KEBAHAGIAAN BERJALAN DALAM HADIRAT TUHAN

💒 Word📖 of God🎚️ Sabtu, 12 Oktober 2024

Mazmur 84:11 (TB) “Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”

Pemazmur menggambarkan betapa berharganya berada di dalam hadirat Tuhan. Ia menyadari bahwa satu hari di pelataran Tuhan lebih berharga daripada ribuan hari di tempat lain. Hal ini menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada tempat atau situasi yang kita hadapi, tetapi pada kehadiran Tuhan di dalam hidup kita. Berada di ambang pintu rumah Tuhan pun terasa lebih baik daripada tinggal di tempat yang kelihatannya lebih nyaman namun tanpa Tuhan. Pemazmur mengajak kita untuk memahami bahwa kedekatan dengan Tuhan adalah sumber sukacita dan damai yang sejati.

Apakah hari ini Anda merasa lelah, hampa, atau tidak puas dengan segala sesuatu yang dunia tawarkan? Mazmur 84:11 mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat kita temukan ketika kita berada di dekat Tuhan, berjalan bersama-Nya setiap hari. Jangan biarkan kesibukan atau godaan dunia menjauhkan kita dari hadirat-Nya.

Luangkan waktu untuk mendekat pada Tuhan, entah melalui doa, membaca firman-Nya, atau sekadar merenungkan kasih setia-Nya. Mari kita pilih untuk lebih dekat dengan Tuhan, karena di sanalah kita akan menemukan kebahagiaan yang sejati, jauh melebihi apa pun yang dunia ini tawarkan, Amin.#FK

PERCAYALAH

💒 Words 📖 of God🎚️ Jumat, 11 Oktober 2024

Markus 9:23
Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Persoalan yang berat seringkali membuat kita merasa tak mampu dan kehilangan pengharapan dalam hidup ini.

Di dalam keterbatasan kita, Tuhan ingin menyatakan kuasa-Nya, ketika kita PERCAYA kepada-Nya.

Ketika murid-murid Yesus tidak mampu mengusir roh yang membuat bisu seorang anak, saat Yesus datang, orang tua anak tersebut menyampaikan masalahnya kepada Yesus.

Dia datang ke alamat yang tepat untuk mengatasi masalahnya.

Yang diminta Yesus dari orang tersebut adalah PERCAYA karena Yesus hendak mengajar kepada orang banyak dan murid-murid-Nya bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.

Di saat kita percaya kepada Tuhan, maka Dia akan bertindak menolong kita.

Percayalah, maka kuasa Allah akan dinyatakan dalam hidup kita.#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Memancarkan Terang Kristus

💒 Word📖 of God🎚️ Kamis, 10 Oktober 2024

Matius 5:16
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Di sebuah daerah perumahan, ada kalanya pada malam hari di mana aliran listrik di daerah tersebut padam oleh karena hal-hal tertentu. Saat listrik itu padam maka pastinya terjadi kegelapan karena lampu-lampu yang ada untuk menerangipun juga mati. Situasi kegelapan tersebut biasanya membuat kita kesusahan untuk melakukan tugas-tugas tertentu di malam hari.
Tanpa adanya terang, maka kita tidak dapat melihat apa-apa dengan jelas dan sangat memungkinkan apa yang kita lakukan menjadi kacau berantakan.

Makna dari cahaya yang menerangi kegelapan adalah perumpaan yang sangat tepat bagi para pengikut Kristus.
Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya agar mereka menjadi terang yang bercahaya bagi orang-orang di sekitar.

Nats kali ini menjelaskan kepada kita tentang nilai kebenaran Injil Kristus yang menerangi kegelapan dunia ini.

Sebagai agen-agen terang-Nya Kristus, kita diajarkan untuk membagikan terang itu di lingkungan kita. Yesus Kristus adalah sumber terang yang paling utama harus dimiliki terlebih dahulu oleh setiap kita orang percaya. Bagaimana mungkin bisa kita memancarkan terang Kristus jika tidak ada Kristus di dalam diri kita.

