💒 Word📖 of God🎚️ Kamis, 17 Oktober 2024
Amsal 3:5-6
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Kenalilah Dia dalam segala jalanku, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Apakah ada diantara saudara yang pernah melewati jalan yang salah saat hendak menuju ke suatu tempat? Jika kita baru pertama kali ke tujuan tersebut, sangat mungkin bahwa kita kebingungan dengan jalan yang harus kita lalui.
Suatu saat ada tiga orang yang hendak melakukan touring bersama menuju ke sebuah tempat wisata alam dengan mengendarai sepeda motor. Di tengah-tengah perjalanan, dua pengendara melewatkan sebuah jalan yang seharusnya dilewati. Adapun pengendara yang satunya telah lebih dahulu berada di jalan yang memang seharusnya dilalui untuk menuju tempat wisata tersebut. Ternyata dua pengendara ini melewati jalan yang salah dan harus kembali ke jalan yang seharusnya dilewati. Pengendara yang telah berada di jalan yang benar akhirnya menunggu dua pengendara yang salah jalan ini hingga bertemu di titik yang benar. Setelah mereka bertemu, akhirnya melanjutkan perjalanan bersama-sama kembali hingga sampai ke tempat wisata itu.
Melalui cerita di atas, kehidupan kita seringkali mengalami “salah jalan” untuk mencapai kepada tujuan hidup kita. Tujuan hidup setiap kita ialah memuliakan Tuhan, demikianlah firman Tuhan yang menyatakannya (Yes. 43:7). Dalam kehidupan inipun ada kemungkinan bahwa setiap kita melewati jalan yang salah. Jalan yang benar itu adalah jalan yang berada pada rencana Tuhan atas hidup kita untuk menjadi alat di tangan-Nya. Kita tahu bahwa Yesus Kristus adalah jalan kebenaran (Yoh. 14:6) dan kita harus mengikuti jalan itu. Melewati jalan yang benar akan membawa setiap kita kepada tujuan yang benar pula. Jalan yang kita lalui seringkali di dasarkan pada pengertian diri sendiri yang sombong dan angkuh. Artinya bahwa dalam pemilihan jalan yang kita ambil, kita tidak bersandar pada penuntun jalan yang benar yaitu Tuhan Yesus.
Setiap kita kini dinasihati kembali oleh kitab Amsal untuk percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Saat kita menaruh percaya kepada-Nya dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri, maka yakinlah bahwa Ia akan meluruskan jalan kita dan menuntun kepada jalan yang benar.
Saat kita bersandar pada Tuhan, maka kita sudah mengandalkan pribadi yang tepat dan akan menuntun kita kembal ke jalan yang benar. Seperti layaknya google maps yang telah menunjukkan rute jalan yang sesuai agar sampai ke tempat tujuan, namun seringkali si pembaca jalan mengandalkan pengetahuannya sendiri sehingga ia akhirnya melewati jalan yang salah. Apakah jalan yang kita lalui sekarang ini apakah sudah di jalan yang benar atau belum?
Saudara yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, percayalah kepada-Nya dengan sepenuh hati kita dan jangan mengandalkan pengertian kita sendiri. Berjalanlah kembali ke jalan yang benar jika mungkin kita sedang melalui jalan yang salah dan teruskanlah perjalanan kita saat ini jika sudah berada pada jalan yang benar. Amin.#AH
Team Pastori,
GIA Kopo Perma