God🎚️ Selasa, 10 September 2024

1 Korintus 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Kita hidup di dunia yang tentu terdapat banyak sekali perbedaan. Antar sesama manusia pun saling memiliki perbedaan. Bahkan saudara kembar yang identik sekalipun pasti memiliki perbedaan. Dalam hidup sehari-hari kita senantiasa berjumpa dan berinteraksi dengan orang yang memiliki perbedaan denga kita (latar belakang, watak, kepribadian, status sosial, disb). Dalam perbedaan yang ada, kita tidak perlu mencari siapa yang lebih baik atau siapa yang kurang baik, karena semua dicipta secara unik. Justru hal ini seharusnya dapat menjadikan manusia lebih bersatu dan lebih kuat dalam menjalani segala rintangan hidup yang ada. Karena dengan adanya perbedaan, manusia bisa saling melengkapi.

Jangan karena berbeda lalu kita menghakimi mereka sebagai pihak yang salah atau lebih rendah. Perbedaan diciptakan agar kita berusaha lebih dalam belajar mencintai dan menerima sesama. Injil memiliki banyak ajaran mengenal menaati perintah sementara hidup di antara orang-orang yang berbeda kepercayaan, budaya, suku disb.

Kasih Kristus adalah unsur pengikat, unsur yang menyatukan segala perbedaan, tidak ada perbedaan yang tidak dapat disatukan, Jadi, sejatinya tidak ada yang salah dengan perbedaan. Yang bermasalah adalah keegoisan manusia dalam memandang perbedaan.

Dengan kasih kita belajar untuk menghargai perbedaan.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Permai

HAL YANG TERPENTING

💒 Word📖 of God🎚️ Senin, 9 September 2024

Pengkotbah 10:8-10 “Barang siapa menggali lubang akan jatuh ke dalamnya, dan barang siapa mendobrak tembok akan dipagut ular. Barang siapa memecahkan batu akan dilukainya; barang siapa membelah kayu akan dibahayakannya. Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.”

Sungguh menarik kalimat yang disusun pada ayat di atas.  Pengkotbah ingin membukakan mata kita bahwa semua hal yang kita kerjakan di dunia ini selalu memunculkan akibat dan risiko. Orang yang menggali lubang maka memiliki risiko akan jatuh ke dalam lubang yang ia buat.  Orang yang memecahkan batu, memiliki risiko terluka karenanya. Orang yang menunda untuk tidak mengasah peralatan besinya maka ia harus menyediakan tenaga lebih banyak sebagai penggantinya. Semua keputusan yang diambil memiliki risiko dan akibat.

Tetapi Pengkotbah menegaskan bahwa orang yang bijak akan terpelihara dari segala kerugian yang bisa muncul karena risiko dan akibat dari setiap tugas, pekerjaan, tuntutan, kesulitan dan tantangan hidup yang dihadapi bila kita memelihara hikmat. Dengan hikmat, kita dapat mempertimbangkan segala akibat dan risiko yang mungkin muncul. Hikmat menuntun kita kapan harus maju, kapan harus mundur. Kapan harus mengejar dan kapan harus menunda. Hikmat menjauhkan kita dari perangkap.

Oleh sebab itu jangan kita melupakan dan mengabaikan hikmat Tuhan.  Kita harus senantiasa mencari dan menantikan hikmat-Nya setiap hari. Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak. (Amsal 16:16).#FK

Team Pastori
GIA Kopo Permai