Maka dari itu, syarat terlebih dahulu yang harus dipenuhi untuk mencarkan terang itu adalah kita sudah memiliki sumbernya yaitu Kristus. Setelah kita memiliki Kristus di dalam hati kita, langkah selanjutnya ialah mempersiapkan diri kita sebagai pemancar sumber terang itu.

Mengapa demikian? Sumber terang dengan pemancarnya harus sesuai agar dapar berfungsi dengan baik.

Jika dikatakan bahwa kita adalah terang dunia, maka mempersiapkan diri sebagai pemancar terang itu dengan memiliki karakter seperti Kristus.

Setiap orang berdosa hidup di dalam kegelapan dunia yang membutakan arah jalan kepada Allah. Kita sebagai orang percaya yang telah menerima Kristus dalam hati kita, hendaklah memancarkan terang itu kepada sekitar kita.

Terang yang dimaksud adalah sikap dan perilaku kita yang baik dan juga mempermuliakan Allah Bapa di sorga. Jika terang terus dipancarkan, maka kegelapan akan semakin sirnah. Sehingga pada akhirnya setiap umat Tuhan dapat menjadi dampak yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Perlu diingat bahwa memancarkan terang kasih Kristus adalah wujud dari pengabaran Injil Kristus melalui gaya hidup kita. Yesus Kristus adalah sumber terang itu, maka kita harus menunjukkan kehidupan yang menuju kepada keserupaan dengan Dia. Jika terang Kristus telah terpancarkan maka kemulian Allah semakin bersinar terang di bumi ini. Amin. #AH

Team Pastori,
GIA Kopo Permai

Cepat Menghakimi Walau Baru Tahu Sedikit

💒 Word📖 of God🎚️ Rabu, 9 Oktober 2024

Lukas 4:22-30

Kita sering mendengar ungkapan, “jangan menilai buku hanya dari sampulnya.” Ungkapan ini mengingatkan kita agar menilai sesuatu dari isinya, bukan hanya dari penampilannya. Memang benar, kadang sesuatu tampak luar biasa, tetapi tidak sesuai dengan kualitas di dalamnya. Namun, di zaman sekarang, hampir semuanya dinilai dari penampilan saja. Apalagi dengan hadirnya media sosial, banyak orang berusaha menampilkan hal-hal yang terlihat bagus, walaupun sebenarnya belum tentu sesuai dengan kenyataannya. Ini terjadi karena semakin banyak orang terbiasa menilai secara dangkal.

Yesus juga mengalami hal ini ketika ditolak oleh orang-orang di kampung halamannya. Mereka yang tahu tentang keluarga Yesus, lebih fokus pada latar belakang keluarganya daripada mendengarkan ajaran-Nya. Mereka melihat Yesus hanya sebagai “anak tukang kayu” dan tidak menganggap penting apa yang Dia ajarkan. Penilaian yang dangkal seperti ini membuat mereka menolak Yesus dan pesan yang dibawa-Nya.

Saudara, bacaan hari ini bisa menjadi bahan refleksi bagi kita sebagai umat Tuhan, terutama dalam hal menilai orang lain. Sadar atau tidak, kita semua punya kecenderungan untuk membuat penilaian yang tidak objektif, hanya berdasarkan penampilan atau kesan awal. Penilaian semacam ini seringkali mengabaikan hal-hal yang lebih penting, seperti karakter atau kualitas seseorang. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk belajar melihat lebih dalam, tidak hanya dari apa yang tampak di luar. Cobalah melatih diri untuk lebih sabar dalam mengenal orang lain sebelum memberikan penilaian. Hindarilah membuat keputusan berdasarkan prasangka atau informasi yang belum lengkap. Dengan begitu, kita dapat menghindari penghakiman yang tidak adil dan hidup lebih selaras dengan ajaran kasih Yesus, yang mengajarkan kita untuk menerima orang lain dengan sepenuh hati, tanpa memandang status atau penampilan mereka. Tuhan Yesus Memberkati.#MK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

PORSI YANG TEPAT

💒 Words📖 of God🎚️ Selasa, 8 Oktober 2024

Keluaran 20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Saat ini, kita hidup di era digital, banyak kesenangan kesenangan atau lebih tepatnya banyak kewajaran yang di tawarkan oleh dunia ini begitu mudah untuk diakses dan tanpa ada unsur terlihat seperti dosa. Justru kewajaran ini kalau tidak diwaspadai akan menjerat ke dalam keterikatan yang memenjarakan hidüp kita. Dosa kadang sering dipahami sebagai tindakan yang melanggar etika moral seperti mencuri, merampok, nyontek, berantem dan lainnya, tetapi bagaimana dengan akses sosial media lebih dari porsinya atau lebih tepatnya kecanduan gadget. Dosa kah? Fenomena ini di anggap wajar oleh anak dunia, tapi tanpa sadar kita sebagai anak Tuhan ikut terlena dengan hal ini dan di anggap wajar.

Keluaran 20:3 dengan sangat tegas mengatakan “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” Pada ayat ini allah yang dimaksud bisa diartikan penguasa, dan dapat dimaksud adalah jangan ada penguasa lain yang menguasai kamu. Tuhan Yesus ingin kita semua hanya dikuasal sepenuhnya oleh Tuhan, dan jangan ada hal apa pun yang menguasai diri kita, entah itu berbagai sosial media, film drama atau hal lainnya. yang tidak berkaitan dengan Tuhan dan menyenangkan Allah. Bukan berarti melakukan hal itu tidak boleh dan dilarang ya, namun tentu kita sebagai anak Tuhan harus menyikapinya dengan dewasa dan memberikan porsi yang sesuai dan jangan memilih ketergantungan kepada hal-hal tersebut.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Permai

TUHAN INGAT AKAN JANJINYA

💒 Word📖 of God 🎚️ Senin, 7 Oktober 2024

1 Tawarikh 16:15 (TB) Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,

Ayat ini begitu dahsyat….
Sampai 1000 angkatan pun Tuhan ingat / setia dengan semua firman / janji yang DIA berikan.

Kalau di antara kita ada yang sedang galau / ragu dengan setiap janji yang Tuhan beri… ayat ini cukup meneguhkan kita bahwa Tuhan tidak pernah ingkar janji.

Abraham pernah ragu dengan janji Tuhan untuk memiliki anak dari istri.nya bukan dari hambanya… tapi Tuhan beberapa kali meneguhkan kembali sampai Abraham mengalami penggenapan janji Tuhan tersebut dengan lahirnya Ishak.

Biarlah ayat ini akan meneguhkan kembali setiap kita yang sedang menantikan janji Tuhan bahwa Tuhan ingat / setia dengan setiap janji firman-Nya untuk kita semua. Amin (DT)

Team Pastori
GIA Kopo Permai

DAMAI SEJAHTERA


💒 Word📖 of God🎚️ Sabtu, 5 Oktober 2024

Yesaya 48:18 “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering…”

Pada suatu hari seorang raja membuat lomba yang membuat para pelukis tersohor dari negeri-negeri pun berdatangan. Lomba melukis tersebut berjudul : “Damai sejahtera”. Sang raja memberi waktu selama 3 hari untuk menyelesaikan lukisan tersebut. Tiga hari kemudian, cuma 3 pelukis yang berhasil menyelesaikan gambar mereka dan memberikan pada sang raja.

Pelukis pertama menceritakan apa yang dia lukis. “Ada sebuah danau biru yang bening dengan ikan-ikan yang banyak dan di tengah-tengah terdapat perahu kecil dan seorang yang sedang bersiul memancing dengan udara sepoi-sepoi dan langit biru yang cerah. Inilah damai sejahtera”, kata pelukis pertama.

Pelukis kedua pun menceritakan lukisannya.  “Ada sebuah gunung yang hijau, udara yang sejuk dengan sawah-sawah, matahari yang cerah, pohon yang rindang, dan 2 orang sedang duduk di bawah pohon sambil tertawa bahagia. Inilah damai sejahtera” kata pelukis kedua.
Kemudian pelukis ketiga menceritakan lukisannya. “Sebuah laut yang luas berwarna hitam karna sedang terjadi badai, di tengah-tengah ada angin topan, langit yang gelap dengan sambaran petir di mana-mana. Sebuah batu karang yang diterjang ombak. Langit hitam pekat bahkan terlihat abstrak karena warna yang dipakai hanya warna gelap… tapi, terdapat 1 batu karang yang ada lubang, di dalamnya terdapat seekor burung pipit sedang bersiul riang. Inilah damai sejahtera” kata pelukis ketiga. “Aku setuju dengan lukisan ketiga” kata Raja.

Ilustrasi di atas menggambarkan kepada kita akan penyertaan dalam setiap musim kehidupan kita sebagai orang percaya. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa jalan hidup kita selalu mulus. Tetapi Dia berjanji selalu berserta dengan kita. Dalam kondisi apa pun, Dia berjanji akan memenuhi hati kita dengan sukacita dan damai sejahtera-Nya. Hal inilah yang mau disampaikan pada nats Alkitab di atas, bahwa damai sejahtera tidak akan pernah kering, selalu berlimpah-limpah.
Kuncinya adalah ketaatan untuk berjalan mengikuti setiap perintah-perintah Tuhan, maka hati dan pikiran kita akan senantiasa dipenuhi damai sejahtera Allah yang berlimpah-limpah.#FK

Team Pastori
GIA Kopo Permai

HARGA UNTUK MENJADI KEKINIAN

💒 Words📖 of God🎚️ Jumat, 4 Oktober 2024

Efesus 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis…

Jika kita sedang berada di area publik (stasiun, ruang tunggu rumah sakit, dsb), tentu kita akan berjumpa dengan berbagai tipe manusia. Namun hari ini kita dapat melihat satu kesamaan dari mereka semua, hampir setiap mereka tertunduk. Bukan karena malu, bukan karena sakit leher, tetapi mereka asyik dengan gadgetnya masing-masing. Mari jujur, apakah kita termasuk di antaranya? Dampak sederhana yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi tersebut di antaranya manusia menjadi Individualis. Bagaimana tidak, mereka ada di tempat yang sama, namun mereka sibuk dengan dunianya masing-masing.

Tidak hanya sebatas membuat kita menjadi Individualis, ada dampak yang lebih berbahaya. Saat melihat gadget, biasanya kita sibuk dengan sosial media kita yang tidak akan cukup jika dituliskan semuanya di renungan ini. Sekali lagi, Lucifer pun ambil bagian dalam sosial media tersebut. Sebagai contoh, jika kita membuka tab explore pada Instagram, banyak konten yang mungkin tidak seharusnya kita lihat di sana.

Memang kemajuan teknologi tidak hanya sebatas berdampak buruk, dengan kemajuan teknologi kita bisa membaca Alkitab secara digital, bisa share firman atau renungan melalui Instagram atau media sosial lainnya, dan dampak positif lainnya. Jadi sebenarnya yang penting di sini adalah sikap dan komitmen yang dimiliki oleh kita selaku pengguna. Segala media sosial punya dampak positif dan negatif, sekarang dan kitanya yang harus bijak Apakah kita mau tenggelam dalam tipu muslihat Lucifer atau mau menggenapi rencana Tuhan.#PI

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Biji Mata Tuhan

💒 Word📖 of God🎚️ Kamis, 3 Oktober 2024

“Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu” (Mazmur 17:8)

Setiap kita mengetahui bahwa mata sebagai indera penglihatan merupakan bagian tubuh manusia yang sangat vital dan berharga.

Yesus pernah berkata:,  “Mata adalah pelita tubuh.” (Matius 6:22a). Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa melalui mata, seluruh tubuh kita akan mendapat penerangan segala sesuatu yang ada di sekitarnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga dan melindungi mata kita dari segala macam kotoran, debu, atau hal-hal yang dapat membahayakan mata kita. Itu sebabnya saat kita disebut “biji mata” Tuhan, itu menunjukkan bahwa kita ini orang yang sangat istimewa bagi Tuhan dan diperlakukan secara khusus oleh-Nya: “…siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya.” (Zakharia 2:8).

Kita patut bersyukur bahwa Tuhan menjaga kita seperti biji mata-Nya. Ini menunjukkan betapa istimewanya kita di mata Tuhan. Itu sebabnya kita harus berusaha hidup dalam kehendak Allah dan memohon agar TUHAN menjaga kita sebagai biji mata-Nya, dari segalal hal yang membuat kita tidak mencapai maksud dan rencana Tuhan.

Belajarlah taat melakukan kehendak Tuhan agar kita dapat terus mnjadi biji mata Tuhan.#Ys

Team Pastori
GIA Kopo Permai

Menjadi Orang Yang Dapat Dipercaya

💒 Word📖 Of God🎚️ Rabu, 2 Oktober 2024

Bacaan : Lukas 16:10-16

Kesetiaan dalam perkara kecil menentukan kesetiaan dalam perkara besar. Yusuf setia mengerjakan pekerjaannya sebagai budak sampai Potifar memberinya kuasa atas seluruh rumahnya (Kej. 39:1-6). Di penjara pun Yusuf setia melakukan perkara kecil sehingga kepala penjara mempercayakan semua tahanan kepadanya (Kej. 39:20-23). Akhirnya, Yusuf dilantik sebagai penguasa atas seluruh tanah Mesir (Kej. 41:41).

Daud, si bungsu yang tidak diperhitungkan oleh Isai, ayahnya, juga setia. Saat nabi Samuel mengundang ke upacara pengurbanan (1Sam. 16:5), ayahnya menyuruh Daud menggembalakan kambing domba yang hanya dua tiga ekor (1Sam. 16:11, 17:28). Akhirnya, Samuel mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya (1Sam. 16:12-13).

Dan masih banyak kisah-kisah dari orang-orang sukses di negeri ini yang semua prosesnya dimulai dari bawah.

Joko Widodo hanyalah seorang tukang kayu sebelum menjadi seorang presiden. Ciputra harus membantu ibunya untuk mengurus ternak yang dimiliki mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah ayahnya meninggal dibunuh serdadu Jepang saat dia berusia 12 tahun dan sekarang menjadi pengusaha terkaya. Nadiem Makarim, hanya seorang pengusaha kecil dengan 20 driver gojek sebelum akhirnya membuat Gojek sebagai bisnis unicorn pertama di Indonesia. dan tentu saja ada Bob Sadino, yang sempat menjadi buruh bangunan hingga pada akhirnya menemukan peluang usaha yang cukup menguntungkan dan menjadi pengusaha sukses di Indonesia.

Saudara , kebanyakan orang ingin langsung mendapat kepercayaan melakukan tugas besar dan terhormat. Tetapi bukan hal-hal besar yang melatih dan membentuk kita menjadi pribadi yang hebat. Kita lupa bahwa proses lah yang membentuk hidup kita. Saat ini mungkin kita merasa hanya mendapat tugas kecil, sepele, dan kurang berarti. Walaupun banyak orang tidak mau melakukannya, tetaplah setia mengerjakannya secara bertanggung jawab.

Jadilah orang yang dapat dipercaya walaupun untuk hal-hal kecil. Bila kita setia dalam perkara kecil, Dia akan mempercayakan perkara yang lebih besar lagi. Tuhan Yesus memberkati.#MK

Team Pastori
GIA Kopo Perma